Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang: 'Hari gelap sepak bola', FIFA dan Liga Primer Inggris ungkap duka - BBC News Indonesia

02/10/2022 10.19.00

Korban meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan mencapai 174 orang, hingga Minggu siang, menurut keterangan resmi. Korban jiwa dalam tragedi ini menjadi bencana terbesar kedua dalam sejarah sepak bola global.

Korban meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan mencapai 174 orang, hingga Minggu siang, menurut keterangan resmi. Korban jiwa dalam tragedi ini menjadi bencana terbesar kedua dalam sejarah sepak bola global.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang adalah “hari gelap” dalam sepak bola sementara klub-klub Liga Primer Inggris mengungkap duka atas tragedi yang sejauh ini menyebabkan 174 orang meninggal dan sekitar 300 luka-luka.

Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, setelah kerusuhan pada Sabtu (01/10).Mereka berhamburan masuk ke lapangan dengan meloncati pagar, sebagaimana dilaporkan"Karena gas air mata itu, mereka pergi ke luar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, seperti dikutip kantor berita

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Baca lebih lajut:
BBC News Indonesia »

Laaaaah tentara aja ditendang......

Pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, Soal Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 130 OrangPresiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan belasungkawa untuk para korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Soal Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA: Sebuah Tragedi di Luar Pemahaman - Pikiran Rakyat TasikmalayaPresiden FIFA Gianni Infantino buka suara terkait tragedi meninggalnya ratusan suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Tiati diserang bajerp Tan_Mar3M Baru tau ya FIFA kami ikhlas sanksi yg kau berikan kpd PSSI.

Presiden FIFA soal Kanjuruhan: Hari yang Gelap di SepakbolaGianni Infantino, Presiden FIFA mengucapkan duka cita mendalam terhadap Tragedi Kanjuruhan. Baginya tragedi itu jadi hari yang gelap di sepakbola.

Presiden FIFA Keluarkan Pernyataan atas Tragedi Kanjuruhan: Ini Hari yang Gelap bagi SemuaPresiden FIFA Gianni Infantino mengeluarkan pernyataan atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan sedikitnya 174 orang. Turut berduka cita utk korban kerusuhan sepak bola. Sangat di sayangkan ketika sepak bola Indonesia sudah mulai membaik dicederai dg peristiwa macam ini Z-

Pernyataan Presiden FIFA soal Tragedi Stadion KanjuruhanPresiden FIFA, Gianni Infantino turut buka suara terkait dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022.

Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Bahkan Gagal PahamPresiden FIFA Gianni Infantino mengaku terkejut sekaligus gagal paham atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang pendukung sepak bola.

Sementara itu, Persebaya melalui Twitter mengucapkan duka cita kepada korban jiwa.TEMPO.PR TASIKMALAYA - Presiden FIFA Gianni Infantino buka suara terkait tragedi meninggalnya ratusan suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022."Dunia sepakbola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan," ujarnya.

Apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan? Sumber gambar, Keterangan gambar, Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, setelah kerusuhan pada Sabtu (01/10). Stadion Kanjuruhan menjadi tuan rumah laga pekan ke-11 Liga 1 2022-20233 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). Infantino menyampaikan pernyataan untuk menyikapi peristiwa kerusuhan usai laga Liga 1, Arema FC vs Persebaya Surabaya, yang menewaskan 130 orang. Namun, gol Sho Yamamoto pada menit ke-51, memastikan Arema kalah di hadapan Persebaya dengan skor 2-3.com dari FIFA pada Minggu, 2 Oktober 2022. Hasil pertandingan derbi Jatim ini ternyata tidak bisa diterima sebagian pendukung Arema FC dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.'Dunia sepak bola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” kata Gianni Infantino. Mereka berhamburan masuk ke lapangan dengan meloncati pagar, sebagaimana dilaporkan Kompas.

com.' 'Saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini. Baca Juga: Insiden Kanjuruhan Malang, Polisi Lakukan Evaluasi Pemakaian Gas Air Mata "Ini adalah hari yang gelap untuk semua yang terlibat dalam sepak bola dan tragedi di luar pemahaman," ujar Presiden FIFA. Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Petugas pun melepaskan gas air mata.”Menurut data terbaru, Minggu Siang, Tragedi Kanjuruhan menelan korban 130 orang tewas. "Karena gas air mata itu, mereka pergi ke luar ke satu titik, di pintu keluar.. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, seperti dikutip kantor berita Antara. Korban tewas di Stadion Kanjuruhan itu hanya berada di bawah kerusuhan di Stadion Nasional (Estadio Nacional), Lima, Peru, saat laga Peru vs Argentina pada 1964, yang mencapai 326 orang.

Antara Foto Keterangan gambar, Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). "Kami juga ingin menyampaikan bahwa dari 40.'Kami berharap kejadian ini tidak menjadi rujukan atau landasan FIFA untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan Indonesia dan, khususnya, PSSI,' kata Yunus dalam konferensi pers di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.000 penonton yang hadir kurang lebih, tidak semuanya anarkis, tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap di atas [tribun]," kata Nico.FIFA, kata Yunus, memang meminta keterangan langsung dari PSSI lantaran banyaknya korban meninggal dunia. Hingga Minggu siang, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 174 orang, menurut Kadinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Widodo dalam wawancara media.

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.Sampai Minggu siang, tercatat 130 orang kehilangan nyawa akibat huru-hara tersebut. Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut. Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri. Kami terus menyampaikan kepada FIFA kabar terbaru soal kejadian tersebut,' kata Yunus menambahkan. Di media sosial, video ketika massa turun ke area lapangan dan polisi melakukan tindakan pengamanan beredar luas. Seorang saksi mata, Dwi, kepada Kompas menceritakan detik-detik terjadinya peristiwa kelam itu. Akan tetapi, dirinya yakin FIFA tidak akan mengambil keputusan secara instan.

Dwi mengaku melihat banyak orang terinjak-injak usai gas air mata ditembakkan polisi ke arah tribun penonton. "Selain itu saya lihat ada banyak orang terinjak-injak, saat suporter berlarian akibat tembakan gas air mata," ujarnya, Sabtu. Banyaknya korban meninggal, menurut Yunus terjadi karena terjepit di kerumunan suporter yang berdesak-desakan. Apa kata PSSI dan Kemenpora? Sumber gambar, Antara Foto Keterangan gambar, Sebuah mobil terbalik akibat kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, Minggu (2/10/2022). "PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Ada puluhan ribu penonton yang ingin keluar sehingga terjadi tragedi tersebut,' kata Yunus menjelaskan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut,” tulis Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melalui keterangan resmi di situsnya .

PSSI, sebutnya, “langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang”, selain juga “mendukung kepolisian untuk menyelidiki kasus ini”. Polisi kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan yang membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. Karena tragedi ini, kompetisi Liga 1 2022/2023 dihentikan selama sepekan dan Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi, sebut Iriawan. Di hari yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berjanji akan mengevaluasi kondisi keamanan dalam pertandingan sepakbola dan mempertimbangkan laga digelar tanpa penonton, seperti dilaporkan Reuters . Jumlah pendukung yang membutuhkan bantuan medis tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan. "Ini harus diinvestigasi, tak bisa dibiarkan, dan harus menjadi yang terakhir," kata Menpora Amali kepada Kompas TV dalam program Breaking News. "Ini sangat memprihatinkan kita semua.FIFA | ANTARABaca Juga: Pemerintah Provinsi Jatim Santuni Korban Tragedi Kanjuruhan, Simak Nilainya.

Kita turut berduka cita atas musibah ini, di tengah kita sedang mempersiapkan diri untuk melakukan kegiatan-kegiatan sepak bola yang bahkan untuk tingkat dunia," kata dia. Aturan FIFA tentang gas air mata Sumber gambar, Antara Foto Keterangan gambar, Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Dalam , badan sepak bola dunia FIFA menetapkan petugas keamanan atau polisi tidak boleh membawa senjata api atau “gas pengendali massa” dalam pertandingan sepak bola. Polda Jawa Timur tidak menjawab pertanyaan tentang apakah pihaknya mengetahui aturan ini, lapor Reuters. Namun dalam keterangannya kepada pers pada Minggu (02/10), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta berkata massa telah anarkis.

“Mereka menyerang petugas, merusak mobil,” kata Nico, setelah Arema kalah dari Persebaya, sehingga polisi menembakkan gas air mata untuk “mengontrol situasi”. Menurut Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH), ada dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use force) melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur ini menjadi penyebab banyaknya korban jiwa. “Seluruh pihak yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan dan evaluasi yang menyeluruh terhadap pertandingan ini,” kata YLBHI dalam siaran persnya. Topik terkait .