Seorang Anak di Tasik Meninggal Usai 2 Hari Divaksin, Dinkes Beri Penjelasan

Seorang anak berusia 10 tahun di Kota Tasikmalaya meninggal dunia beberapa hari setelah mendapatkan vaksinasi. Dinkes Kota Tasikmalaya memberikan penjelasan.

Vaksinasi, Vaksin Corona

17/01/2022 21:35:00

Seorang anak berusia 10 tahun di Kota Tasikmalaya meninggal dunia beberapa hari setelah mendapatkan vaksinasi. Dinkes Kota Tasikmalaya memberikan penjelasan.

Seorang anak berusia 10 tahun di Kota Tasikmalaya meninggal dunia beberapa hari setelah mendapatkan vaksinasi. Dinkes Kota Tasikmalaya memberikan penjelasan.

. Dinkes Kota Tasikmalaya memberikan penjelasan soal meninggalnya anak tersebut.Bocah tersebut merupakan warga Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, meninggal, Senin (17/1/2022), sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelumnya dia mendapatkan vaksinasi, Sabtu (15/1), di sekolah.

Kejadian ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Kedua orang tua tampak terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya.Baca juga:Ayahnya tampak terbaring di ruangan tengah rumah, larut dalam suasana dukacita. Senin malam itu juga jenazah anak yang dikenal aktif dan periang itu dimakamkan.

Baca lebih lajut: detikcom »

Over Kapasistas! Wamenkumham Pertimbangkan Lapas Gorontalo Dikhususkan Bagi Warga Binaan

Wakil Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiariej melakukan kunjungan kerja di lapas kelas II A Gorontalo. Baca lebih lajut >>

Menkes Dajjal pembunuh,demi beberap a lembar rupiah Andri_AbuZaki Setelah baca berita ini jd inget bertakon, screening seblum vaksinya sudah maksimal belum?! :( Kok penjelasan ,tiada kata maaf Tanya aja kpd yg membuat kebijakan Enaknya yg jdi anak orang china, jadi raja di indonesia Ya klw ada vaksin bolos aj,

temen gua abis di vaksin tololl nya makin menjadi jadiii Orang medis pas udah meninggal ngomong bilang belum bisa di buktikan? Trus ngapain dan di apain aja waktu si anak di rumah sakit ampe 4 dokter Kalo bener karna vaksin pasti juga kalian KemenkesRI sangkal kan..? Ngingetin doank kalo ada yg namanya karma

andi_achilles baygon bisa membunuh semut ..penyemprot baygon adalah pembunuh semut...maka semut pun teriak ...bunuh pembunuh sebelum semut banyak jatuh korban ....maka semutpun hanya bisa ngoceh tanpa perlawanan karna bahasanya tak di dengar oleh tukang semprot ..😩😂 Yg sehat divaksin jadi meninggal, peak tak bertepi

Tolong dong para tim yg ngevaksin, screeningnya harus lebih detail lagi. Kalo lagi ngga enak badan mending ditunda dulu vaksinnya, kasian lho anak anak ini.

Kota utopis Stalin di Polandia yang kini jadi kota kapitalis - BBC News IndonesiaSetelah utopia pascaperang Dunia II yang gagal, kota utopis Joseph Stalin di Polandia telah menemukan kehidupan baru, dari pusat kejahatan dan kemiskinan menjadi tujuan wisata.

Penjelsaan apalagi wahay nakes ,, emang itu nyawa bisa di isi ulang. Nikmatilah kesenangan kalian selagi hidup di dunia. Suntik sinovac suntik pfizer suntik kredivo bermasalah semua. Lebih baik pke masker drpd anak jdi kelinci percobaan.... Kalo Sudah Begini ,Terus mau Nyalahin siapa . Kenapa harus ada Paksaan . sampai didatengin Aparat segala diberbagai wilayah .. padahal keadaan sebelumnya masih sehat

Harusnya sukarela Dari dulu orang2 juga nolak vaksin buat anak karena ditakutkan ga aman... elah dahlah malah di lanjut orang dewasa aja bisa langsung sakit gimana anak-anak 🙄 memang DBD,, gpp lanjutkan vaksin,, sekalian bersih² penduduk keknya VAKSIN AMAN DAN EFEKTIF Vaksin di paksa²... giliran ada yg meninggal pada gk ada yg tanggung jawab, emang nyawa itu ada isi ulangnya!!!!

Kilas Balik 18 Tahun Transjakarta Beroperasi, Koridor Tertua Blok M-Kota | Jakarta Bisnis.comHingga saat ini, Transjakarta memiliki 13 koridor sepanjang 204 km. Sedangkan besaran tarifnya yaitu Rp 3.500, masih sama dengan tarif pada 2012.

👨‍🔧: Mesin mobilnya jebol pak, gk bisa diperbaiki. 👨‍💼: Ini kan mesin bensin pak, tapi di isi untuk diesel. 👨‍🔧: Sebelum di isi, gk diperiksa dulu? 👨‍💼: Wajib di isi pak! 👨‍🔧: Berarti ini rusaknya karna mesin mobil anda bermasalah dan tidak bagus. Begitulah kisah disuatu bengkel..... gpp ya kan penguasa punya cerita mereka yang ga percaya kehidupa setelah mati dan pertanggung jawaban di akhirat mana peduli sama nyawa manusia yang penting buat mereka cuan keuntungan. COVID ini akan hilang kalo media ga ada yg memposting beritanya dan diabaikan beritanya

Jika ada yg sepulang dari vaksin ditengah perjalanan disambar petir lalu meninggal, apakah penyebabnya karena vaksin juga? Sepertinnya sdh disusupin kadrun 👎 Berati sblm fuxkcin seseorang itu harus bener tdk ada penyakit penyerta yg bs mengkbtkn efek lbih parah.dan apakah ini sdh dilkkn oleh para tenaga medisjangan cm asal nyuntik.tambahan lagi sblm fuxksin lingkungan harus kondusif.pastikan tdk ada nyamuk yg bs gigit.

TolakVaksinPaksa NoMandatoryVaccines StopPaksaVaksin NurembergCode KIPIvaksin StopWajibVaksinAnak VaccineDeaths VaccineFailure Siapa yg bertanggung jwb klo kyk gitu,,,,pling jawabnya punya penyakit bawaan,, intinya yg paksakan orang faksin klo dia ragu Salah skrining, Salah yang ngikut vaksin tanpa melihat kondisi, Salah komorbid. Trus goblok tanpa paham ini smua tdk akan terjadi jika tidak dipaksa. Rip child.

Berarti pemeriksaan fisiknya belum bener,gitu kan? Krn penyakit yg diderita gak kedetect. CMIIW Iblisssss !! Tenaga medis hrs lbh cermat dlm mmberikan vaksin..,

Anies: Selama 3 Tahun Lebih, Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi 296 Taman KotaAnies berpandangan bahwa revitalisasi dilakukan karena konsep taman di Jakarta umumya membatasi ruang gerak masyarakat. fahiraidris Banyak yg bilang pembenahan pasum jakarta yg dilakukan pak anis dan pemprov dki bukanlah sebuah prestasi bahkan ga sedikit yg melecehkannya. Lalu yg menjadi prestasi buat seorang gubernur atau pemprov itu yg seperti apa tatakujiyati Klo gak korup, ternyata bisa benahin banyak hal ya. Style kerja Anies Baswean Serius Tenang Tuntas

Tentu mereka Para petugas sangat bangga & senang setelah melihat kejadian tersebut..besok lanjutkan lg memvaksin nya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun..yg salah bukan vaksin..tp Anak tersebut..hebat kalian..!! Coba yg kena KIPI bergabung sewa pengacara, tuntut dah tu nakes yg melakukan malpraktik. Vaksin ga bakal salah hehehe

Alhamdulilah anak saya tidak terjadi apa2 MprAldo Semoga semua karyawan dari KemenkesRI merasakan apa yg bapak di Tasikmalaya ini rasakan, entah kena ke anak mereka atau ke cucu mereka atau ke ponakan mereka atau kesemua ank² yang ada di keluarga mereka...amin Saat corona merebak, sangat jarang berita anak meninggal karena Covid, begitu mandatory vaksin, langsung timeline penuh sesak berita anak2 meninggal karena vaksin. Jadi jgn ngeles lagi BANGSAT!!!!

