Tiongkok Cabut Aturan Lockdown di Xi'an, 2 Juta Penduduk Jalani Tes COVID-19 Susulan

Tiongkok Cabut Aturan Lockdown di Xi'an, 2 Juta Penduduk Jalani Tes COVID-19 Susulan #Internasional

Internasional, Tiongkok

24/01/2022 16:18:00

Tiongkok Cabut Aturan Lockdown di Xi'an , 2 Juta Penduduk Jalani Tes COVID-19 Susulan Internasional

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, Tiongkok menerapkan kebijakan pembatasan dengan ketat dan tegas, termasuk lockdown. Kini pihak berwenang tampaknya memberikan sedikit pelonggaran.

Sementara itu, dua juta penduduk dari satu distrik Beijing juga telah diperintahkan untuk menjalani tes COVID-19 menyusul serangkaian kasus yang ada di Ibu Kota. Melansir AP News, pemerintah mengatakan kepada masyarakat di daerah Beijing yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap COVID-19, untuk tidak meninggalkan kota setelah 25 kasus ditemukan di distrik Fengtai dan 14 tempat lainnya.

Sementara kondisi penduduk Fengtai saat ini berbaris di trotoar yang tertutup salju dalam cuaca yang sangat dingin untuk pengujian. Di sisi lain, Olimpiade Beijing 2022 itu nantinya akan diadakan di bawah kontrol ketat yang dimaksudkan untuk mengisolasi atlet, staf, reporter, dan ofisial dari warga. Kemudian untuk para atlet diwajibkan sudah divaksinasi COVID-19 atau menjalani karantina setelah tiba di Tiongkok.

Baca lebih lajut: WowKeren »

Achmad Yurianto dimakamkan di samping pusara Ibunda - ANTARA News

ANTARA - Jenazah mantan juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dimakamkan secara militer, tepat disamping pusara ibunda, di TPU kota Batu, pada Minggu ... Baca lebih lajut >>

Binda Banten Targetkan 95 Ribu Anak Divaksin Covid-19 di Bulan IniBinda Banten menargetkan capaian vaksinasi kepada 95 ribu anak pada Januari ini. BindaBanten

WHO Soroti Kasus COVID-19 Jawa-Bali Naik 2 Kali LipatTerjadi peningkatan kasus COVID-19 di Jawa-Bali. Sorotnya pakai sedotan.

Omicron Mengganas, Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Tembus 7.840 | Jakarta Bisnis.comKasus positif Covid-19 bertambah di Jakarta 1.825 orang pada Sabtu (22/1/2022) sehingga total 877.568 kasus.

Jurus Rayuan Gibran dan 3 Kepala Daerah Agar Warganya Mau Vaksinasi Covid-19Berupaya menuntaskan vaksinasi Covid-19 bagi warganya, Gibran dan 3 kepala daerah ini melakukan jurus rayuan agar warga bersedia disuntik vaksin Covid

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 23 Januari 2022Infografik positivity rate Covid-19 sampai 23 Januari 2022.

Dunia Pandemi Virus Corona WowKeren - Pihak berwenang Tiongkok diketahui telah mencabut aturan penguncian atau lockdown selama satu bulan di kota utara Xi'an yang berpenduduk sekitar 13 juta jiwa. Kebijakan ini dicabut pada Senin (24/1), saat infeksi COVID-19 mulai mereda menjelang Olimpiade Musim Dingin di Beijing dalam waktu dekat. Sementara itu, dua juta penduduk dari satu distrik Beijing juga telah diperintahkan untuk menjalani tes COVID-19 menyusul serangkaian kasus yang ada di Ibu Kota. Melansir AP News, pemerintah mengatakan kepada masyarakat di daerah Beijing yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap COVID-19, untuk tidak meninggalkan kota setelah 25 kasus ditemukan di distrik Fengtai dan 14 tempat lainnya. Sementara kondisi penduduk Fengtai saat ini berbaris di trotoar yang tertutup salju dalam cuaca yang sangat dingin untuk pengujian. Di sisi lain, Olimpiade Beijing 2022 itu nantinya akan diadakan di bawah kontrol ketat yang dimaksudkan untuk mengisolasi atlet, staf, reporter, dan ofisial dari warga. Kemudian untuk para atlet diwajibkan sudah divaksinasi COVID-19 atau menjalani karantina setelah tiba di Tiongkok. Lebih lanjut, pengumuman yang disampaikan oleh pemerintah Xi'an pada Senin (24/1), mengikuti dimulainya kembali penerbangan komersial dari kota tersebut satu hari sebelumnya. Di sisi lain, pusat industri dan bekas Ibu Kota Kekaisaran, yang terkenal sebagai rumah tentara patung Prajurit Terracota, telah berjuang untuk memberi makan penduduk dan ekonomi lokal tetap hidup sementara masyarakat dikurung di rumah mereka. Di sisi lain, Xi'an diketahui telah menjadi landasan strategi"toleransi nol" yang selama ini berkuasa terhadap kebijakan COVID-19 yang mengamanatkan di antaranya lockdown, pembatasan perjalanan, dan pengujian massal setiap kali sebuah kasus ditemukan. Sementara itu, jarak Xi'an ke Beijing yang merupakan tempat Olimpiade pada 4 Februari itu berjarak sekitar seribu Km barat daya. Dengan munculnya varian COVID-19 seperti Omicron, juga mendorong pemerintah untuk memberlakukan larangan perjalanan di sejumlah kota, termasuk pelabuhan Tianjin, yang berjarak sekitar satu jam dari Beijing. Regulasi ini secara ketat dan tegas diterapkan untuk mencegah terjadinya wabah baru yang lebih besar dan secara nasional. (wk/tiar) You can share this post! Previous article Sempat Berseteru, Kini Nikita Mirzani Asyik Nyanyi Bareng Barbie Kumalasari Next article Kapal Pesiar Ubah Rute Usai Hakim AS Perintahkan Penyitaan, Penumpang Bak 'Diculik Bajak Laut Mewah' WowKeren - Pihak berwenang Tiongkok diketahui telah mencabut aturan penguncian atau lockdown selama satu bulan di kota utara Xi'an yang berpenduduk sekitar 13 juta jiwa. Kebijakan ini dicabut pada Senin (24/1), saat infeksi COVID-19 mulai mereda menjelang Olimpiade Musim Dingin di Beijing dalam waktu dekat. Sementara itu, dua juta penduduk dari satu distrik Beijing juga telah diperintahkan untuk menjalani tes COVID-19 menyusul serangkaian kasus yang ada di Ibu Kota. Melansir AP News, pemerintah mengatakan kepada masyarakat di daerah Beijing yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap COVID-19, untuk tidak meninggalkan kota setelah 25 kasus ditemukan di distrik Fengtai dan 14 tempat lainnya. Sementara kondisi penduduk Fengtai saat ini berbaris di trotoar yang tertutup salju dalam cuaca yang sangat dingin untuk pengujian. Di sisi lain, Olimpiade Beijing 2022 itu nantinya akan diadakan di bawah kontrol ketat yang dimaksudkan untuk mengisolasi atlet, staf, reporter, dan ofisial dari warga. Kemudian untuk para atlet diwajibkan sudah divaksinasi COVID-19 atau menjalani karantina setelah tiba di Tiongkok. Lebih lanjut, pengumuman yang disampaikan oleh pemerintah Xi'an pada Senin (24/1), mengikuti dimulainya kembali penerbangan komersial dari kota tersebut satu hari sebelumnya. Di sisi lain, pusat industri dan bekas Ibu Kota Kekaisaran, yang terkenal sebagai rumah tentara patung Prajurit Terracota, telah berjuang untuk memberi makan penduduk dan ekonomi lokal tetap hidup sementara masyarakat dikurung di rumah mereka. Di sisi lain, Xi'an diketahui telah menjadi landasan strategi"toleransi nol" yang selama ini berkuasa terhadap kebijakan COVID-19 yang mengamanatkan di antaranya lockdown, pembatasan perjalanan, dan pengujian massal setiap kali sebuah kasus ditemukan. Sementara itu, jarak Xi'an ke Beijing yang merupakan tempat Olimpiade pada 4 Februari itu berjarak sekitar seribu Km barat daya. Dengan munculnya varian COVID-19 seperti Omicron, juga mendorong pemerintah untuk memberlakukan larangan perjalanan di sejumlah kota, termasuk pelabuhan Tianjin, yang berjarak sekitar satu jam dari Beijing. Regulasi ini secara ketat dan tegas diterapkan untuk mencegah terjadinya wabah baru yang lebih besar dan secara nasional. (wk/tiar)