Ri, İndonesia, Malaysia

Ri, İndonesia

RI-Malaysia Siap Selesaikan Sengketa Maritim di 2 Perbatasan

RI-Malaysia Siap Selesaikan Sengketa Maritim di 2 Perbatasan

18/10/2021 14:51:00

RI- Malaysia Siap Selesaikan Sengketa Maritim di 2 Perbatasan

Pemerintahan Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia siap menyelesaikan masalah maritim di dua perbatasan kedua negara.

siap menyelesaikan masalah maritim di dua perbatasan kedua negara.Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, saat menerima kunjungan Menlu Malaysia, Dato' Saifuddin Abdullah.Lihat Juga :Ricuh soal Alquran di Lutut Dewa Hindu Bangladesh, 2 Tewas

Tiba-tiba Giring, dari Capres lantas Ketua Umum PSI Anak Buah Erick Thohir Minta Ahok Tak Berlagak Seperti Dirut Pengumuman! Indonesia Tak Akan Ikut Miss Universe 2021 di Israel

Dalam rilis resmi Kemenlu RI yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (18/10), sejumlah topik dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya adalah soal penyelesaian masalah perbatasan maritim kedua negara debgan jalan damai."Terkait dengan percepatan penyelesaian batas maritim kedua negara, kita menyambut baik bahwa Tim teknis kedua negara saat ini pada tahap akhir untuk dapat menyelesaikan batas maritim untuk laut territorial di segmen," ujar Retno Marsudi.

Pentelesaian masalah maritim perbatasan RI-Malaysia yang dibahas adalah di wilayah Selat Malaka bagian selatan dan Laut Sulawesi.Lihat Juga :Kronologi Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes"Kami sepakat agar isu yang masih belum selesai agar dapat diselesaikan. Indonesia berharap akan dapat tercapai kemajuan yang signifikan dalam waktu dekat," ujar Retno. headtopics.com

"Selain itu kita juga membahas upaya untuk menyelesaikan perundingan batas maritim kedua negara tentunya sesuai dengan hukum internasional."Cara RI dan Malaysia dalam menyelesaikan masalah perbatasan negara secara damai, lanjut Retno, diharapkan bisa jadi pesan penting di kawasan Asia Tenggara.

Lihat Juga :Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Modernisasi Turki"Upaya penyelesaian negosiasi ini akan memberikan pesan penting bagi semua pihak mengenai prinsip penyelesaian isu melalui cara damai dan sesuai dengan hukum internasional dalam hal ini UNCLOS 1982," kata Retno.

Ia juga mengomentari terkait situasi kawasan seperti di Laut China Selatan yang terus memanas dengan pamer kekuatan senjata di antara negara-negara kuat."Khususnya meningkatnya rivalitas kekuatan besar di kawasan. Kita berdua sepakat bahwa upaya menjaga kawasan yang damai dan stabil harus terus dilakukan," tutur Retno.

Baca lebih lajut: CNN Indonesia »

Apakah tren bersepeda bakal berlanjut setelah pandemi? - BBC News Indonesia

Jumlah pesepeda di Jakarta disebut meningkat hingga 1.000% setelah pembatasan sosial dicabut. Apakah ini pertanda akan semakin banyak orang berpergian dengan sepeda sehari-hari?

Jangan sampai sipadan ligitan terulang

RI-Malaysia Sepakat Saling Akui Sertifikat Vaksin Covid-19 |Republika OnlinePertemuan Menlu RI dan Malaysia menyepakati pengakuan vaksin Covid-19 antar negara Malaysia jangan mau di ajak Indonesia jadi mafia vaksin utk keuntungan kepentingan dan keuntungan RRC KOMUNIS

WN 19 Negara yang Boleh Masuk RI Nggak 'Gratis', Luhut Minta IniWarga negara asing dari 19 negara di dunia sudah bisa masuk ke Indonesia. Salah satu tujuan yang diperbolehkan adalah ke Bali. Tapi ada syaratnya.

Komnas: RI Harus Samakan Prokes Covid-19 dengan Saudi |Republika OnlineRI bersama Arab Saudi harus samakan persepsi tentang protokol kesehatan Covid-19

Kendaraan BBM Berhenti Dijual di 2040, RI Banjir Investasi Mobil ListrikIndonesia kebanjiran investasi pada sektor industri kendaraan listrik. Mulai dari pabrik pembuatan baterainya sampai ke pembuatan kendaraannya.

Implementasi RCEP, RI Memetik Untung atau Buntung?RCEP bakal diimplementasikan awal 2022. Akankah perjanjian ini menguntungkan atau justru membuat buntung RI? Tak sekadar ketuk palu ratifikasi RCEP, RI juga perlu memiliki analisis dan strategi mengatasi risikonya.

Forum Bisnis RI-Amerika Latin Raup Transaksi Rp1,23 TriliunTerdiri dari transaksi dagang yang telah disepakati sebesar US$19,08 juta atau Rp268 miliar dan komitmen dagang US$68,88 juta