Bupati Sleman, Bupati Sleman Positif Corona, Bupati Sleman Positif Covid-19, Vaksin Covid-19, Covid-19

Bupati Sleman, Bupati Sleman Positif Corona

Bupati Sleman Kena COVID-19 Usai Divaksin, Inikah Penyebabnya?

Bupati Sleman Sri Purnomo positif COVID-19 usai terima vaksin. Ini alasan masih bisa kena Corona meski sudah divaksinasi.

22/01/2021 8:41:00

Bupati Sleman Sri Purnomo positif COVID-19 usai terima vaksin. Ini alasan masih bisa kena Corona meski sudah divaksinasi.

Bupati Sleman Sri Purnomo positif COVID-19 usai terima vaksin. Ini alasan masih bisa kena Corona meski sudah divaksinasi.

Melalui akun Twitter pribadinya, Sri Purnomo mengatakan sempat batuk-batuk kecil dan demam sebelum dinyatakan positifCOVID-19. Saat ini ia menjalani isolasi mandiri di rumah karena tidak menunjukkan gejala apapun sehingga tak harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Jakarta, Kota Pertama di Asia Tenggara Raih Penghargaan STA |Republika Online Permukiman di Kebon Pala Kembali Banjir |Republika Online Disoal JK, Sutiyoso Sudah Tak Ingat soal Izin Pembangunan Mal di Kemang

"Meskipun beberapa waktu lalu saya telah divaksin sebagai pencegahan penyebaran COVID-19, saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat," tulisnya.Beberapa pakar mengatakan masih sangat mungkin terinfeksi COVID-19 setelah mendapat dosis pertama vaksin. Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro menyebut antibodi COVID-19 tak langsung terbentuk usai vaksinasi. Seseorang tak bisa serta merta menjadi kebal setelah suntik.

"Kita nggak langsung tinggi antibodinya, kita perlu waktu untuk meningkatkan antibodi, paling tidak setelah dua kali suntik itu 14 hari sampai 1 bulan baru dia maksimal antibodi," katanya beberapa waktu lalu.Sulit untuk menentukan waktu keterpaparan. Seseorang dapat terkena virus sebelum divaksinasi dan menunjukkan gejala setelahnya. headtopics.com

Baca juga:4 Fakta Uji Klinis di Balik Tertularnya 25 Relawan Vaksin Sinovac di BandungPusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa dibutuhkan waktu berminggu-minggu bagi tubuh seseorang untuk membangun kekebalan setelah divaksinasi.

"Itu berarti ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan COVID-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan jatuh sakit," tulis CDC di laman resminya. Hal ini juga terjadi karena vaksin tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Nicole Iovine, pakar penyakit menular dan kepala epidemiologi rumah sakit di University of Florida Health, mengatakan bahwa rata-rata orang membutuhkan 10 hingga 14 hari untuk membangun sejumlah antibodi pelindung, tetapi setiap orang berbeda."Setiap hari, kemungkinan Anda terinfeksi sedikit berkurang," katanya."Setiap orang dapat membuat respons kekebalan lebih cepat atau lebih lambat dari rata-rata," ujarnya dikutip dari USA Today.

Baca lebih lajut: detikcom »

Penampungan Anjing Difabel di Thailand

Salah satu tempat penampungan anjing di Chonburi, Thailand, tak hanya menampung anjing liar, tapi juga anjing difabel. Pemilik penampungan ini adalah warga Swedia yang pindah ke Chonburi pada 2002, di mana saat itu ia tak tega melihat anjing-anjing terlantar.

Kan tdk hubungannya baru vaksin trs jadi kebal. Butuh waktu dan mengulang vaksin. Jadi stlh vaksin hrs tetap ikut protokol kesehatan. Tx guna vaksin agar kondisi tubuh kita bila terkena covid tidak parah kondisinya bukan untuk mencegah Inilah akibatnya jika tidak ada yg ksh tau kalo imunitas tumbuh biasanya 3 bulan aetelah vaksin

itu msih vaksin awal kan. sdngkan vaksin 2x jangka 2mggu. Teu guna vaksin teh kalah we riweuhna marasang dp Sukseskan Vaksin. Preet 😷😷😷 Ya karena masih sekali dosis. Kan jatah nya 2