Sertifikasi produk halal dinilai perlu dukungan SDM andal

Sertifikasi produk halal dinilai perlu dukungan SDM andal

29.8.2019

Sertifikasi produk halal dinilai perlu dukungan SDM andal

Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Kavadya Syska mengatakan aturan yang mewajibkan semua produk pangan wajib bersertifikat halal ...

Kamis, 29 Agustus 2019 13:46 WIB Ilustrasi logo sertifikasi halal. (ANTARA News/Ardika) Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Kavadya Syska mengatakan aturan yang mewajibkan semua produk pangan wajib bersertifikat halal terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2019 perlu didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang andal. "Dengan akan diberlakukannya sertifikasi halal untuk seluruh produk pangan per 17 Oktober 2019 maka penting untuk mengakselerasi kemampuan SDM terkait," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis. Kavadya yang merupakan Koordinator Program Studi Teknologi Pangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto tersebut mengatakan selain akselerasi kemampuan SDM, juga perlu untuk mengakselerasi berbagai persiapan lainnya terkait proses teknologi pangan. "Utamanya industri pangan di perdesaan, terlebih lagi di sisi lain tantangan revolusi industri 4.0 sudah di depan mata," katanya. Terkait hal tersebut, kata dia, UNU Purwokerto akan menyelenggarakan kegiatan seminar nasional bertajuk Akselerasi Teknologi Pangan dan Industri Perdesaan (SNATPIP) 2019. "Menurut rencana acara seminar tersebut akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2019 mendatang dan akan diikuti peserta dari berbagai kalangan," katanya. Melalui kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan akan dapat mendukung akselerasi bidang teknologi pangan dan penguatan industri perdesaan untuk meningkatkan daya saing bangsa selaras dengan semakin meningkatnya tantangan global. Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama tengah bersiap untuk menjalankan amanah UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) karena semua produk termasuk UMKM wajib bersertifikat halal terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2019. Kepala BPJPH Kemenag Prof Sukoso mengatakan dalam upaya melakukan sosialisasi sertifikasi produk halal tersebut, pihaknya terus menggandeng sejumlah pihak termasuk lembaga-lembaga perguruan tinggi mengingat lembaga tersebut bisa langsung bersentuhan dengan UMKM. Dia mengatakan, dengan menggunakan Undang-undang jaminan produk halal per 17 Oktober 2019 seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal. Baca juga: Baca lebih lajut: ANTARANEWS.COM

BFWB minta persiapkan SDM sambut pemindahan ibu kotaKetua Border Forum West Borneo (BFWB), Abelnus meminta pemerintah pusat  mempersiapkan SDM yang unggul untuk menyambut perpindahan ibu kota negara dari ...

Kenavigasian Butuh SDM Unggul yang Bertangung JawabPenyelenggaraan instalasi kenavigasian harus dapat membentuk sinergi yang utuh.

Buka Cabang Baru, WSE Indonesia Dukung SDM Unggul di JabarHampir seperlima penduduk Jawa Barat tinggal di Bandung.

Kalimantan Harus Cetak SDM BerkualitasSDM di daerah kurang mampu bersaing dengan SDM di Pulau Jawa. Kampus di Kalimantan harus mencetak lulusan berkualitas internasional.

Percepat Sertifikasi ISPO, Jumlah dan Kualitas Auditor Perlu DitingkatkanSalah satu yang dapat dilakukan untuk mempercepat skema ISPO adalah penambahan jumlah serta peningkatan kualitas dari auditor dari lembaga sertifikasi.

Kalimantan Harus Cetak SDM BerkualitasSDM di daerah kurang mampu bersaing dengan SDM di Pulau Jawa. Kampus di Kalimantan harus mencetak lulusan berkualitas internasional.



Dicoret AS Sebagai Negara Berkembang, China-Indonesia Dinilai Negara Maju

Viral Ibu-ibu Jambak Penumpang di KRL, Kenapa Mudah Sekali Marah?

Ketua KPAI Ralat Pernyataan Komisioner soal Hamil Saat Renang

Jakarta Kebanjiran Lagi, Tweet Anies #WajahBaruJakarta Diserbu Netizen

Hujan Lebat, Sejumlah Kawasan di Jakarta Terendam Banjir

Jakarta Banjir, Stasiun Sudirman Tak Beroperasi

Bamsoet Tagih Lagi Motor Boleh Masuk Tol: Mereka Bayar Pajak

Tulis Komentar

Thank you for your comment.
Please try again later.

Berita Terbaru

Berita

29 Agustus 2019, Kamis Berita

Berita sebelumnya

Polwan Capim KPK Jelaskan Bagaimana Beli Rumah Mewah di Solo

Berita selanjutnya

Mahasiswa asing belajar aksara Jawa
Survei: Prabowo Kandidat Paling Kuat Capres 2024 Survei Indo Barometer: Soeharto Jadi Presiden Paling Disukai Rakyat AS Nyatakan RI Negara Maju, Berita Baik atau Buruk? Survei Indo Barometer: Prabowo Capres Terkuat di 2024, Anies Runner-Up Emak-emak Jenggut Perempuan di KRL, Ini 4 Poin Sikap PT KCI Korea Selatan Siaga Satu Virus Corona Bocah 15 Tahun Curi Kotak Amal, Belum Makan 3 Hari, Tinggal di Tribun Lapangan Bola Jawaban Ilmiah Soal Rumor Bisa Hamil Saat Berenang Fokus : Menyanjung Monas Sebagai Cagar Budaya Banjir di Jakarta, 204 Gardu Listrik Masih Mati RUU Omnibus Law: Libur Cuma Sehari dalam Seminggu? Lidah Api, 'Harta Karun' Indonesia di Puncak Monas
Dicoret AS Sebagai Negara Berkembang, China-Indonesia Dinilai Negara Maju Viral Ibu-ibu Jambak Penumpang di KRL, Kenapa Mudah Sekali Marah? Ketua KPAI Ralat Pernyataan Komisioner soal Hamil Saat Renang Jakarta Kebanjiran Lagi, Tweet Anies #WajahBaruJakarta Diserbu Netizen Hujan Lebat, Sejumlah Kawasan di Jakarta Terendam Banjir Jakarta Banjir, Stasiun Sudirman Tak Beroperasi Bamsoet Tagih Lagi Motor Boleh Masuk Tol: Mereka Bayar Pajak RSCM Terendam Air, Sejumlah Alat Medis Rusak Viral Perempuan Jenggut Perempuan di KRL, Ini Kata KCI Alibi Aulia Farhan Nyabu demi Bahagiakan Teman Remaja Pengunggah Video Viral Mesum di Tiktok Pelajar SMP Aneh, Ilmuwan Temukan Salamander Liar yang Tak Bergerak Selama 7 Tahun