Tak Terdata Bansos, Nenek dan Anaknya Mencari Makan di Hutan

  • 📰 mediaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 49 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 23%
  • Publisher: 92%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Lusia Letek Koten, seorang nenek berumur 80 tahun asal Dusun Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur.

DI tengah gencarnya pemerintah menggulirkan berbagai jenis bantuan sosial setiap tahun. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, ternyata segala jenis bantuan tersebut belum menyentuh merata oleh masyarakat yang berhak menerima.

Setiap harinya, nenek Lusia bersama anaknya yang cacat tinggal di sebuh gubuk reot berlantai tanah dengan kodisi yang jauh dari layak. Nenek Lusia setiap harinya membuat sapu lidi untuk dijual di rumah-rumah sekitar, dengan harga sapu lidi Rp2.000 per-ikat nya. Selama ini, nenek Lusia bertahan hidup seadanya. Biasanya makan satu kali sehari, kadang-kadang dua kali makan dalam sehari. Dia selalu mencari makan makanan di hutan, seperti ubi dan petai hutan untuk dimakan demi mempertahankan hidup bersama anaknya yang cacat.

Saat ditanya kapan makan nasi, nenek Lusia, dengan menahan tangis mengaku sudah lama sekali tidak makan nasi. Beras baginya merupakan barang mewah. "Lama kami tidak memasak beras karena memang tidak punya. Saya bersama anak saya yang cacat ini kadang tanam jagung seadanya untuk makan. Kadang juga kami tidur tidak makan. Mau cari bantuan kami bingung," ungkap Nenek Lusia sambil terisak dan menyeka air matanya.

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.

Yg salahnya pihak RTnya pa juliaribatubara

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 2. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Bansos Tak Mampir di Rumah Nyaris Ambruk Nenek Sumi di SerangNenek Sumi hidup dalam ketidakcukupan, ditopang bantuan tetangga, tanpa ada bantuan pemerintah. Lebaran pun tak pernah bermimpi makan enak. Knpa malah di serang 😭 Realita dibawah,mungkin disemua daerah, Kasihan neneknya udah rumah nyaris ambruk tpi di serang, 😢
Sumber: CNN Indonesia - 🏆 27. / 53 Baca lebih lajut »

PDIP Soroti PSBB DKI Tak Tegas, Anies Tak Turun LapanganAnggota DPRD DKI PDIP, Gilbert mengkritik Anies Baswedan yang tak tegas dalam menerapkan PSBB di ibu kota DKI Jakarta. Hahahaha Tidak ada kacakah d ruangan rapat partai wahai kader' PDIP? Kaca mana Kaca apakah politikus PDIP memakai kacamata kuda ya....?
Sumber: CNN Indonesia - 🏆 27. / 53 Baca lebih lajut »

Sedih! Pergi Beli Sarapan Nenek Ini Tak Pernah KembaliPergi untuk membeli sarapan di pagi hari nasib nenek ini malah berakhir tragis. Ia bahkan tidak kembali ke rumah untuk selamanya. Malaysia via detikfood detikfood Begitulah, hidup ini cuman pinjaman, ap yg kita pakai juga pinjaman detikfood Berita kecelakaan ada di Detik food 🤔
Sumber: detikcom - 🏆 29. / 51 Baca lebih lajut »

#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19Ratusan mahasiswa yang sebagian besar kuliah di Universitas Diponegoro itu memutuskan bertahan dan tetap tinggal di indekos, kawasan Kampus Tembalang.
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »

Covid-19 Masih Marak, Wali Kota Tangerang Minta Pemudik Tak Kembali'Kita imbau yang sudah pulkam (pulang kampung) untuk tidak kembali,' kata Arief, Rabu. 'fokus pada mimpimu, hancurkan keraguanmu' ssdm rekrutmenpolri2020 Penerimaananggotapolri2020 humaspolri Humaspoldajateng
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »