Roti Kukus Panggang, Rokupang, Rokupang Dotuko, Kuliner

Roti Kukus Panggang, Rokupang

Rokupang Dotukuo Buka Peluang Kemitraan

Rokupang Dotukuo Buka Peluang Kemitraan

09/08/2019 12:26:00

Rokupang Dotukuo Buka Peluang Kemitraan

Rokupang Dotukuo memberikan promo diskon 50 persen untuk kemitraan waralaba.

Belakangan, terdapat kuliner baru yang sangat digandrungi kalangan milenial. Jenis kuliner yang sedang viral ini, hadir dalam bentuk roti kukus atau panggang, yang menjadikannya berbeda dari santapan roti lainnya.Kuliner ini dikenal dengan sebutan roti kukus panggang atau Rokupang. Bahkan, ada yang meringkasnya menjadi Ropang ataupun Rokus.

Pengacara Ceritakan Detik-detik Penangkapan Gus Nur Langka! Anak Anjing Berwarna Hijau Lahir di Italia Tiket Murah Disebar, Garuda Menanti Peningkatan Penumpang

Tentunya, tidaklah mengherankan jika kemudian banyak yang menawarkan franchise atau waralaba roti kukus panggang ini. Salah satunya, Rokupang Dotuko yang dinilai memiliki banyak perbedaan dengan brand lainnya."Roti Kukus Panggang Dotuko menggunakan roti khusus, yaitu roti pandan. Oleh karena itu, warna rotinya hijau dan aromanya harum menggugah selera," ujar Dyah selaku Marketing Supervisor Ropang Dotuko, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurut Dyah, dengan bentuk booth atau gerobak kayu yang sangat kekinian dan eye catching, membuat banyak orang semakin penasaran."Tak heran, banyak mitra kami yang bisa menjual lebih dari 100 porsi dalam sehari. Bahkan, saat kami pertama kali buka outlet di alun-alun, 150 porsi ludes dalam waktu 2 jam," sebut Dyah.

Dyah mengakui, meskipun pihaknya bukan yang pertama memasarkan roti kukus panggang, Rokupang Dotuko selalu berinovasi dengan menghadirkan aneka pilihan topping."Kami mempunyai varian Rokupang asin dan manis. Kalau dihitung, sekarang kami mempunyai 23 varian topping khas Rokupang Dotukuo yang tidak dimiliki brand lainnya," jelas Dyah.

Dyah menambahkan, sesuai dengan misi perusahaan bahwa menjadi pengusaha merupakan hak semua orang, Rokupang Dotuko menawarkan peluang kemitraan atau waralaba dengan paket investasi yang sangat terjangkau, sebesar Rp 15 juta. Nilai tersebut, sudah termasuk booth kayu kekinian yang bisa dibongkar pasang dengan cepat, sehingga mudah dibawa kemana-mana.

"Untuk calon mitra yang memutuskan bergabung dengan Dotukuo di bulan ini, hanya perlu membayar sebesar Rp 7,5 juta. Kami berikan potongan diskon sebesar 50 persen, untuk membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat menjadi pengusaha," pungkas Dyah.

Baca lebih lajut: BeritaSatu »

Episode 50 feat. Robertus Robet: Siapa Bilang Tempo Cuma Kritik Pemerintahan Jokowi?

Listen to this episode from Apa Kata Tempo on Spotify. Setiap pemimpin akan melalui masa ‘bulan madu’ dengan pendukungnya pada tahun-tahun pertama menjabat. Begitu janji-janji politiknya tidak kunjung terealisasi, tahun-tahun berikutnya akan terisi oleh kritik. Apalagi jika kebijakannya tidak berpihak pada kepentingan publik. Hal ini juga berlaku pada presiden Joko Widodo. Di satu tahun periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo banyak ditempa kritik. Terkait pelemahan KPK, sengkarut penanganan pandemi COVID-19, kisruh omnibus law Cipta Kerja, hingga makin maraknya represi di ranah digital. Tempo mengambil peran untuk aktif mengkritik pemerintah. Hingga beberapa pihak beranggapan Tempo selalu ‘menyerang’ pemerintahan Jokowi. Namun faktanya, berdasarkan arsip, Tempo selalu mengkritik pemerintahan apabila tidak sejalan dengan kepentingan publik -terlepas dari siapapun presidennya. Di episode 50 ini, Arif Zulkifli (Azul) dan Lisa Siregar ditemani oleh Robertus Robet, membedah sejumlah opini yang pernah diangkat Tempo saat mengkritik Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, hingga Gus Dur. Selamat mendengarkan. Tautan arsip opini Tempo yang dibahas: Kapankah Gusdur Berhenti Terbang Jangan Perpanjang Darurat Militer Aceh SBY-JK, Duet atau Duel Rapor yang Tak Mengesankan Audio clips credit: Jokowi Bantah Dinasti Politik, Akui Gibran dan Bobby Susah Cari Partai © 2020 KOMPASTV Harga Masker Mahal, Menkes: Salahmu Sendiri Kok Beli Ya © 2020 KOMPASTV Menkominfo: Kalau Menurut Pemerintah Hoaks, Ya Hoaks (Part 4) | Mata Najwa © 2020 Najwa Shihab Temu Wicara Presiden Soeharto pada Hari Anak Nasional di Istana 13-07-1994 © HM Soeharto

Berminat Ikut Pertukaran Pelajar? Simak Tips BerikutIkut pertukaran pelajar bantu buka peluang dan perluas wawasan.

Buka Peluang Bisnis, Thailand Pemerkan Produk KesehatanDepartement of International Trade Promotion dan Thai Trade Center Jakarta menyelenggarakan pameran produk kesehatan di...

Huawei Tuntut Ratusan Juta ke Eks Mitra di Amerika, Mengapa?Putusnya hubungan kemitraan Huawei dan mantan pemasoknya Flex semakin buruk

KPK Buka Peluang Dampingi PLN Dalam Tata Kelola OrganisasiKPK bakal mendalami soal pemadaman yang terjadi di sebagain wilayah Pulau Jawa, Minggu (4/8) lalu. Namun, pendalaman itu bersifat asistensi bukan penindakan

Pemerintah Buka Peluang Swasta Bisa Jadi Pejabat Eselon IPemerintah berupaya menciptakan birokrasi yang lebih baik dengan adanya reformasi, dengan menjadikan pihak swasta untuk memangku jabatan tinggi setingkat eselon I hingga eselon III. Swasta via detikfinance detikfinance Mantep pak kempanrb!!! Ditunggu gebrakannya, JANGAN LAMA-LAMA👌 detikfinance Gk salah ini ? 🤣 detikfinance Alah mana mau pengusahanya

Hari ini, forum film hingga festival seni rupaBerikut agenda di Jakarta pada Kamis seputar film, seni rupa dan pameran fashion.\r\n\r\n1. Fantastic Film: Tren dan Peluang\r\nForum yang membahas peluang kreasi ...