OJK Minta Industri Jasa Keuangan Utamakan Digitalisasi |Republika Online

Digitalisasi akan mempercepat akses bagi investor.

20/10/2020 5:48:00

Digitalisasi akan mempercepat akses bagi investor.

Digitalisasi akan mempercepat akses bagi investor.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan digitalisasi juga bisa diterapkan seluruh sektor keuangan, sehingga bisa meningkatkan inklusi keuangan.“Digitalisasi bukan saja di pasar modal saja, seluruh sektor keuangan untuk masuk ke akses ritel di daerah, sehingga mempercepat inklusi keuangan kepada masyarakat di daerah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/10).

Gunung Semeru Meletus Sejarah Hari AIDS Sedunia, Diperingati Sejak 1988 Harga Emas Antam Hari Ini 1 Desember, Loyo ke Rp938 Ribu

Baca Juga Menurutnya pasar modal bisa melakukan pendalaman pasar lagi di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memperbanyak instrumen investasi yang mencakup ritel dan korporat.“Pasar modal lebih dalam lagi supaya bisa lebih resilient ke depan. Kita cukup bangga akhirnya bisa menahan penurunan IHSG dan membawa kembali kepercayaan investor menjadi lebih baik lagi, bahkan IHSG sudah di atas 5.000. Kita yakin ini akan kembali normal sejalan dengan pertumbuhan perekonomian ke depan, namun harus tetap waspada,” ucapnya.

Wimboh menyebut dalam rangka pendalaman pasar modal, dukungan infrastruktur juga krusial agar semua proses di pasar modal dapat dilakukan secara elektronik, sehingga transaksi bisa dilakukan secara cepat oleh investor di manapun.“Kami sambut baik bahwa akhir-akhir ini banyak basis investor yang terjadi di pasar transaksinya adalah transaksi ritel. Ini harus terus kita lakukan agar ini semakin meluas sehingga kalau banyak investor-investor ritel, volatility bisa dikendalikan dengan lebih baik,” ucapnya. 

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Polisi Lakukan Olah TKP Kecelakaan Maut di Cipali

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan maut di Tol Cipali. Olah TKP dilakukan dengan alat 3D guna mengurai kronologi dan penyebab terjadinya kecelakaan.

OJK Minta Kominfo Rampungkan UU Perlindungan Data PribadiKetua DK OJK Wimboh Santoso menilai Undang-undang Perlindungan Data Pribadi diperlukan untuk mendukung pendalaman pasar keuangan di dalam negeri. WKWKWKKWKW biar ada kerjain selain blokir blokir blokir yeu Smasa pandemi ini memang banyak yg menggunakan transaksi berbasis daring. Perlindungan data pribadi sangat dibutuhkan, sebab meningkatnya jumlah pengusaha ritel didominasi sama kalangan muda yg melek teknologi. Kalo gak ada perlindungan bisa2 rusak dipasar keuangan. Data pribadi itu hak seseorang yg mestinya dilindungi dengan menghadirkan payung hukum yg kuat. Agar tidak terjadi pencurian data.

OJK: Perbankan Hadapi Permintaan Kredit yang Masih Rendah |Republika OnlineKinerja pasar modal mulai naik setelah tertekan masa pandemi Covid-19

OJK Bekukan Kegiatan Usaha Nasorasudha Mega Ventura |Republika OnlineKegiatan usaha dibekukan karena tak penuhi ketentuan bidang perusahaan modal ventura.

OJK: 73 Persen Transaksi di Pasar Saham Berupa RitelKinerja pasar modal di Indonesia akhir-akhir ini sudah mulai menggeliat kembali.

OJK Sebut Pengesahan UU Cipta Kerja di Momen yang TepatOJK menilai pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan pada saat yang tepat.

OJK Akui Pasar Modal RI Kerap Dikritik Investor Asing'Kebanyakan kritik dari investor asing bahwa (pasar modal) Indonesia ini belum begitu dalam,' ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.