Galau Titip Anak di Daycare Gara-gara Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala

10/12/2019 06.09.00

Penemuan jasad balita tanpa kepala bikin cemas para ibu bekerja. Pasalnya, korban hilang lalu ditemukan tak bernyawa setelah sebelumnya dititip di daycare.

Bayitanpakepala, Balita Tanpa Kepala Di Samarinda

Penemuan jasad balita tanpa kepala bikin cemas para ibu bekerja. Pasalnya, korban hilang lalu ditemukan tak bernyawa setelah sebelumnya dititip di daycare. BayiTanpaKepala via detikHealth

Penemuan jasad balita tanpa kepala bikin cemas para ibu bekerja. Pasalnya, korban hilang lalu ditemukan tak bernyawa setelah sebelumnya dititip di daycare.

Jakartabalitayang diyakini bernama Muhammad Yusuf Gazali (4) ditemukan tanpa kepala di dalam parit, di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Buah hati dari Bambang dan Meliasari ini sebelumnya dilaporkan hilang setelah dititipkan orang tuanya di salah satu daycare.

Kasus ini pun memancing berbagai komentar dari pada netizen. Ada yang menyalahkan pihak daycare yang lalai menjaga anaknya, namun tidak sedikit juga yang malah menyalahkan ibunya yang lebih memilih bekerja.Menurut seorang, Ayu Mandari komentar netizen terkait ibu bekerja memang cenderung lebih negatif. Mereka berpikir, ibu seperti Meliasari ini lebih mementingkan karier dibandingkan anaknya.

Baca lebih lajut:
detikcom »

Yuk Kita Buat Hidangan Serba Telur yang Nikmat!

Kali ini Mama Lita di Cooking Is Fun akan berbagi resep masakan bertema “It’s All Telur” loh untuk Bestie di rumah! Baca lebih lajut >>

detikHealth Galau boleh,tapi jangan berlebihan ,kejadian INI bisa mengingatkn para ibu harus sering ngecek anak2NY,mungkin tiap sejam ato 2 jam bisa telfon sama guruny menanyakan anaknya detikHealth Depend on who you trust. Klo g percaya PAUD/Day Care yg itu, ya cari yg lain yg terpercaya, review bagus, fasilitas bagus. Siap-siap bayar mahal. Klo mau murah, resikonya satu guru ngurus banyak balita. G keurus semua. Apalagi klo balita autis. G diperhatikan lebih klo knapa2.

detikHealth begitulah hidup. tak ada yg sempurna. detikHealth 2 org kerja sibuk, salah satu harus 1 jaga anak. Kalau tak mau titipkan anak. Setelah itu bertengkar karna satu ngak kerja uang rumah berkurang. Begitulah kehidupan detikHealth Kalo ada yg nyalahin ortu nya karna anak dititip di Daycare sumpah parah bgt. Kalian gatau apa yg sedang mereka perjuangkan :(

detikHealth galau ketakutan.dan was was gara-gara 1 kasus ini diblowup digoreng sedemikian rupa oleh jurnalis dan sosmed....impact-nya terhadap netizen jd berlipat 100x... Hidup Sosmed! detikHealth ngeri :( detikHealth astaghfirullah 😖

Balita Tewas Tanpa Kepala, Netizen Galau Soal Titip Anak di DaycareJasad bayi tanpa kepala ditemukan setelah sebelumnya diduga hilang dari day care. Kasus ini memancing banyak komentar netizen dan ditanggapi oleh psikolog. BayiTanpaKepala via detikHealth detikHealth Astagfirullah... 😡😡😡 detikHealth Ngeri amat. Siapa yg pancung ? detikHealth gini nih sieun ny day care.. tapi da kumaha gada yg mau ngasuh :((

Anggota DPR Disebut Titip Absen saat Pengesahan UU KPKKuasa hukum pemohon uji konstitusionalitas UU KPK mengatakan salah satu kesalahan prosedural yang didalilkan dalam permohonan adalah absennya anggota DPR saat pengesahan UU KPK di rapat paripurna

Anggota DPR Titip Absen jadi Materi Gugatan UU KPKTim Advokasi UU KPK menganggap pembentukan UU KPK cacat prosedural akibat banyak anggota DPR yang tidak hadir dan hanya titip absen saat rapat paripurna.

Thohir Sentil Dirut Tukang Titip dalam Drama AntikorupsiMenteri BUMN Erick Thohir bermain drama di SMKN 57 dengan mengangkat tema nepotisme, sambil menyindir isu Dirut Garuda Indonesia.

Balita Tewas Tanpa Kepala, Netizen Galau Soal Titip Anak di DaycareJasad bayi tanpa kepala ditemukan setelah sebelumnya diduga hilang dari day care. Kasus ini memancing banyak komentar netizen dan ditanggapi oleh psikolog. BayiTanpaKepala via detikHealth detikHealth Astagfirullah... 😡😡😡 detikHealth Ngeri amat. Siapa yg pancung ? detikHealth gini nih sieun ny day care.. tapi da kumaha gada yg mau ngasuh :((

Hilang dari Tempat Penitipan Anak, Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala Mengapung di Selokan - Tribun AmbonHilang dari Tempat Penitipan Anak, Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala Mengapung di Selokan

Sebagian orang tua terpaksa menitipkan anak di daycare karena keduanya harus bekerja memenuhi kebutuhan rumah tangga (Foto: Yovanda-detikcom) Jakarta balita yang diyakini bernama Muhammad Yusuf Gazali (4) ditemukan tanpa kepala di dalam parit, di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.balita tanpa kepala itu adalah anaknya berdasarkan baju yang dikenakan.TEMPO.TIM Advokasi UU KPK menganggap pembentukan UU KPK cacat prosedural akibat banyak anggota DPR yang tidak hadir dan hanya titip absen saat rapat paripurna.

Buah hati dari Bambang dan Meliasari ini sebelumnya dilaporkan hilang setelah dititipkan orang tuanya di salah satu daycare. Kasus ini pun memancing berbagai komentar dari pada netizen. "Saat ini masih belum, kita masih fokus pada masalah anak ini soal identitas. Ada yang menyalahkan pihak daycare yang lalai menjaga anaknya, namun tidak sedikit juga yang malah menyalahkan ibunya yang lebih memilih bekerja.'Kami merasa tindakan membiarkan anggota DPR menitip absen itu akan merusak prosedural pembentukan perundang-undangan sehingga aspirasi publik yang mestinya terwakili dari kehadiran mereka menjadi terabaikan, Yang Mulia,' kata Feri dalam sidang pendahuluan uji formil UU KPK di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Menurut seorang , Ayu Mandari komentar netizen terkait ibu bekerja memang cenderung lebih negatif. Soal-soal lain kita dalami menunggu koordinasi dengan pihak kedokteran," jelas Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa. Mereka berpikir, ibu seperti Meliasari ini lebih mementingkan karier dibandingkan anaknya. Baca juga: Tiga Perkara Uji Materi UU KPK Masuk RPH Kuasa hukum pemohon juga mendalilkan bahwa pembentukan UU 19 Tahun 2019 tidak terpenuhinya kuorum saat kemudian rapat sidang paripurna.

Baca juga: Balita Tewas Tanpa Kepala, Netizen Galau Soal Titip Anak di Daycare "Seharusnya tidak boleh seperti itu. Ada yang menyalahkan pihak day care, bahkan ada yang menyalahkan pihak orang tuanya yang sibuk bekerja. Mereka disebutnya hanya menitip tanda tangan kehadiran, sehingga seolah-olah paripurna sudah kuorum dihadiri sekitar 287-289 anggota Dewan. Kita harus lihat lagi alasan kenapa ibu itu memilih bekerja dan menitipkan anaknya di day care. Apakah karena tuntutan kebutuhan (ekonomi), kita kan tidak tahu," jelasnya pada detikcom, Senin (9/12/2019). Menanggapi hal ini, psikolog Anastasia Satriyo mempertanyakan pemikiran dewasa dari para orang tua dalam menghadapi hal seperti ini. Ayu mengatakan, bagaimana jika netizen itu ada di posisi ibu tersebut. 'Kata dihadiri itu artinya harus secara fisik, kalau tidak, tidak bisa dikatakan dihadiri,' kata Feri. Pasti sangat berat harus meninggalkan anaknya dan menjalani pekerjaannya. Kalau diperhatikan ketentuan Tatib DPR bahwa ditentukan ada kata dihadiri.

Dengan melontarkan komentar negatif seperti itu tidak akan membantu. "Kalau memang para ibu atau orangtua yang berkomentar itu sudah lebih berpengalaman, coba beri dukungan atau tips.Feri merujuk pada Putusan MK yang menyatakan bahwa KPK merupakan bagian dari eksekutif. Misalnya, bagaimana mengurus anak sambil bekerja yang lebih baik, atau berikan tips bisa menjaga anak tanpa harus menitipkannya ke .