Profil Edy Mulyadi, Caleg PKS Gagal yang Diduga Hina Warga Kalimantan

24/01/2022 9:56:00

Pernyataan Edy Mulyadi diduga menghina masyarakat Kalimantan karena menilai lokasi IKN di Kalimantan merupakan tempat jin buang anak.

Edymulyadi, Edy Mulyadi

Nama mantan caleg PKS Edy Mulyadi menjadi ramai dibicarakan publik karena pernyataan terkait pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Selengkapnya: 👇 EdyMulyadi

Pernyataan Edy Mulyadi diduga menghina masyarakat Kalimantan karena menilai lokasi IKN di Kalimantan merupakan tempat jin buang anak.

Lalu siapa sebenarnya Edy Mulyadi?Berdasarkan penelusuran Beritasatu.com dari berbagai sumber, Edy Mulyadi bekerja sebagai wartawan dan bergabung di media FFN atau Forum News Network. FNN merupakan portal berita milik PT Forum Adil Mandiri yang sebelumnya dikenal dengan nama Majalah Keadilan. Edy mengawali kariernya sebagai wartawan di Harian Neraca dan terdaftar di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 22 Mei 1995.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Januari 1966 juga bergabung sebagai penulis di kolom Kompasiana sejak 2014. Edy menulis di kolom keterangan profilnya sebagai seorang jurnalis, media trainer, dan konsultan/praktisi PR. Edy juga memiliki channel Youtube dengan nama ‘Bang Edy Channel’ yang dibukanya sejak 2015. Melalui tulisan di Kompasiana dan postingan video di channel Youtube-nya, Edy kerap melontarkan kritikan atas kinerja pemerintahan Jokowi.

Baca lebih lajut: BeritaSatu »

Menengok pengelolaan tambang nikel terbesar RI di Sulawesi Selatan - ANTARA News

ANTARA - Indonesia berpotensi menjadi negara produsen nikel terbesar di dunia. Untuk itu, Pewarta ANTARA, Erlangga Bregas Prakoso berkesempatan untuk melihat ... Baca lebih lajut >>

Edy Mulyadi Hina Kalimantan, PKS Bilang BeginiVideo Edy Mulyadi yang menghina Kalimantan saat mengkritik rencana pemindahan ibu kota negara menjadi polemik. Dalam video yang viral di media sosial itu Edy Mulyadi ... kadrun sudah kondang tukang bikin gaduh di mana2 .

Polisi Didesak Segera Tangkap Edy Mulyadi karena Diduga Hina KalimantanForum Dayak Bersatu berharap polisi segera menangkap Edy Mulyadi karena diduga telah menghina masyarakat Kalimantan. GagakNew hina bahasa sunda vs hina tempat jin buang anak sabar ya bang samiun_bdg warga jabar, bu tri di kaltimmyg jadi korban perampasan tanah di sawangan. ridwankamil Siap siap loe di jemput edy muyadi,loe harus mempertanggung kn ketidak sopannnmu... Gaduh terus negara ini

Usik Harga Diri Masyarakat Kalimantan, Edy Mulyadi Didesak Cabut Pernyatan Lokasi IKN 'Tempat Jin Buang Anak'Pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut tempat Ibu Kota Negara ( IKN ) Penajam Paser Utara sebagai tempat pembuangan anak jin direspons oleh Haiyah... Kalau saya lihat lokasi IKN itu tempat jin buang anak!

Tanggapi Hinaan ke Warga Kalimantan, Mardani Maming Minta Edy Mulyadi Santun dan LogisMaming menegaskan, bahwa perdebatan perbedaan pendapat harus dengan cara yang santun dan logis berdasarkan data dan analisis.

Edy Mulyadi Minta Maaf, Ini Klarifikasi Tentang Kalimantan Tempat Jin Buang Anak |Republika OnlineEdy menggambarkan Monas dan Bumi Serpong Damai itu dulu disebut tempat Jin Buang Anak Citayem jg

Soal Pernyataan Edy Mulyadi 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak', Pimpinan DPD: Penghinaan!'Terus terang saya selaku orang Kalimantan, merasa tersinggung dengan pernyataan bernada menghina yang dilakukan orang bernama Edy Mulyadi ...,'

Tak hanya itu, Edy Mulyadi juga diduga menghina Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang merupakan Ketum Partai Gerindra.Senin, 24 Januari 2022 - 03:35 WIB loading.Minggu, 23 Januari 2022 | 22:26 WIB Oleh : Carlos KY Paath / Ketua Panitia Khusus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia (ketiga kiri) bersama Forum Rembuk Rakyat Kalimantan.Edy Mulyadi: Pindah Ibukota Ancam Kedaulatan, Halo Mas Prabowo.

