Presiden Prancis Kunjungi Teluk, Usahakan Peran Regional Lebih Kuat

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Teluk Persia, Jumat (3/12), dalam usaha mengamankan kontrak senjata besar setelah kegagalan kesepakatan kapal selam dengan Australia musim gugur ini, dan untuk memperkuat peran Prancis di kawasan itu.

Politik, Eropa

03/12/2021 21:00:00

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Teluk Persia, Jumat (3/12), dalam usaha mengamankan kontrak senjata besar setelah kegagalan kesepakatan kapal selam dengan Australia musim gugur ini, dan untuk memperkuat peran Prancis di kawasan itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Teluk Persia, Jumat (3/12), dalam usaha mengamankan kontrak senjata besar setelah kegagalan kesepakatan kapal selam dengan Australia musim gugur ini, dan untuk memperkuat peran Prancis di kawasan itu. Kunjungan dua hari ke Uni Emirat Arab, Qatar,...

Lihat komentarPrintPresiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Teluk Persia, Jumat (3/12), dalam usaha mengamankan kontrak senjata besar setelah kegagalan kesepakatan kapal selam dengan Australia musim gugur ini, dan untuk memperkuat peran Prancis di kawasan itu.

Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol Desak Israel Hentikan Permukiman Yahudi |Republika Online

Kunjungan dua hari ke Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi ini dilakukan sebulan sebelum Prancis menjadi presiden bergilir Uni Eropa, dan menjelang pemilihan presiden Prancis 2022 di mana Macron diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

Kontrak penjualan jet tempur Prancis ke UEA, kesepakatan yang telah dibahas Paris dan Abu Dhabi selama hampir satu dekade, akan meningkatkan industri pertahanan Prancis setelah sebelumnya terguncang akibat gagalnya kontrak senilai $66 miliar dengan Australia untuk menjual 12 kapal selam Prancis. headtopics.com

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berbincang dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan dalam pertemuan mereka, 3 Desember 2021.Perlakuan karpet merah yang diperoleh Macron dari negara-negara berpengaruh di Teluk akan menghadirkan Prancis sebagai kekuatan besar Uni Eropa di Teluk dan Timur Tengah sejak Inggris keluar dari blok tersebut.

Cristiano Ronaldo si Gede Ambek Saat Diganti

“Macron menonjol di antara para pemimpin Uni Eropa karena kesediaannya untuk menjadi sorotan, dengan tekad menggelar kebijakan luar negerinya dan agenda-agenda lainnya,'' kata Silvia Colombo, pakar hubungan Uni Eropa-Teluk di International Affairs Institute (IAI) di Roma.

Tetapi, kata Kolombo, Macron khususnya mengejar kepentingan bisnis Prancis. “Ia memiliki gagasan yang sangat jelas bahwa ia harus pergi ke tempat yang diinginkan oleh komunitas bisnis, di mana Prancis dapat memperoleh keuntungan ekonomi,'' katanya.

Ketertarikan Macron dalam menjalin hubungan pribadi dengan para pemimpin seperti Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi, dan rekannya di Arab Saudi, Mohamed bin Salman Al Saud, membuatnya menjadi tamu yang disambut baik.Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) berbincang dengan Menteri Kebudayaan dan Pengembangan Pengetahuan UEA, Noura al-Kaabi (CR) selama turnya ke paviliun Prancis di Dubai Expo, 3 Desember 2021. headtopics.com

IKN Pindah, Anggota DPRD DKI Sebut Ekonomi Jakarta akan Anjlok

Kedua pemimpin Teluk itu sama-sama menghargai pragmatisme ketika membahas demokrasi dan HAM, isu-isu di mana negara mereka telah dikritik keras oleh kelompok-kelompok HAM dan anggota parlemen Eropa, sementara mengejar peluang bisnis.Prancis memiliki ikatan yang dalam dengan UEA terutama sejak serangan 11 September 2001. UEA membuka pangkalan Angkatan Laut Prancis pada 2009 di Port Zayed di Abu Dhabi. Pesawat-pesawat tempur dan personel militer Prancis juga ditempatkan di Pangkalan Udara Al-Dhafra, sebuah fasilitas utama di luar ibu kota, Abu Dhabi, yang juga menampung beberapa ribu tentara Amerika.

Beberapa bulan setelah Macron terpilih pada 2017, ia melakukan perjalanan ke UEA untuk meresmikan Louvre Abu Dhabi, yang dibangun berdasarkan perjanjian senilai $1,2 miliar untuk berbagi nama museum terkenal dunia di Paris itu.Pada bulan September, Macron menjamu putra mahkota Abu Dhabi di Chateau de Fontainebleau yang bersejarah di luar Paris, yang direnovasi pada 2019 dengan sumbangan UEA sebesar 10 juta euro ($ 11,3 juta).

Baca lebih lajut: VOA Indonesia »

Presiden Jokowi Tinjau Persiapan Moto Gp Mandalika

Presiden Joko Widodo, meninjau kesiapan penyelenggaraan Moto Gp yang akan digelar di sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada februari dan maret ...

Presiden Prancis Emmanuel Macron Disebut Ejek PM Inggris seperti BadutPresiden Prancis Emmanuel Macron disebut menganggap PM Inggris sebagai seorang badut karena kepribadian dan sikapnya. Kalian intinya keberatan atas kedatangan imigran kan.

Presiden Jokowi Kunjungi Arena Indonesia Badminton Festival, Terima Piala ThomasPresiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan ke arena Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Hendra Setiawan: Menghadapi Jokowi Lebih Berat Ketimbang Melawan MinionsHendra Setiawan berujar bahwa bertanding bulu tangkis melawan Presiden Jokowi lebih berat dibandingkan melawan Minions.

Warna Biru Bendera Prancis Berubah Jadi Lebih Gelap, Gegara Apa Ya?Setelah diganti jadi warna biru terang pada tahun 1976, kenapa warna biru bendera Prancis diubah lagi oleh Presiden Emmanuel Macron? Via: detikedu

UEA Rekor Beli 80 Jet Tempur Prancis Setara Rp202 TUEA menandatangani kontrak rekor pembelian 80 jet tempur Prancis senilai Rp202 triliun dan kesepakatan lain saat Presiden Emmanuel Macron memulai tur ke negara. Coba jika duit yang dikantong yang berjumlah Rp 11 000 Triliun un , dibelikan pesawat tempur ! Dapat berapa unit berikut persenjataan yang super canggih ,,, UEA pasti lewat .

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di IndonesiaBima mengatakan, ada banyak hal yang perlu dibenahi lagi sehingga identitas kota pusaka dari masing-masing daerah lebih kuat.