Sebanyak 30 Pasien Keracunan di Lebak Sidah Diizinkan Pulang |Republika Online

Dari 85 orang yang mengalami gejala keracunan, 30 orang dinyatakan sudah bisa pulang

22/01/2022 16:16:00

Dari 85 orang yang mengalami gejala keracunan, 30 orang dinyatakan sudah bisa pulang

Dari 85 orang yang mengalami gejala keracunan, 30 orang dinyatakan sudah bisa pulang

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan terbaru pada pukul 12.00 WIB, jumlah pasien keracunan yang menjalani rawat inap di puskesmas setempat sebanyak 85 orang. Mereka warga yang mengalami keracunan itu dilarikan ke Puskesmas Cijaku, Jumat (21/1). Dari 85 orang yang mengalami gejala keracunan, di antaranya 30 orang dinyatakan sudah bisa pulang dan sisanya 55 orang masih dalam perawatan dan observasi. 

Baca Juga Sedangkan, sebanyak 34 orang lainnya menjalani rawat jalan."Semua pasien keracunan itu ditangani Puskesmas Cijaku dan tidak ada yang dirujuk ke Rumah Sakit Malingping dan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung," katanya menjelaskan.Menurut dia, hingga kini pasien keracunan yang ditangani tenaga medis puskesmas setempat kondisinya sudah membaik. Mereka pasien itu tidak mengalami lagi gejala pusing, mual, muntah hingga buang air besar.Bahkan, pasien rawat inap itu sudah mulai normal untuk mengonsumsi makanan dan minuman.

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Blue Bird Minta Maaf Terkait Viralnya Penumpang Dibawa Pengemudi Blue Bird Putar-putar Bandara

Atas pengemudi yang bersangkutan telah dilakukan teguran dan pembinaan. Baca lebih lajut >>

Alhamdulillah, Kunjungan di Desa Wisata Tahun 2021 Meningkat 30%Menparekraf Sandiaga Uno menyebut kunjungan wisatawan ke desa wisata sepanjang tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 30% dibandingkan periode

Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma KeagamaanTidak adanya pasal yang mengatur tentang hak terlapor yang terfitnah. Karena ini membuka peluang kasus terlapor sebagai playing victim dari pelapor.

Khawatir Perang dengan Rusia, Inggris Kerahkan 30 Tentara Elite ke UkrainaSebanyak 30 anggota Resimen Ranger Inggris dikerahkan ke Ukraina. Inggris mengerahkan 30 tentara elite ke Ukraina di tengah kekhawatiran akan... 30 doang buat apa anjir, russia udah jutaan personel siap di perbatasan, malah udah masuk teritori ukraina. 007 di ajakin ga y 😀

Punya 30 Unit F-16 dengan Beragam Kamuflase, Ini Alasan AS Bangun Skadron KhususAngkatan Udara Amerika Serikat punya satu skadron khusus berkekuatan 30 unit pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dengan beragam warna kamuflase. Kamuflase pada...

Sidang Praperadilan SMA SPI Kemarin, Kuasa Hukum Ungkap Banyak Saksi Hanya Dengar dari Orang LainHakim mengungkap puluhan saksi yang di BAP dalam dugaan kasus kekerasan seksual di SMA SPI mendengar dari perkataan orang lain SMASPI

Semakin Banyak Orang Meminjam dari Fintech Lending Selama PandemiMeskipun isu pinjaman online (pinjol) ilegal sempat marak pada tahun lalu, jumlah peminjam peer to peer (P2P) lending tetap melesat. Klo masi kerja gaji 10 juta.. Walau utang tiap bulan bengkak jutaan tetep ja masi brani ngutang.. Kan seperti kartu kredit bisa bayar bunga dulu.. Yg kasian pengangguran wkwkwk siapa yg mau

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Sebanyak 30 pasien keracunan diduga dari makanan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diizinkan pulang setelah menjalani perawatan inap di puskesmas setempat."Kami berharap pasien lainnya segera sembuh dan bisa berkumpul bersama anggota keluarganya," kata Kepala Puskesmas Cijaku Kabupaten Lebak, Sulistiyo saat dihubungi di Lebak, Sabtu (22/2/2022). Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan terbaru pada pukul 12.00 WIB, jumlah pasien keracunan yang menjalani rawat inap di puskesmas setempat sebanyak 85 orang. Mereka warga yang mengalami keracunan itu dilarikan ke Puskesmas Cijaku, Jumat (21/1). Dari 85 orang yang mengalami gejala keracunan, di antaranya 30 orang dinyatakan sudah bisa pulang dan sisanya 55 orang masih dalam perawatan dan observasi.  Baca Juga Sedangkan, sebanyak 34 orang lainnya menjalani rawat jalan."Semua pasien keracunan itu ditangani Puskesmas Cijaku dan tidak ada yang dirujuk ke Rumah Sakit Malingping dan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung," katanya menjelaskan. Menurut dia, hingga kini pasien keracunan yang ditangani tenaga medis puskesmas setempat kondisinya sudah membaik. Mereka pasien itu tidak mengalami lagi gejala pusing, mual, muntah hingga buang air besar.Bahkan, pasien rawat inap itu sudah mulai normal untuk mengonsumsi makanan dan minuman. "Kami bekerja keras untuk melayani massa yang begitu banyak dan beruntung tidak ada korban jiwa akibat dugaan keracunan dari makanan itu," katanya menjelaskan. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan pihaknya sejauh ini belum bisa memastikan keracunan yang menimpa warga Cijaku dari makanan. Dia beralasan karena hasil dari sampel Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) belum diterimanya. Puskesmas sudah membawa sampel tinja ke Labkesda untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut. Apakah keracunan itu diduga dari makanan yang dikonsumsi masyarakat dari pemberian acara syukuran toko material bangunan yang diresmikan di desa tersebut. Selain itu juga pihaknya belum menerima laporan dari kepolisian setempat."Kami belum bisa memastikan keracunan itu bersumber dari makanan, karena hasilnya belum diterima," kata dokter Firman. sumber : AntaraBACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini