Tiga Pejabat Jember Terpidana Korupsi DAK Menyerahkan Diri |Republika Online

Ketiga terpidana divonis satu tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta.

17/09/2021 2:36:00

Ketiga terpidana divonis satu tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta.

Ketiga terpidana divonis satu tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta.

Mereka menyerahkan diri ke Kejari Jember setelah menerima putusan kasasi Mahkamah Agung."Kami mengapresiasi kepada keluarga ketiga terpidana yang menghadirkan terpidana secara sukarela ke kejaksaan, sehingga tidak ada upaya paksa penjemputan terpidana atas putusan MA tersebut," kata Kasi Intel Kejari Jember Soemarno di Kantor Kejari setempat, Kamis (16/9).

PBNU: Komentar Menag 'Kemenag Hadiah untuk NU' Kurang Bijaksana Ciptakan Lebih dari 200 Ribu UMKM Baru, Anies Sebut DKI Capai Target RPJMD Man Utd Kalah, Ronaldo Ribut dan Tendang Pemain Liverpool

Menurutnya pihak Kejari Jember menerima salinan putusan resmi kasasi MA yang menolak banding ketiga terpidana pada pekan lalu. Sehingga pekan ini melakukan eksekusi atas putusan tersebut dan ketiga terpidana dengan sukarela menyerahkan diri ke kejaksaan.

"MA menolak permohonan kasasi dari terdakwa dan mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum, sehingga membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Surabaya dan Pengadilan Tinggi Jawa Timur," tuturnya.Dalam amar putusan kasasi MA tersebut, ketiga terpidana divonis satu tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan."Terpidana pernah menjalani masa tahanan selama 42 hari saat menjalani proses hukum tahun 2011 lalu karena kasus itu kasus lama yang putusan di Pengadilan Tipikor PN Surabaya pada tahun 2012," ujarnya. headtopics.com

Kasus korupsi anggaran DAK pendidikan tahun 2010 berkaitan dengan buku pelajaran dan alat peraga tersebut merugikan negara sebesar Rp 6,1 miliar. Ketiga pejabat Pemkab Jember tersebut akhirnya dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Jember untuk menjalani putusan Mahkamah Agung. Kasus korupsi DAK tahun 2010 juga menyeret Kepala Dinas Pendidikan Jember Achmad Sudiyono yang sudah menjalani hukuman empat tahun penjara dan kini sudah bebas.

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Tips amankan data pribadi agar terhindar dari jeratan pinjol ilegal - ANTARA News

ANTARA - Beberapa waktu terakhir marak kasus penyalahgunaan identitas diri untuk mengajukan pinjaman online (pinjol). Tidak sedikit masyarakat yang menerima ...

Pengakuan Perampok Toko Emas di Medan: Baru Dapat Rp 4 Juta, Dijanjikan Rp 100 JutaAdapun otak perampokan, HT(38) disebut menjanjikan kepada mereka uang sebesar Rp 100 juta rupiah apabila hasil perampokan berhasil dijual. | JernihkanHarapan Semua saat ini otak kerja kegiatannya masa berak pipis makan maka dirinya tidak banyak agenda kegiatan dasar berwawasan katak dalam tempurung

Jersey Ketiga PSG Musim 2021/2022 Bernuansa GelapJersey ketiga yang didesain Nike untuk PSG tahun ini bernuansa lebih gelap dibandingkan jersey kandang dan tandangnya

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Wiku: Ada 2 Pelajaran Utama Jadi Catatan Kita - Tribunnews.comWiku menyebut, ada dua pelajaran utama untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19.

Satgas: RI Jangan Sampai Diserang Gelombang Ketiga Beberapa Bulan ke DepanKasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Meski begitu, jubir Satgas COVID-19 mengingatkan agar kemunculan third wave.

Borneo FC siapkan variasi serangan tatap laga ketigaBorneo FC terus persiapkan skuadnya untuk hadapi laga pekan ketiga kontra Barito Putera, termasuk menambah variasi serangan agar bisa kantongi 3 poin lagi. BorneoFC

Secara Medis, Alasan Pemberian Vaksin Booster Berbeda dengan Vaksin KetigaDua lembaga otoritas kesehatan di Amerika, FDA dan CDC masih mengkaji pemberian vaksin booster, tetapi merokemendasikan vaksin ketiga.