Edy menyebutkan Prabowo macan yang jadi meong dalam kaitan pemindahan IKN ini. Lalu siapa sebenarnya Edy Mulyadi? Berdasarkan penelusuran Beritasatu..com dari berbagai sumber, Edy Mulyadi bekerja sebagai wartawan dan bergabung di media FFN atau Forum News Network. Hal ini terkait pernyataan Edy Mulyadi yang diduga menghina masyarakat Kalimantan. FNN merupakan portal berita milik PT Forum Adil Mandiri yang sebelumnya dikenal dengan nama Majalah Keadilan. Foto/Tangkapan layar A A JAKARTA - Video Edy Mulyadi yang menghina Kalimantan saat mengkritik rencana pemindahan ibu kota negara menjadi polemik. Edy mengawali kariernya sebagai wartawan di Harian Neraca dan terdaftar di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 22 Mei 1995. "Saya mengecam keras dan meminta saudara Edy Mulyadi dkk, untuk mencabut kata-katanya dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Panajam Paser Utara khususnya dan masyarakat Kalimantan pada umumnya," tegas Mukhtarudin, Minggu, (23/1).

Pria kelahiran Jakarta, 8 Januari 1966 juga bergabung sebagai penulis di kolom Kompasiana sejak 2014. Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Ahmad Mabruri memberikan klarifikasi. BACA JUGA Sebut IKN Tempat “Jin Buang Anak”, Edy Mulyadi Diminta Minta Maaf Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayat Nasional (MADN) Yakobus Kumis mengutuk keras atas sikap dan perkataan Edy Mulyadi sebagaimana video yang beredar. Edy menulis di kolom keterangan profilnya sebagai seorang jurnalis, media trainer, dan konsultan/praktisi PR. Edy juga memiliki channel Youtube dengan nama ‘Bang Edy Channel’ yang dibukanya sejak 2015. Ahmad Mabruri menjelaskan bahwa pernyataan Edy Mulyadi itu tidak ada kaitannya dengan PKS. Melalui tulisan di Kompasiana dan postingan video di channel Youtube-nya, Edy kerap melontarkan kritikan atas kinerja pemerintahan Jokowi. Tetap kami juga manusia Indonesia, sama dengan penduduk Jakarta, Jawa dan etnis serta suku yang ada di negeri ini. BACA JUGA Polisi Didesak Segera Tangkap Edy Mulyadi karena Diduga Hina Kalimantan Pada 2019, Edy pernah terjun ke dunia politik dengan menjadi calon anggota legislatif DPR dari PKS. Baca juga: Dinilai Rasis, Tokoh Adat Dayak Bakal Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim Dia menegaskan sikap resmi PKS disampaikan oleh Juru Bicara Resmi DPP PKS dan juga anggota Fraksi PKS DPR RI sesuai dengan tupoksi dan bidang. Melalui laman Instagram, Edy mengunggah video viral.

Saat itu, dia bertarung di daerah pemilihan DKI Jakarta 3, yang mencakup Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Namun, dia gagal lolos ke parlemen. Sebagaimana diketahui, video pernyataan Edy Mulyadi berdurasi 58 detik yang diunggah akun Twitter @RiuRizki Utomo_ viral di media sosial. hal 1 dari 2 halaman Halaman:. Setelah Pileg 2019, Edy tidak aktif lagi di PKS. Nama Edy Mulyadi juga sempat mencuat ke publik karena membuat konten YouTube berupa kesaksian baku tembak pengawal Rizieq Syihab dengan polisi. "Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain gw bangun di sana," tutur Edy Mulyadi dalam potongan video segmen kedua. Melalui kanal YouTube-nya, Edy mengunggah konten berjudul"Laporan Langsung Dari TKP Ditembaknya 6 Laskar FPI DI Tol KM 50" pada 9 Desember 2020.

Dalam konten tersebut, dia membeberkan hasil reportasenya di lokasi tol Jakarta-Cikampek km 50, termasuk waktu dan cara polisi menghentikan pengawal Rizieq. Gw mau jadi warga ibu kota baru. hal 1 dari 2 halaman Halaman: .