Pendatang Israel Cabut Tanaman Petani Palestina di Tepi Barat |Republika Online

Penyerangan warga penjajah terhadap penduduk Palestina terus terjadi di Tepi Barat.

22/01/2022 16:12:00

Penyerangan warga penjajah terhadap penduduk Palestina terus terjadi di Tepi Barat.

Penyerangan warga penjajah terhadap penduduk Palestina terus terjadi di Tepi Barat.

Dia mengatakan, pemukim masuk ke sebidang tanah yang dikenal sebagai Al-Harayek dan menebang pohon-pohon. Pemilik tanah diidentifikasi sebagai Abdul Rahim, Abdul Hamid, dan Ghazi Antari, yang semuanya adalah penduduk desa Deir Sharaf, Palestina.Baca Juga Ghazi Antari, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (22/1), menceritakan dia pergi ke ladang pertaniannya dan menemukan para pemukim Israel telah menebang 320 pohon zaitun, yang dia tanam tiga tahun lalu. Daghlas mengatakan, ini bukan pertama kalinya dilakukan masyarakat penjajah Israel. Mereka telah menghancurkan sekitar 600 pohon zaitun muda hampir sebulan yang lalu.

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Wagub Jawa Barat Ajak Warga Mendoakan Keselamatan Eril Anak Ridwan Kamil yang Hilang di Swiss

Anak sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, hilang, saat tengah berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss. Baca lebih lajut >>

Innalillahi.... Astagfirullah...izrahell crimes IsraeliCrimes

Sebegini Tarif Parkir Resmi di Tepi Jalan Kota YogyakartaBerikut ini adalah tarif parkir resmi kendaraan di tepi jalan umum di Yogyakarta. KotaYogyakarta

Diserang Pemukim Israel Saat Bantu Palestina, Aktivis Rabbis for Human Rights Masuk RS |Republika OnlineAktivis Rabbis for Human Rights bantu warga Palestina tanam zaitun. Polisi Israel gak bantu melerai, israelpolice ?

Pengadilan Israel Bekukan Pembongkaran Masjid di Yerusalem |Republika OnlineSebelumya, pengadilan memerintahkan pembangunan masjid disetop hingga 14 Februari.

Kasus Landai, Ibu Kota India Berencana Cabut Pembatasan Covid-19 |Republika OnlineIndia mengizinkan sebagian bekerja dari kantor karena kasus Covid-19 landai

Menlu Inggris: Barat Lawan Kediktatoran Rusia dan China |Republika OnlineMenlu Inggris ingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin agar mundur dari Ukraina. We don't buy bitcoin We earn bitcoin From Mining I'm ready to show 10 lucky people on how to earn 0.1BTC ($4,800) and more daily! No referral No withdrawal fees If interested, kindly send a DM Muhamadiyah underblow nya emak emak aysiyah,kokam,tapak suci dll binaan angkatan darat bawa penyakit di masyarakat harus dibubarkan jangan sampai terlambat junjungannya anis gabener pecatan PNS TNI .mereka aksi Bela agama Bela Alah pembenaran mau kriminal kerusuhan gestabu the 65

Antisipasi Leptospirosis, Petani Sleman Diminta Biasakan Memakai Bot |Republika OnlineDBD biasanya tinggi di daerah-daerah yang memiliki angka bebas jentik atau ABJ rendah

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pemukim Israel mencabut 400 pohon zaitun di desa Deir Sharaf di Tepi Barat yang dihuni warga Palestina pada Jumat (22/1). Salah satu saksi, Ghassan Daghlas, memantau pelanggaran pemukiman jajahan Israel di Tepi Barat utara. Dia mengatakan, pemukim masuk ke sebidang tanah yang dikenal sebagai Al-Harayek dan menebang pohon-pohon. Pemilik tanah diidentifikasi sebagai Abdul Rahim, Abdul Hamid, dan Ghazi Antari, yang semuanya adalah penduduk desa Deir Sharaf, Palestina. Baca Juga Ghazi Antari, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (22/1), menceritakan dia pergi ke ladang pertaniannya dan menemukan para pemukim Israel telah menebang 320 pohon zaitun, yang dia tanam tiga tahun lalu. Daghlas mengatakan, ini bukan pertama kalinya dilakukan masyarakat penjajah Israel. Mereka telah menghancurkan sekitar 600 pohon zaitun muda hampir sebulan yang lalu. Di Desa Salfit, Yasuf, Tepi Barat, sekelompok pemukim Israel yang lain juga mencabut 90 pohon zaitun dan pohon milik petani Palestina. Jamal Salama, seorang warga Palestina dari desa Yasuf di Salfit menceritakan, para pemukim mencabut 70 pohon zaitun miliknya setelah mereka menyerbu pertanian di dekat desa. Samer Rashed, warga Palestina lainnya di desa itu, mengatakan sekitar 20 pohon zaitun miliknya ditebang oleh pemukim yang menyerbu pertaniannya. Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka rutin terjadi di Tepi Barat yang diduduki. Warga Palestina, pemantau, dan pejabat lokal dan internasional percaya bahwa pemerintah Israel mendukung kekerasan pemukim tersebut. Saat ini, ada lebih dari 700 ribu orang Israel tinggal di pemukiman khusus Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur yang melanggar hukum internasional. Dari data Otoritas Palestina, jumlah pemukim hampir tiga kali lipat sejak Perjanjian Damai Oslo ditandatangani antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1993. BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini