Virus Corona, Hoaks Corona, Hoaks, Polri

Virus Corona, Hoaks Corona

Polisi Tahan 12 Penyebar Hoaks Penanganan Corona

Polisi Tahan 12 Penyebar Hoaks Penanganan Corona

09/04/2020 9:24:00

Polisi Tahan 12 Penyebar Hoaks Penanganan Corona

Polri telah menetapkan 81 tersangka penyebaran hoaks terkait penanganan virus corona sejak akhir Januari sampai 7 April lalu.

Bagikan :  Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan telah menahan 12 tersangka penyebar hoaks terkait corona. (CNN Indonesia/Damar Iradat)Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menetapkan 81 orang sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks terkait penanganan

Bikin Kaget, Influencer Pamer Wajah Asli yang Beda Jauh dari Foto di Medsos 21 Koruptor di Sulsel Dapat Remisi Khusus Saat Lebaran WHO Desak Indonesia Setop Klorokuin untuk Pengobatan Pasien Corona

virus corona(Covid-19) sampai 7 April lalu. Polisi pun telah menahan 12 tersangka tersebut."Dua oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri, satu tersangka di Polda Kalimantan Barat, dan sembilan tersangka di Polda Metro Jaya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (9/4).

Lihat juga:MUI Dukung Usul PKS Zikir Nasional Online Hadapi CoronaArgo menjelaskan kasus yang menjerat 81 tersangka itu adalah akumulasi dari seluruh penanganan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri dan jajaran Polda di seluruh Indonesia sejak 31 Januari lalu.

Namun, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu tak merinci nama serta perkara yang dilakukan mereka. Argo hanya menyebut para tersangka terdiri dari 51 laki-laki dan 30 perempuan.Para tersangka dijerat menggunakan beberapa pasal sesuai dengan kasusnya. Misalnya, Pasal 28 jo Pasal 45 UU ITE, lalu terdapat tersangka yang dijerat Pasal 14 jo Pasal 15 UU 1/46 tentang dan menggunakan Pasal 16 UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Lihat juga:Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan surat telegram bernomor No. ST/1100/IV/HUK.7.1/2020. Edaran itu ditujukan kepada jajaran penyidik reserse kriminal (reskrim) untuk melakukan penanganan hukum selama masa pandemi virus corona.

Dalam telegram itu, penyabaran hoaks menjadi salah satu potensi kejahatan yang mungkin terjadi selama masa pandemi corona.Idham beranggapan akan muncul sejumlah kasus-kasus penghinaan terhadap presiden dan pejabat pemerintah, serta penipuan alat-alat kesehatan secara

online.Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun menginstruksikan agar jajarannya melaksanakan patroli siber untuk monitoring situasi berita opini, dengan sasaran hoaks terkait Covid-19, serta hoaks terkait kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona.

Cerita Driver Ojol Tak Lolos Daftar Kartu Pra Kerja 3 Putaran Gaji dan THR Tersendat, Perawat Bisa Lapor ke Sini Billie Eilish Rilis Film Pendek soal 'Body Shaming'

Lihat juga:Polri Klaim Angka Kriminalitas Turun selama Wabah CovidUntuk pelaku penyebaran hoaks terkait corona dan kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi pandemi Covid-19, penyidik menggunakan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian untuk kasus penghinaan terhadap presiden dan pejabat pemerintah dikenakan Pasal 207 KUHP. Sementara untuk penipuan penjualan alat kesehatan lewat online terancam Pasal 45 A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) UU ITE.Namun, penerapan surat telegram Polri itu mendapat kritik dari sejumlah pihak, salah satunya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY menyesalkan terbitnya telegram Polri yang salah satu poinnya terkait penindakan hukum penghina presiden dan pejabat negara terkait penanganan virus corona. Ia menilai poin dalam telegram Polri tersebut malah memicu persoalan baru. Baca lebih lajut: CNN Indonesia »

Bukan urusan saya muannas_alaidid Tahan saja pak mrk sengaja mau buat negeri ini seperti Suriah. Apakah stafsus milienal juga ditahan Soalnya udah lama ga keliatan kemaren ada tuh stafsus Milenial yang pake kerudung sebar hoax, ada di antara 12 orang itu ga ya? termasuk Menteri Ahli Segala Urusan ga yang bilang hoax virus Corona mati di cuaca panasnya Indonesia?

Ampun dlm keadaan begini polisi msh blom faham apa prioritas kerjaan mereka ? Tangkep masuk penjara, dipenjara kena covid19. Gmn tuh Yg kek gini teus cepat tenar, agar ada rasa takut pada masyarakat, tapi tak akan berdampak... Masuknya sambil joget tik tok dong pak

Polisi Incar Penyebar Kabar Bohong Virus Corona - Nasional - koran.tempo.coTelegram Kepala Polri berpotensi digunakan untuk membungkam kelompok yang bertentangan dengan pemerintah. Di facebook banyak yg hoax bos Ini contohnya ...... Incar juga penyebar kabar bohong 50 juta masker...

Jalankan Telegram Kapolri Idham Azis, Polisi Sikat 4 Penyebar HoaksJalankan Telegram Kapolri Idham Azis, Subdit Siber Crime Polda Kalbar bersama Polres jajaran, langsung meringkus 4 terduga penyebar hoaks. TelegramKapolri

Polisi Sikat 77 Penyebar Hoaks CoronaMenteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pihaknya menempuh upaya hukum setelah menemukan informasi hoaks di media sosial selama masa pandemi corona Viruscorona

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Hadapi Virus Corona Covid-19 dengan 6 Makanan Sehat yang Tahan LamaDi tengah pandemi virus corona covid-19, sangat penting bagi kita untuk menjaga imunitas tubuh.

Najwa Shihab Ungkap Ternyata Glenn Fredly Menyanyi Sambil Tahan Sakit Kepala Luar Biasa - Tribunnews.comNajwa Shihab embagikan sebuah video Glenn Fredly tengah menyanyikan lagu berjudul rumah kita.Ternyata suami Mutia Ayu ini menahan sakit kepala.

Mampukah Virus Corona Covid-19 Tahan Berhari-hari di Benda Mati?Ulasan ketahanan virus corona penyebab COVID-19 dan sejauh mana paparannya sebelum ia benar-benar menginfeksi tubuh manusia.