Ramai soal Tukang Las Kereta Cepat dari China, KCIC Beri Penjelasan

13/02/2022 12:24:00

Belakangan heboh tukang las yang merupakan TKA asal China pada Mega proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini penjelasan KCIC.

Kereta Cepat, Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Belakangan heboh tukang las yang merupakan TKA asal China pada Mega proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini penjelasan KCIC.

Belakangan heboh tukang las yang merupakan tenaga kerja asing (TKA) asal China pada Mega proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Menanggapi hal tersebut, pihak PT Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC), alasan mengapa pihaknya menggunakan TKA asal China sebagai tukang las pada proyek KCJB.Dikutip dalam akun twitter resminya @KeretaCepatID, KCIC menjelaskan mengenai keahlian yang harus dimiliki tukang las proyek KCJB, pada Jumat (11/02/2022).

Dalam rangka untuk melengkapi rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) terbaru, dengan spesifikasi terbaik, rel 60 yang berstandar tinggi, tidak lengkap jika treatment terhadap rel tidak menggunakan standar terbaik.Baca juga:Tukang Las Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kok dari China? Ini yang Dikerjakan

Baca lebih lajut: detikcom »

Jambore Nasional XI bentuk upaya pemulihan dari pandemi COVID-19 - ANTARA News

ANTARA - Jambore Nasional XI resmi dibuka oleh Ketua Kwarnas Budi Waseso pada Minggu(14/8). Dalam sambutannya Budi mengatakan acara ini merupakan upaya ... Baca lebih lajut >>

Hayo..Yg merasa dirinya hebat dalam las, komplain langsung kesana dan buktikan bahwa bisa tenaga lokal hebat… jangan ngoceh di medsos saja💩 Knp heboh? TKI yg jadi tukang las mega proyek di luar negeri juga bnyk, bahkan lulusan SMK. Skalian sj tukang masak juga dari cina

KCIC: Pemindahan Ibu Kota tak Pengaruhi Potensi Penumpang Kereta Cepat |Republika OnlinePotensi penumpang tetap ada karena Jakarta masih akan menjadi pusat ekonomi.

Tukang Las Proyek Kereta Cepat Langsung dari China, Ini yang DigarapPekerjaan pengelasan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung digarap tenaga kerja asal China, bukan tenaga kerja lokal. Kok bisa? Hidup China! tk lokal sibuk demo sana sini Mungkin suka ngeyel kali yaa..

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Setor Rp 5,34 Triliun ke Kas NegaraKontribusi Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk penerimaan negara sampai 31 Desember 2021 sudah mencapai Rp 5,34 triliun.

Proyek Kereta Cepat Diklaim Sumbang Penerimaan Negara Rp 5,34 TriliunPT KCIC menyampaikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) telah menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 5,3 triliun hingga akhir 2021 Bayangkan kalau sudah jadi.. pasti meroket... masih belum apa-apa beroperasi saja sudah berhasil triliunan.. ? Ah, nanti kedepannya di claim restitusi kembali itu!!!.coba cek nanti..cuma pnrimaan pph 22 import barang modal dari China yg dpt minta kembali/ kreditkan krn pasti 10 thn kdpn masih rugi itu. Tapi pengeluarannya lebih dari 100 triliun?

Ibu Kota Pindah Tak Ngaruh Banyak ke Proyek Kereta Cepat!Bukan pemindahan ibu kota negara, tapi pandemi yang jadi tantangan bagi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumadi juga mengaku kaget saat melakukan kunjungan kerja proyek KCJB beberapa waktu lalu.REPUBLIKA.Foto: Rifkianto Nugroho: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jakarta - Seputar tukang las belakangan ini mendapat sorotan publik.Liputan6.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC), alasan mengapa pihaknya menggunakan TKA asal China sebagai tukang las pada proyek KCJB. Dikutip dalam akun twitter resminya @KeretaCepatID, KCIC menjelaskan mengenai keahlian yang harus dimiliki tukang las proyek KCJB, pada Jumat (11/02/2022).ID, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menilai rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur tidak mempengaruhi potensi penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung. Dalam rangka untuk melengkapi rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) terbaru, dengan spesifikasi terbaik, rel 60 yang berstandar tinggi, tidak lengkap jika treatment terhadap rel tidak menggunakan standar terbaik. Tak ayal proyek ini membutuhkan banyak sekali tenaga kerja, termasuk tukang las. Baca juga: Tukang Las Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kok dari China? Ini yang Dikerjakan "Untuk itu, pengelasan rel KCJB dilakukan dengan metode Flash-butt welding dengan mesin UN-200 dari Tiongkok, Sobat," dalam tweet @KeretaCepatID. Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, kereta cepat ini akan melalui daerah industri yang sedang tumbuh di sepanjang jalur Jakarta-Bandung. Kualitas rel yang berstandar sangat tinggi, menjadi alasan mengapa tukang las di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggunakan TKA dari China. BACA JUGA: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor, Ini Sederet Biang Keroknya BACA JUGA: Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibanderol Rp 150 Ribu-Rp 350 Ribu Baca Juga Detailnya, Rp3,73 triliun berupa Penerimaan Negara dari Pajak seperti setoran kewajiban pajak, dan sisanya berupa penerimaan Negara Bukan Pajak pembayaran penggantian PBB rumija Rp 16,9 miliar, pembayaran sewa BMN untuk stasiun Halim sampai 50 tahun ke depan sebesar Rp 1,16 triliun, pembayaran sewa rumija tol trase KCJB Rp 436,8 miliar.

"Tukang Las UN-200 mampu merekam perubahan tekanan dan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan berlangsung, serta mengidentifikasi sambungan secara otomatis," tutup KCIC. Baca Juga Ia juga memaparkan hasil riset Polar UI pada 2021 mengenai potensi penumpang dari kereta cepat yang diperkirakan bisa mengangkut 30. Baca juga: Bappenas Kaget! Tukang Las Proyek Kereta Cepat Didatangkan dari China KCIC menyampaikan, untuk melengkapi rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) terbaru dengan spesifikasi terbaik, rel 60 yang berstandar tinggi, tidak lengkap jika treatment terhadap rel tidak menggunakan standar terbaik. Proyek tersebut membutuhkan teknik pengelasan dan alat-alat yang berkualitas tinggi, yang memang belum dimiliki dalam negeri. Sebelumnya, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet menjelaskan, bahwa memang di awal pengerjaan penggunaan TKA lebih banyak. Namun, Dwiyana mengatakan perkiraan jumlah penumpang ini lebih rendah dari riset LAPI ITB yang sempat merilis angka pengguna 61. Sebab proyek ini disebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Langsung klik. "Dari awal di dalam proses perencanaan memang diharapkan dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi terkait teknologi kereta cepat perbandingan tenaga asing dibanding tenaga lokal 1:4," terangnya dalam dalam RDP dengan Komisi V, Senin (7/2/2022). "Penurunan permintaan ini terjadi karena riset Polar UI didasari pada kondisi pandemi Covid-19 dan dampak turunan lainnya yang berimbas pada turunnya mobilitas warga," katanya.477 orang.

Baca juga: Pihak KCIC juga menyampaikan, bahwa proyek KCJB menggunakan TKA China, hanya untuk posisi tukang las saja. Simak Video" Biang Keladi Operasi Kereta Cepat Mundur ke Juni 2023 " ."Perhitungan demand forecast yang terkini menggunakan pendekatan serta asumsi pertumbuhan yang konservatif, terutama di lima tahun pertama masa pengoperasian, dan tentu kami terus berharap pandemi ini segera usai sehingga mobilitas warga bisa kembali normal," katanya.