Jokowi Masukkan UU Pasar Modal ke Omnibus Law Sektor Keuangan

30/01/2020 11:57:00

Jokowi Masukkan UU Pasar Modal ke Omnibus Law Sektor Keuangan

Pensiun, Pasar Modal

Jokowi Masukkan UU Pasar Modal ke Omnibus Law Sektor Keuangan

Pemerintah memasukkan UU Pasar Modal dan Dana Pensiun ke Omnibus Law sektor keuangan karena lama tak dievaluasi.

Baca lebih lajut: CNN Indonesia »

Ini Kata Wamenkeu Soal Dampak Virus Corona ke Ekonomi dan Pasar ModalWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan dampak virus corona yang merebak dari Wuhan. Nggak ngaruh ama ekonomi Indonesia pak.. udah 5th tanpa corona pertumbuhan ekonomi Indonesia mendek..

DPR Ragu UU Omnibus Law Memihak Tenaga Kerja Dalam NegeriUsai mendengar masukan para pengusaha dari KADIN dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), DPR RI malah semakin meragukan Omnibus Law . OmnibusLaw via detikfinance detikfinance Jgn hanya mengdengar satu sisi saja....! detikfinance Tumben detikfinance Klo bner DPR dr rakyat,,, Berpihak lah pada buruh, Buruh itu representasi rakyat Indonesia yg sebenarnya,

5 Fakta Pasar Wuhan, Lokasi Sumber Virus Corona: Pasar Terbesar hingga Sembelih Hewan di TempatPasar ikan di Huahan, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China diyakini oleh para ahli menjadi tempat penyebaran pertama Virus Corona.

Sama-Sama Menjual Hewan Liar, Begini Perbedaan Pasar Tomohon dan Pasar Huanan di WuhanPasar Tomohon selama ini terkenal sebagai tempat penjualan daging-daging hewan ekstrem yang masih buka di tengah merebaknya wabah virus corona di berbagai negara di dunia. Kearifan lokal kan yee. Pasti byk sebagian masyarakat yg kontra seiring dgn perkembangan intelektual. Sblm menghakimi, ayo kita telusuri akar budaya Indonesia lebih dulu. Sejarah kebhinekaan Indonesia adlh tanggung jawab kita kepada anak cucu kita.✌

MES dan HCY Inisiasi Pasar Beringharjo Jadi Pasar HalalMasyarakat Ekonomi Syariah dan Halal Club Yogyakarta inisiasi Beringharjo pasar halal

Mendag Gelar Operasi Pasar di Pasar Sido Makmur, BloraKementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar operasi pasar di Pasar Sido Makmur, Blora, Jawa Tengah, untuk menekan harga bahan-bahan pokok sehingga terjangkau bagi masyarakat.

Omnibus Law di sektor keuangan yang saat ini tengah digodok.Suahasil mengatakan virus corona yang menyebar dengan begitu pesat berpengaruh terhadap ekonomi global.Pasalnya, banyak capaian dunia usaha yang dipaparkan lewat investasi namun tak sejalan dengan penyerapan ketenagakerjaan di dalam negeri.TRIBUNNEWS.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan uu tersebut sengaja dikaji ulang karena sudah lama tak dievaluasi. Evaluasi akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi saat ini. Perkiraan terhadap potensi yang sempat positif akhir tahun lalu mulai berbalik arah dan dikhawatirkan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah tahun ini. Namun, ia masih enggan membocorkan poin apa saja yang akan ditambahkan atau diganti dari kedua beleid tersebut. Roeslani sebelumnya, disebutkan bahwa sepanjang 2019 lalu terjadi peningkatan investasi akan tetapi lapangan kerja berkurang lantasan investasi yang masuk fokus pada sektor jasa sehingga penyerapan tenaga kerja kurang maksimal. "Ada beberapa pemikiran baik uu di sektor keuangan Indonesia kan sudah cukup berumur, seperti UU Dana Pensiun dan UU Pasar Modal. Kalau ekspektasi menurun, khawatirnya membawa penurunan pertumbuhannya," ujar Suahasil ketika memberi keterangan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Nah, kira-kira perlu tidak kami kaji.com, Pasar Ikan Huahan merupakan pasar ikan terbesar di Wuhan, bahkan China Tengah.

Kalau perlu kaji ya dilakukan," ungkap Suahasil, Kamis (30/1). Berdasarkan data terakhir Biro Statistik China, pertumbuhan ekonomi negara tersebut berada di kisaran 6,1 persen. Hal itu memungkinkan, kata Rosan, bila seluruh hambatan terhadap investasi dapat dipangkas dalam Omnibus Law. Lihat juga: BKPM Catat Realisasi Investasi Tembus Rp809,6 T pada 2019 Namun, Ia mengatakan sejauh ini RUU Omnibus Law di sektor keuangan belum menjadi prioritas. Beleid tersebut juga tak masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional atau Prolegnas Prioritas 2020. Suahasil mengatakan, pihaknya tengah memantau lebih lanjut pergerakan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. Empat RUU Omnibus Law yang sudah masuk Prolegnas Prioritas 2020, antara lain RUU tentang Ibu Kota Negara, RUU tentang Kefarmasian, RUU tentang Cipta Lapangan Kerja, dan RUU tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian. "Pernyataan bapak tadi adalah kita butuh investasi baru untuk mengatasi pengangguran yaitu dengan omnibus law. Lebih lanjut Suahasil menjelaskan pemerintah akan segera memberikan Surat Presiden (Surpres) terkait RUU Omnibus Law tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kalau ini menyebar lebih cepat, pertumbuhan ekonominya lebih cepat," ujar dia. Menjual makanan Laut hingga aneka satwa liar Pasar ikan Huahan dikenal sebagai pasar makanan laut (seafood).

"Menyerahkan di DPR ya sesegera mungkin. Secepatnya, secepatnya," katanya. Menurutnya, derasnya investasi dan berbagai kemudahan yang sudah disediakan pemerintah saat ini malah semakin menyurutkan pendapatan pengusaha kecil di daerah. [Gambas:Video CNN] Ia bilang seluruh RUU Omnibus Law yang dirancang pemerintah akan mengerek pertumbuhan ekonomi domestik. Namun, Suahasil tak menyebut pasti target pertumbuhan ekonomi ke depan setelah rancangan aturan Omnibus Law rampung. "Omnibus Law yang sekarang siap dibicarakan dengan DPR, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan lebih tinggi pada masa mendatang. Simak Video" Omnibus Law, Jurus Jokowi Buat RI Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Global ".uk) Halaman selanjutnya arrow_forwardHalaman1234.

Ini jangka panjang ya, pokoknya lebih tinggi dari sekarang," jelas Suahasil. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 cuma 5,02 persen secara tahunan. Realisasi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen. Capaian tersebut juga lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. Sementara, pertumbuhan ekonomi secara kuartal tercatat 3,06 persen.

Angka tersebut juga melambat dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang sebesar 3,09 persen. (aud/agt) .