Propam Simpulkan Kapolrestabes Medan tak Nikmati Uang dari Istri Bandar Narkoba |Republika Online

Di persidangan, Kapolrestabes Medan disebut menerima suap dari istri bandar narkoba.

22/01/2022 16:18:00

Di persidangan, Kapolrestabes Medan disebut menerima suap dari istri bandar narkoba.

Di persidangan, Kapolrestabes Medan disebut menerima suap dari istri bandar narkoba.

"Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan," kata Panca.Baca Juga Ia menyampaikan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Riko Sunarko tidak mengetahui adanya penggelapan uang senilai Rp 600 juta oleh Ricardo Siahaan."Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp 600 juta yang dilakukan Ricardo Siahaan dan tidak tahu ada penerimaan Rp 300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba agar tidak ditahan," ujar Panca.

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Kasus kumulatif dugaan hepatitis akut RI meningkat jadi 27 orang - ANTARA News

ANTARA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril, Rabu (18/5), menyebut saat ini kasus kumulatif dugaan hepatitis akut di Indonesia telah mencapai ... Baca lebih lajut >>

Ketawalahh Lucu kan pak ListyoSigitP DivHumas_Polri .... lanjutkan kelucuan negeri ini kesimpulannya ? tidak dipidanakan ? Oknum lagi kah Hahaha

Diduga Terima Suap Rp75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Dicopot - Pikiran-Rakyat.comDiduga karena menerima suap sebesar Rp75 juta dari istri bandar narkoba, Kombes Pol Riko Sunarko dicopot dari jabatannya.

Alasan Pencopotan Kapolrestabes Medan dan 5 Anggota Dipecat Buntut Suap dari Istri Bandar Narkoba - Tribunnews.comAlasan Pencopotan Kapolrestabes Medan dan 5 Anggota Dipecat Buntut Suap dari Istri Bandar Narkoba via tribunnews Kl perlu pecat saja oknum2 yg sering menduitkan tsk pemakai2 narkoba, krn ini bkn cerita baru.......✊🏻✊🏻🇲🇨🇲🇨🇲🇨 Alhamdulillah ini baru terang benderang sesuai harapan tidak berlindung dengan kata' dan bahasa yg orang awam tidak ngeh tks jendral👍👍👍🙏

Terbelit Kasus Suap Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Dicopot | merdeka.comKombes Pol Riko Sunarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolrestabes Medan. Pencopotan itu diduga buntut dari dugaan kasus suap dari bandar narkoba yang turut menyeret nama Riko. Pencopotan itu diungkapkan Kapolda Sumatra Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (21/1) malam. Ga heran

Buntut Dugaan Suap Kasus Narkoba, Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko Dicopot - Tribunnews.comKapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, menyampaikan jabatan Kombes Riko Sunarko digantikan oleh Kombes Armia Fahmi.

Duduk Perkara Heboh Dugaan Suap Berujung Dicopotnya Kapolrestabes MedanKapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dicopot untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sumut terkait dugaan suap bandar narkoba. Begini duduk perkaranya. Heemm.. konsisten ajalah nyari dan nyopot pulici macem begini,walo lambat perubahannya. Idealnya revolusi aja itu 'insitusi' spt hongkong dan singapura berberapa th lalu. Memalukan banget.

Diduga Terima Suap Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Dicopot |Republika OnlineDari pemeriksaan awal, ditemukan ada pelanggaran kode etik oleh Kapolrestabes Medan. Oknum lagi OKNUM hanya OKNUM 😇 Gak bakalan abis lah selama pada sama2 doyan...

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kepala Polda Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan Kepala Polrestabes Medan Komisaris Besar Polisi Riko Sunarko tidak terbukti menerima suap dari istri bandar narkoba. Menurut Panca, Sabtu (22/1), hal itu disimpulkan melalui hasil pendalaman oleh tim gabungan dari Divisi Propam Polda Sumut dan Mabes Polri. "Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan," kata Panca. Baca Juga Ia menyampaikan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Riko Sunarko tidak mengetahui adanya penggelapan uang senilai Rp 600 juta oleh Ricardo Siahaan."Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp 600 juta yang dilakukan Ricardo Siahaan dan tidak tahu ada penerimaan Rp 300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba agar tidak ditahan," ujar Panca. Dari hasil pemeriksaan, kata Panca, tim gabungan hanya membenarkan bahwa Riko Sunarko memerintahkan Kasat Narkoba Komisaris Polisi Oloan Siahaan untuk membeli sepeda motor seharga Rp 13 juta sebagai hadiah kepada anggota Koramil yang berhasil mengungkap ganja. Namun, Riko Sunarko hanya membayar Rp 7 juta, sedangkan sisanya Rp 6 juta dibayar oleh Kompol Oloan Siahaan. "Hal ini mestinya tidak boleh terjadi karena sebagai atasan dia tidak boleh membebankan sisa pembayaran tersebut kepada bawahannya. Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (2) poin (a) Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri," kata Panca. Berdasarkan fakta tersebut, Panca akhirnya menarik Riko Sunarko ke Polda Sumut karena diduga menyalahgunakan wewenang sebagai atasan di bidang pengawasan."Jadi, Kapolrestabes kita tarik ke Polda dalam rangka pemeriksaan, bukan karena yang bersangkutan menerima suap atau memerintahkan penggunaan sisa uang Rp160 juta. Namun, ini terkait pemeriksaan perannya sebagai atasan yang tidak menjalankan peran dengan baik," ungkapnya. Sebelumnya diketahui, Riko Sunarko dikabarkan menikmati uang suap dari istri bandar narkoba. Hal itu diungkapkan Ricardo Siahaan dalam sidang kasus kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Medan. Dalam sidang terungkap sejumlah pejabat kepolisian di Polrestabes Medan menerima uang suap sebesar Rp 300 juta dari istri seorang bandar narkoba. Uang itu diduga dibagi-bagikan ke beberapa pihak, seperti Rp 150 juta untuk Kasat Narkoba Polrestabes Medan dan Rp 40 juta untuk Kanit Narkoba Polrestabes Medan. Bahkan, nama Riko disebut pula memerintahkan penggunaan sisa uang suap Rp 75 juta untuk membeli hadiah berupa motor yang akan diberikan kepada seorang Babinsa TNI. BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini