Zelenskyy desak sekutu Ukraina segera kirim senjata berat

23/06/2022 06.55.00

Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk mempercepat pengiriman senjata berat untuk menandingi Rusia dalam ...

Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk mempercepat pengiriman senjata berat untuk menandingi Rusia dalam pertempuran.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk mempercepat pengiriman senjata berat untuk menandingi Rusia dalam ...

Kiev (ANTARA) - Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk mempercepat pengiriman senjata berat untuk menandingi Rusia dalam pertempuran.Dia mengulangi permintaan Ukraina soal senjata yang lebih besar dan lebih cepat.Semakin beratnya pertempuran di Donbas terlihat dari laporan kantor berita Tass yang mengutip kelompok separatis pro-Rusia.

Ketika pertempuran sengit berlangsung di Donbas, pasukan Rusia terus menghantam kota terbesar kedua Kharkiv di dekat perbatasan dengan Rusia.Pemerintah Ukraina menilai serangan di Kharkiv, yang dikabarkan telah membunuh sedikitnya 20 orang, sebagai langkah Rusia untuk memaksa Ukraina menarik pasukannya dari medan-medan pertempuran utama di Donbas guna melindungi warga sipil.

Baca lebih lajut:
antaranews.com »

Intip Bocoran Dekorasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina di Solo

Rangkaian acara pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep semakin dekat. Baca lebih lajut >>

Kontak Senjata Rusia-Ukraina Tewaskan 15 Penduduk KharkivKontak senjata antara pasukan Rusia dan Ukraina menewaskan sedikitnya 15 warga sipil di wilayah Kharkiv pada Selasa (21/6), termasuk lima di kota kecil di Kharkiv.

Jokowi Akhir Juni Ini Akan Kunjungi Ukraina dan Rusia untuk Temui Zelenskyy Serta Vladimir Putin - Tribunnews.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkunjung ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin akhir Juni ini. 👍🏼👍🏼 Iya pak Jokowi, damaikan mereka yang gontok2 an itu. Dampaknya besar, menyengsarakan org banyak diseluruh dunia.

PM Inggris: Rusia Akan Segera Kekurangan Senjata dan Tentara untuk Perang di UkrainaSerangan Rusia ke Ukraina timur membuat Moskwa kehilangan banyak sumber daya, yang diyakini dapat menggagalkan kemajuan operasi Kremlin di masa depan.

Komisi I DPR Nilai Tepat Rencana Jokowi Temui Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Vladimir Putin - Tribunnews.comAnggota Komisi I DPR RI menilai tepat langkah Jokowi yang berencana menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Jokowi.

Ukraina Optimis akan Ada Dukungan Luas bagi Keanggotaannya di Uni EropaSeorang pejabat Ukraina yang memimpin prakarsa negara itu untuk bergabung dengan Uni Eropa Rabu mengatakan, dia 100% pasti semua negara anggota blok itu, 27 negara, akan menyetujui pencalonan Ukraina dan menjadikan negara itu kandidat Uni Eropa pada sebuah KTT minggu ini. Presiden Volodymyr...

Zelenskyy Akui Kesulitan dalam Pertahankan Kawasan Timur UkrainaPresiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui ada berbagai kesulitan dalam upaya mempertahankan kawasan timur negara itu. Namun ia mengatakan pasukan Rusia akan terus menghadapi perlawanan Ukraina. Dalam pidato harian Senin malam, Zelenskyy mengatakan pasukan Ukraina bertempur untuk...

Kamis, 23 Juni 2022 10:40 WIB Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Rumania Klaus Iohannis dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi di Kiev, Ukraina, 16 Juni 2022.Kontak senjata antara pasukan Rusia dan Ukraina menewaskan sedikitnya 15 warga sipil di wilayah Kharkiv pada Selasa (21/6), termasuk lima di kota kecil di Kharkiv.Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke kedua negara tersebut.Serangan Rusia ke Ukraina timur, kata dia, membuat Moskwa kehilangan banyak pasukan dan sumber daya, yang dapat menggagalkan kemajuan operasi Kremlin di masa depan.

(ANTARA/Ludovic Marin/Pool via Reuters/as) "Kami harus membebaskan wilayah kami dan mencapai kemenangan, tetapi dengan lebih cepat, jauh lebih cepat," katanya dalam pidato video yang dirilis Kamis pagi. Kiev (ANTARA) - Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk mempercepat pengiriman senjata berat untuk menandingi Rusia dalam pertempuran. Kepala administrasi militer distrik Severodonetsk telah mengumumkan bahwa pasukan Rusia telah mengambil kendali penuh atas desa garis depan Toshkivka, dekat Severodonetsk dan Lysychansk. Desakan itu disampaikan Zelenskyy di tengah serangan udara dan artileri besar-besaran Rusia di seluruh wilayah Donbas, Ukraina timur. Indonesia juga akan terus mendorong spirit perdamaian. "Kami harus membebaskan wilayah kami dan mencapai kemenangan, tetapi dengan lebih cepat, jauh lebih cepat," katanya dalam pidato video yang dirilis Kamis pagi. Pertempuran di wilayah itu pun digambarkan seperti pertandingan tinju kelas berat namun nihil pukulan KO. Dia mengulangi permintaan Ukraina soal senjata yang lebih besar dan lebih cepat. Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan dalam penilaian konflik awal bulan ini bahwa pasukan Rusia"telah menghasilkan dan mempertahankan momentum" atas pasukan Ukraina dan berada di puncak untuk mengambil kendali penuh atas wilayah Luhansk.

"Ada serangan udara dan artileri besar-besaran di Donbas. “Ini pertandingan tinju kelas berat. Tujuan penjajah di sini tidak berubah, mereka ingin menghancurkan seluruh Donbas secara bertahap," kata dia. "Itulah kenapa kami menekankan lagi dan lagi agar pengiriman senjata ke Ukraina dipercepat. Itu akan datang, karena kekuatan Rusia menjadi lebih terkuras, ”katanya. Yang kami butuhkan segera adalah kesetaraan di medan tempur untuk menghentikan armada jahat ini dan mengusirnya ke luar perbatasan Ukraina," kata Zelenskyy. Semakin beratnya pertempuran di Donbas terlihat dari laporan kantor berita Tass yang mengutip kelompok separatis pro-Rusia.

Mereka mengeklaim telah merebut sebagian besar Vovchoyarivka, sebuah desa yang berjarak 12 km dari kota Lysychansk. Jika klaim itu benar, Lysychansk berada dalam ancaman besar terkepung oleh pasukan Rusia. Ketika pertempuran sengit berlangsung di Donbas, pasukan Rusia terus menghantam kota terbesar kedua Kharkiv di dekat perbatasan dengan Rusia. Serangan Rusia pada Selasa dan Rabu di Kharkiv menjadi yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Kota itu sempat menjalani kehidupan normal sejak Ukraina memukul mundur pasukan Rusia bulan lalu.

Pemerintah Ukraina menilai serangan di Kharkiv, yang dikabarkan telah membunuh sedikitnya 20 orang, sebagai langkah Rusia untuk memaksa Ukraina menarik pasukannya dari medan-medan pertempuran utama di Donbas guna melindungi warga sipil. "Penjajah Rusia tidak berhenti membombardir warga sipil," kata gubernur wilayah Kharkiv Oleh Synehubov di aplikasi pesan Telegram. "Ini adalah bukti bahwa kami tak bisa mengharapkan skenario yang sama seperti di Chernihiv atau Kiev, di mana pasukan Rusia mundur di bawah tekanan," kata dia. Pertempuran di kota Sievierodonetsk –garis depan di wilayah timur di mana ratusan warga sipil terperangkap di sebuah pabrik kimia– diwarnai saling klaim antara Ukraina dan Rusia sebagai penguasa kota itu. Gubernur wilayah Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan pada Rabu malam bahwa pasukan Rusia terus menambah tentara di Sievierodonetsk untuk mengepung tentara Ukraina.

Dia menolak klaim Rusia bahwa militernya telah mengendalikan kota itu. "Pertempuran masih berlangsung," kata dia di televisi Ukraina. "Pasukan Rusia tidak punya kendali penuh." Rusia mengatakan tentara Ukraina di Sievierodonetsk terjebak. Moskow pekan lalu memerintahkan mereka untuk menyerah atau mati setelah jembatan terakhir di atas sungai Siverskyi Donets dihancurkan.

Di Rusia, api terlihat membakar sebuah kilang minyak yang jaraknya hanya 8 km dari wilayah Donbas yang dikuasai kelompok separatis pro-Rusia. Pengelola kilang menggambarkan insiden itu sebagai serangan lintas batas oleh dua pesawat nirawak pada Rabu. Belum ada komentar dari pihak Ukraina tentang serangan itu. Kiev biasanya tidak mengomentari laporan serangan terhadap infrastruktur Rusia di dekat perbatasan, yang pernah mereka sebut sebagai "karma" atas serangan Rusia di Ukraina. Di bidang diplomatik, para pemimpin Eropa pada Kamis akan memutuskan secara formal tentang keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dalam pertemuan puncak di Brussels, Belgia.

Meskipun hanya simbolis, langkah itu akan membantu mengangkat moral rakyat Ukraina setelah empat bulan terlibat konflik berdarah yang telah menewaskan ribuan orang, mengusir jutaan lainnya dan menghancurkan kota-kota. Rusia telah lama menentang kedekatan Ukraina, negara pecahan Uni Soviet, dengan kelompok negara Barat seperti Uni Eropa (EU) dan aliansi pertahanan NATO. Zelenskyy mengaku telah berbicara dengan 11 pemimpin EU pada Rabu tentang keanggotaan Ukraina dan akan melakukan pembicaraan lebih banyak pada Kamis. Sebelumnya dia mengatakan dirinya yakin 27 negara anggota EU akan mendukung keanggotaan Ukraina. "Kami pantas mendapatkannya," kata Zelenskyy kepada masyarakat Amsterdam lewat tautan video.

Para diplomat mengatakan Ukraina perlu waktu satu dekade atau lebih untuk memenuhi kriteria menjadi anggota EU. Namun para pemimpin EU mengatakan blok itu harus menunjukkan iktikad untuk mengakui pengorbanan Ukraina. Perang di Ukraina telah berdampak sangat besar pada ekonomi global dan keamanan Eropa. Kenaikan harga gas, minyak dan pangan telah mendorong EU untuk mengurangi ketergantungan mereka yang besar pada energi Rusia. Perang itu juga telah mendorong Finlandia dan Swedia untuk mengajukan keanggotaan NATO.

Sumber: Reuters .