Patung Dewa Hindu Asal Kamboja Berumur 1.500 Tahun Dipamerkan di Amerika

26/06/2022 17:00:00

Pameran di Museum Nasional Seni Asia di Smithsonian menampilkan sebuah patung dewa Hindu yang diukirkan pada salah satu gunung di Kamboja sekitar tahun 600.

Asia Pasifik, Dunia

Pameran di Museum Nasional Seni Asia di Smithsonian menampilkan sebuah patung dewa Hindu yang diukirkan pada salah satu gunung di Kamboja sekitar tahun 600.

Pameran di Museum Nasional Seni Asia di Smithsonian menampilkan sebuah patung dewa Hindu yang diukirkan pada salah satu gunung di Kamboja sekitar tahun 600. Jurnalis VOA Chetra Chap melaporkan tentang pentingnya patung Hindu itu bagi Kamboja yang kini mayoritas penduduknya beragama Budha.

Kini, patung agung berjudul “Krishna Mengangkat Gunung Govardhan” itu tengah ditampilkan dalam sebuah pameran di Museum Nasional Seni Asia di Smithsonian, Washington, DC.“Kami sebenarnya tahu lokasi asli patung ini. Ia berada di dalam kuil gua sekitar setengah jalan ke atas gunung. Patung ini sengaja dipajang di lokasi tersebut. Pameran ini mencoba membawa lansekap asli dan seluruh budaya keagamaan dan sosiologi yang menciptakan mahakarya ini ke dalam ruang museum kami," kata Emma Stein, asisten kurator Smithsonian.

Baca lebih lajut: VOA Indonesia »

Momen Prabowo Subianto Balas Sindiran 3 Kali Kalah di Pilpres

“Ada yang bertanya, mungkin nyindir-nyindir, sudah sekian kali kalah kok mau maju lagi? Mungkin mereka tidak mengerti arti pejuang,” Baca lebih lajut >>

Cerita di Balik 2 Patung Presiden Soeharto pada Bukit di PonorogoIni dia asal usul dua patung Presiden Soeharto di Bukit Soeharto Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Kembali Gelar Tradisi Unik, Begini Keseruan Warga 'Perang Pandan' Sebagai Wujud Syukur ke Dewa IndraTradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun ini merupakan wujud syukur warga kepada Dewa Indra atau Dewa Perang yang sampai saat ini masih dilestarikan.

Perenang Asal Amerika Pingsan dan Tenggelam Saat Tampil di Kejuaraan Dunia FINASebuah kejadian tak biasa menjadi sorotan dalam ajang Kejuaraan Akuatik Dunia FINA ketika seorang perenang artistik Amerika kehilangan kesadaran saat berada di dalam air.

Viral Video WNI Diduga Dianiaya di Kamboja, Kemlu: Belum Dapat Dikonfirmasi Kebenarannya“Setelah dilakukan penelusuran hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi kebenaran kejadian tersebut dengan peristiwa yang menimpa 35 WNI di Bhavet,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Judha Nugraha. | Nasional

Bali United Siapkan Senjata Mematikan Hadapi Visakha FCBali United siapkan Privat Mbarga, pemain yang berpengalaman di sepakbola Kamboja.

Bali United Vs Visakha FC, Privat Mbarga Sangat Dikenal Lawan Asal KambojaVisakha FC tak asing dengan sosok Privat Mbarga, penyerang yang kini menjadi kunci permainan Bali United.

Hampir 1.SOLOPOS.Inilah Tradisi Mekare-Kare atau Perang Pandan yang terlihat berbahaya tapi justru mempersatukan pemuda Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Karangasem, Bali.Dunia WowKeren - Berpartisipasi dalam ajang perlombaan internasional bisa menjadi hal yang membanggakan bagi atlet pada umumnya.

500 tahun lalu, sebuah patung monumental Dewa Krishna dalam agama Hindu diukirkan pada gunung suci Phnom Da di Kamboja selatan. Baru-baru ini, patung itu dibawa ke Prancis, Belgia dan Spanyol, sebelum akhirnya tiba di Amerika Serikat. (Solopos. Kini, patung agung berjudul “Krishna Mengangkat Gunung Govardhan” itu tengah ditampilkan dalam sebuah pameran di Museum Nasional Seni Asia di Smithsonian, Washington, DC. “Kami sebenarnya tahu lokasi asli patung ini.com, PONOROGO Kabupaten Ponorogo , Jawa Timur (Jatim), memang identik dengan Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Ia berada di dalam kuil gua sekitar setengah jalan ke atas gunung. Pelatih tim Amerika Serikat Andrea Fuentes segera menyadari ada yang tidak beres dan bergegas terjun ke kolam.

Patung ini sengaja dipajang di lokasi tersebut. Adanya dua patung Presiden Soeharto inipun menjadi tanda tanya bagi wisatawan yang berkunjung di bukit itu. Pameran ini mencoba membawa lansekap asli dan seluruh budaya keagamaan dan sosiologi yang menciptakan mahakarya ini ke dalam ruang museum kami," kata Emma Stein, asisten kurator Smithsonian. Seorang pemuja Hindu memegang dupa saat melakukan ritual di depan patung dewa. Promosi Cara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok! Kepala Pengelola Bukit Soeharto Ponorogo, Wahyu Bintoro, pun mengungkapkan alasan adanya dua patung presiden yang semasa hidup dijuluki The Smiling General itu. (Foto: Reuters) Pameran berjudul “Mengungkap Krishna: Perjalanan ke Gunung Suci Kamboja” itu berfokus pada sang patung Krishna, yang dipugar oleh staf Museum Seni Cleveland yang bekerja sama dengan Museum Nasional Kamboja. Sebelum abad ke-13, Kamboja, yang kini merupakan negara berpenduduk mayoritas Budha, sempat menjadi kerajaan Hindu dengan berbagai bangunan dan patung Hindu. Namun, patung itu rupanya tidak sesuai ekspektasi karena dianggap tidak mirip dengan Presiden Soeharto."Tapi dia merasa baik sekarang, dia dalam kondisi terbaiknya.

Patung “Krishna Mengangkat Gunung Govardhan” sendiri mengilustrasikan Krishna kecil, yang berusia delapan tahun, mengangkat sebuah gunung dengan hanya satu jari untuk melindungi warga desa dan ternak mereka dari terjangan badai yang dikirim dewa hujan, Indra, yang tengah marah. “Gambaran Krishna yang mengangkat gunung ini berada di dataran banjir di Delta Sungai Mekong – sebuah kawasan pertanian yang bergantung pada musim hujan. Dia memaklumi bahwa yang mengerjakannya memang bukan tenaga professional atau seniman patung. Gambaran banjir dan badai ini pasti sangat kuat, sehingga dengan mengukir patung Krishna dalam posisi berdiri di dalam gua seolah ia benar-benar mengangkat gunung akan menjadi lambang perlindungan yang sangat kuat dan menggema," kata Emma. India Larang Aliran Dana Asing untuk Misionaris Kristen Mayoritas komunitas Kamboja di seluruh dunia saat ini memeluk Budha dan sebagian besar mahakarya Hindu kuno seperti “Krishna” dan kompleks kuil Angkor Wat sudah diadaptasi ke dalam praktik agama Budha. Selain itu, pembuatnya juga mengeluh lantaran sulit membuat agar bisa mirip Presiden Soeharto. Pameran tiga dimensi itu juga menampilkan karya dokumenter berdurasi 30 menit mengenai agama Buddha dan bagaimana situs-situs keagamaan kuno berperan penting dalam perjalanan keyakinan empat penyintas asal Kamboja yang melarikan diri dari rezim komunis Khmer Merah yang membunuh lebih dari 1,7 juta orang di akhir tahun 1970-an. Sama seperti sekarang, Fuentes juga datang sebagai penyelamatnya setelah perenang itu hilang kesadaran untuk sesaat.

“Saya berhasil membuat film dokumenter pendek berjudul ‘Satook,’ karena ketika Anda pergi ke kuil, saat Anda berdoa, Anda selalu merapal ‘Satook, Satook, Satook’ tiga kali," kata praCh Ly, sineas dokumenter itu. Patung itu berukuran lebih besar dengan pose Soeharto tengah membawa tongkat. Seorang pengrajin memperbaiki patung dewa Hindu Brahma. (Foto: Reuters) Long Ung, penulis terkemuka yang menulis buku “First They Killed My Father,” adalah satu dari keempat penyintas yang dikisahkan dalam film ‘Satook. ‘’Hampir tiga bulan juga tidak jadi-jadi.’ Ia membantu menceritakan linimasa visual pameran itu bersama aktris Hollywood Angelina Jolie. Ia mengatakan, pameran itu merupakan kehormatan besar bagi Kamboja. Kendati demikian, ia pun akhirnya menerima patung itu dengan lapang sebagai ikon yang ditempatkan di lahan seluas 7 hektare tersebut." (wk/zodi) You can share this post! Previous article Comeback Bareng, Irish Bella Cemburu Ammar Zoni Akting Mesra dengan Wanita Lain di 'Madu Murni'? Next article Tak Cuma Beri Segepok Uang, Baim Wong Tawarkan 2 Hal Ini ke Kakek yang Viral Karena Duit Mainan Related Posts Nenek di Thailand Pukuli Cucu Pakai Alu Hingga Tewas, Hasil Autopsi Tunjukkan Luka-luka Mengerikan Para Siswa Kelas 3 SMP di Jepang Miliki Penglihatan Buruk, Anime dan Game Bertanggung Jawab? Mahkamah Agung AS Cabut Hak Konstitusional untuk Aborsi, Dinilai Hadirkan Masalah Moral Mendalam Remaja AS yang Bebas Usai Tembak Mati 2 Pria Saat Kerusuhan Luncurkan Video Game Untuk Tuntut Media Most Read Dunia Singapura Tarik Produk Es Krim Haagen-Dazs Karena Mengandung Pestisida Toko Singapura Minta Maaf Usai Jual Baju Renang Bermotif Ayat Al-Quran Pekerja Tambang Perempuan di Australia Jadi Sasaran Kekerasan Seksual Mengerikan Aung San Suu Kyi Kini Dipindahkan ke Sel Isolasi di Penjara, Bagaimana Kondisinya? Perubahan Mengejutkan Penampilan Ratu Elizabeth II Terbaru Picu Kekhawatiran Jerman Masuki Fase Darurat Energi Kedua saat Rusia Terus 'Mencekik' Pasokan Gas Penyakit Cacar Monyet Mungkin Akan Punya Nama Baru, Ini Alasannya Kedai Kopi di Taiwan Pasang Papan Aturan, Pelanggan 18+ Dilarang Panggil 'Bibi' Krisis Pangan Global Berpotensi Bunuh Jutaan Orang Karena Penyakit Nenek di Thailand Pukuli Cucu Pakai Alu Hingga Tewas, Hasil Autopsi Tunjukkan Luka-luka Mengerikan Dua Orang Tewas Usai Mobil Elektrik Jatuh dari Lantai Tiga Imbauan Skytrain Thailand Soal Penumpang Berambut Panjang Tuai Beragam Reaksi About | Term of Use | Disclaimer | Privacy | Job Vacancy | Contact Us © 2010-2022 WowKeren.

“Saya sangat senang melihat orang-orang berjalan-jalan melihat pameran ini dan menikmati kesenian, budaya, musik dan pemandangan Khmer, karena kami sebagai orang Khmer tahu betapa indahnya Kamboja," katanya. Pameran “Mengungkap Krishna: Perjalanan ke Gunung Suci Kamboja” dapat dinikmati pengunjung secara gratis hingga 18 September 2022. Selain itu, patung tersebut sudah terlanjur ditempatkan dan sulit jika harus dipindahkan. [rd/lt] .