MprAldo Ngejar target anjing...anak' jadi korban..... Intinya dimana2 sama, bukan salah vaksin, tapi salah komorbid, sunat, dll, de el el Kalo udah kayak gini ya semua balik badan bubar jalan CabutDaruratPandemi StopPaksaVaksin Cc SavedOneClick thank you! Nah ini yang di takutkan CabutDaruratPandemi

BisKita Trans Pakuan Mengaspal Lagi di Kota BogorAngkutan umum berupa bus dengan sistem ”buy the service” yang sempat terhenti di beberapa kota di Indonesia mulai melayani penumpang kembali hari ini. Khusus di Kota Bogor, BisKita aktif lagi hari Senin besok. Metropolitan AdadiKompas aguidoadri aguidoadri Akhirnya bisa muter' lagi euy di Bogor 😆 Sambil muter' jangan lupa mampir ke kita yaa 😁👍

SavedOneClick

Bus BTS Kota Bogor Kembali BeroperasiBus Biskita Trans Pakuan program buy the service (BTS) Kota Bogor siap beroperasi kembali di 4 koridor, Senin (17/1/2021). Selengkapnya: 👇 BusBTS

Ganjil Genap Efektif, 7.344 Kendaraan Tak Bisa Masuk Kota BogorSebanyak 7.344 kendaraan tidak bisa masuk ke Kota Bogor karena penerapan ganjil genap pada Sabtu (15/1/2022). Selengkapnya: 👇 Bogor

vaksinasi COVID-19 . Dinkes Kota Tasikmalaya memberikan penjelasan soal meninggalnya anak tersebut. Bocah tersebut merupakan warga Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, meninggal, Senin (17/1/2022), sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelumnya dia mendapatkan vaksinasi, Sabtu (15/1), di sekolah. Kejadian ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Kedua orang tua tampak terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya. Baca juga: Ayahnya tampak terbaring di ruangan tengah rumah, larut dalam suasana dukacita. Senin malam itu juga jenazah anak yang dikenal aktif dan periang itu dimakamkan. "Hari Sabtu anak itu terlihat baik-baik saja. Saya melihatnya bersepeda," kata Abud tetangga korban. Nanang paman korban, juga membenarkan bahwa Sabtu kondisi anak tersebut terlihat baik-baik saja. Dia pergi ke sekolah untuk mendapatkan vaksinasi dan sepulang sekolah bermain seperti biasa. "Nah Sabtu malam dia mulai merasakan demam. Kemudian Minggu malam dibawa ke rumah sakit. Ternyata Senin malam meninggal dunia," kata Nanang. Baca juga: Genjot Vaksinasi Anak-Booster, Pemkot Cimahi Siapkan 30 Ribu Dosis Vaksin Dia juga membenarkan bahwa tim medis menduga korban meninggal akibat DBD."Ditangani oleh 4 dokter, semua menyatakan meninggal akibat DBD. Memang saya melihat di tangannya ada bintik-bintik merah," kata Nanang. Sementara itu kabar mengenai meninggalnya anak tersebut setelah mendapatkan vaksinasi menyebar di lingkungan masyarakat setempat. Kejadian meninggalnya anak beberapa hari setelah mendapatkan vaksinasi itu menimbulkan banyak pertanyaan. "Yang membuat heran, di lingkungan kami selama ini belum ada kejadian kasus DBD. Makanya heran mengapa tiba-tiba disebut meninggal akibat DBD," kata Abud. Baca juga: Suami di Tasik Pukul Istri Pakai Tabung Gas 3 Kg Gegara Minta Cerai Penjelasan Dinkes Kota Tasikmalaya Kejadian meninggalnya seorang anak usia 10 tahun di Kecamatan Purbaratu dua hari setelah vaksinasi langsung mendapatkan penanganan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan bahwa kejadian itu bukan merupakan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) murni. Melainkan sebuah kasus yang tergolong KIPI koinsiden. "Bukan KIPI murni, tapi dalam istilah medis dinamakan KIPI koinsiden. Jadi ini adalah KIPI yang terjadi karena ada penyakit yang mendasarinya," kata Uus, Senin (17/1) malam. Dia menambahkan KIPI koinsiden ini berarti fatalitas atau penyebab utama kematian bukan karena imunisasi atau vaksinasi yang diterima oleh pasien."Jadi fatalitasnya belum bisa dipastikan karena imunisasi," kata Uus. Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: