Warung Voa, Start Your Day With Voa, Apa Kabar Amerika, Voa Pop Notes, Voa Snapshots, News, Pelajaran Bahasa Inggris, Pers, Politik, Radio, Radio Suara Amerika, Sains, Seni, Siaran Bahasa Indonesia, Siaran Voa, Suara Amerika, Teknologi, Televisi, Tv, United States, Voa Bahasa Indonesia, Voa Indonesia, Voa Indonesia Program, Voa Siaran Indonesia, Voa

Warung Voa, Start Your Day With Voa

Trump Kaitkan Vaksin Covid-19 dengan Pemilihan November

Trump Kaitkan Vaksin Covid-19 dengan Pemilihan November

06/08/2020 23:40:00

Trump Kaitkan Vaksin Covid-19 dengan Pemilihan November

Presiden AS Donald Trump memperkirakan vaksin Covid-19 mungkin siap sebelum pemilihan umum tahun ini, kurang dari 90 hari lagi. “Saya optimis bahwa vaksin itu mungkin akan siap sekitar tanggal itu,” kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Kamis (6/8). “Tidak akan ada salahnya”...

Lihat komentarPrintPresiden AS Donald Trump memperkirakan vaksin Covid-19 mungkin siap sebelum pemilihan umum tahun ini, kurang dari 90 hari lagi.“Saya optimis bahwa vaksin itu mungkin akan siap sekitar tanggal itu,” kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Kamis (6/8).

Liga 1 Batal, PSSI Khawatir Dinilai Buruk oleh FIFA Refly Harun: Pembubaran Acara KAMI Tanda Pemerintah Takut |Republika Online Kemenkeu Tak Masalah Orang Miskin Terima Lebih dari 1 Bansos

“Tidak akan ada salahnya” memiliki vaksin sebelum hari pemilihan 3 November. Saya melakukannya bukan untuk pemilihan. Saya ingin cepat karena saya ingin menyelamatkan banyak nyawa.”Namun, komunitas ilmiah, termasuk ahli penyakit menular terkemuka seperti Dr. Anthony Fauci, yang merupakan anggota gugus tugas virus corona Gedung Putih, memperkirakan bahwa tidak satu pun dari sekian banyak bakal vaksin yang sekarang sedang diuji coba pada manusia akan siap sampai akhir tahun, atau awal 2021.

Pakar Kesehatan AS: Virus Corona Tidak Akan Pernah Bisa LenyapTrump berbicara tentang vaksin dan perawatan terapeutik untuk pasien Covid-19 itu ketika dia berangkat ke negara bagian Ohio yang sangat penting dalam pemilihan, di mana jajak pendapat menunjukkan popularitasnya imbang dengan calon Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

“Kita akan menang lebih besar di Ohio daripada empat tahun lalu,” kata Trump, ketika berbicara kepada sekelompok pendukungnya setibanya di Cleveland, Kamis.“Dia menentang Tuhan. Dia menentang senjata,” kata Trump tentang Biden. “Saya rasa dia tidak akan berhasil di Ohio,” tambahnya.

Sejauh ini belum pernah ada kandidat Partai Republik yang bisa memenangkan pemilihan presiden, atau pemilihan kembali, tanpa memenangkan Ohio. Trump, pada tahun 2016, merebut hampir 52 persen suara di negara bagian itu melawan calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Baca lebih lajut: VOA Indonesia »

Syekh Ali Jaber Ajak Para Dai Tak Salahgunakan Ruang Dakwah

'Dari para pejabat, pemerintah, ulama saya yakin punyak banyak hal positif. Kenapa kita cuma melihat kekurangan dan yang negatif saja?,' ujar Ali Jaber.

Satgas COVID-19 jelaskan beberapa potensi penyebab kematian COVID-19Salah satu penyebab kematian pasien COVID-19 adalah penanganan yang terlambat karena pasien masuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi memburuk, sebut Satgas.

Jubir satgas COVID-19: Ada 208 kandidat vaksin COVID-19Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan hingga saat ini ada 208 kandidat vaksin COVID-19 di berbagai tahapan yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara. Vaksin COVID19

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 19 JutaData kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai 19.005.306 setelah adanya penambahan kasus baru pada hari ini sebanyak 39.908

Trump: Wabah Covid-19 AS Masih Terkendali“Mereka sekarat, itu benar. Memang begitu. Tapi itu tidak berarti kita tidak melakukan apa pun yang kita bisa.' Persis DKI....... Glue-bener ter inspirasi nih. tinggal tunggu konpers ngomong hal yg sama 🙊

Trump Sebut Vaksin COVID-19 Tersedia Sebelum NovemberNegara-negara di dunia bekerja keras menemukan vaksin COVID-19.

Facebook dan Twitter Hapus Unggahan Trump Soal Covid-19 |Republika OnlineTrump membagikan informasi yang salah soal Covid-19