Polisi: Satu keluarga yang meninggal di Kalideres jarang berkomunikasi

24/11/2022 14.50.00

Perkembangan baru! Hasil pemeriksaan forensik digital menemukan satu keluarga yang meninggal di Kalideres, sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar.

Perkembangan baru! Hasil pemeriksaan forensik digital menemukan satu keluarga yang meninggal di Kalideres, sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik digital menemukan  satu keluarga ...

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/am.ini berpendidikan dari bahasa InggrisJakarta (ANTARA) - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik digital menemukan  satu keluarga yang meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar.

"Hasil digital forensik ditemukan petunjuk sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar," kata  Hengki di Jakarta, Kamis.Hengki mengungkapkan dalam rumah yang dihuni oleh empat orang tersebut hanya terdapat dua unit ponsel dan di dalamnya ditemukan percakapan satu arah dari satu ponsel ke ponsel lainnya.

Baca lebih lajut:
antaranews.com »

BMKG mencatat telah terjadi 248 gempa susulan di Cianjur - ANTARA News

ANTARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan telah terjadi 248 gempa susulan di Cianjur, Jawa Barat, terhitung sejak gempa utama ... Baca lebih lajut >>

Polisi Jawab Spekulasi Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres karena Puasa sampai MeninggalKasus satu keluarga yang tewas misterius di Perumahan Citra Garden 1 Extension Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Jlebb Masuk Akal Apa betul karena karena puasa... Atau kelaparan.. Aduh ini Apa kaga ada jadwal buka puasa ato kaga ada yg ngasih tau

Polisi Temukan dan Teliti Tinja Jenazah Satu Keluarga Di KalideresTim dokter forensik menemukan tinja dalam tubuh jenazah satu keluarga tewas di Kalideres. TempoMetro

Motif Kematian Satu Keluarga Tewas di Kalideres Jadi Teka-teki RumitPolisi sebu motif kematian satu keluarga tewas di Kalideres masih misteri yang rumit untuk dipecahkan. Kemungkinan ada yg ancam jika keluar rumah.

Mirip Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Ini Kronologi Penemuan 2 Jasad Lansia di Taman SariPenemuan dua jasad lansia ini berawal dari kecurigaan warga dengan bau busuk yang menyengat dari dalam rumah, mirip kasus satu keluarga tewas di Kalideres. klo lansia lbh baik ada org muda yg ngawasin

7 Fakta Chat Satu Arah Penuh Emosi Negatif di HP Keluarga KalideresAda percakapan via ponsel yang menyedot perhatian di keluarga yang tewas semua di Kalideres. Berikut 7 fakta chat penuh emosi di hape keluarga misterius itu. Masih penasaran apa motifx ? Berita gak jelas gini smp dibikin 3 halaman tik detik 🤦🏽‍♂️. Untung baca komenannya dulu jadi selamet dah ga ngeklik

Satu Keluarga Tewas di Kalideres Jarang Komunikasi dengan Pihak Luar Lewat PonselFakta ini diketahui dari pemeriksaan dua unit telepon genggam yang ada di rumah yang berlokasi di Kalideres tersebut.

Kamis, 24 November 2022 18:36 WIB Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.Polisi hingga kini belum dapat menyimpulkan penyebab kematian empat orang yang terdiri atas suami, istri, anak dan ipar tersebut.TEMPO.TEMPO.

ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/am. ini berpendidikan dari bahasa Inggris Jakarta (ANTARA) - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik digital menemukan  satu keluarga yang meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar. Mulai dari dikatakan menganut paham tertentu hingga yang terbaru, yaitu publik menduga satu keluarga itu mengikuti kegiatan voluntarily stopping eating and drinking (VSED) atau sengaja menghentikan makan dan minum atau puasa sampai meninggal dunia. "Hasil digital forensik ditemukan petunjuk sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar," kata  Hengki di Jakarta, Kamis. Dokter kepolisian akan meneliti kandungan-kandungan yang terdapat dalam keladak perut tersebut. Hengki mengungkapkan dalam rumah yang dihuni oleh empat orang tersebut hanya terdapat dua unit ponsel dan di dalamnya ditemukan percakapan satu arah dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Terlebih, hasil autopsi menyatakan kondisi lambung keempat korban sudah lama tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Percakapan satu arah tersebut menggunakan bahasa Inggris yang sifatnya emosional. Jadi puzzle-nya semakin dalam, mengapa yang bersangkutan ini jual mobil, jual barang-barang itu untuk apa, dan sebagainya,' katanya di Polda Metro Jaya, Senin, 21 November 2022.

"Sebagaimana yang kami sampaikan kemarin, ini kata-katanya sangat terlihat bahwa ini berpendidikan dari bahasa Inggris sifatnya emosi," ujar Hengki. Baca Juga: "Salah satu teori kasus Rumah Kalideres itu Voluntarily Stopping Eating and Drinking (VSED), puasa sampai mati," tulis akun Twitter @HabisNontonFilm seperti dikutip, Rabu (23/11/2022). 'Arti dari temuan autopsi, biar ahli yang menjelaskan. Hengki mengungkapkan konten percakapan tersebut saat ini tengah diteliti oleh tim psikologi forensik, untuk mencoba memahami kondisi psikologis anggota keluarga tersebut sebelum meninggal demi mengungkap motif dan penyebab kematian satu keluarga tersebut. Penemuan tewasnya satu keluarga itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.   Menurut Kombes Hengki, saat ini pihak kepolisian masih meneliti soal dugaan apa pun, termasuk soal penyebab dan motif kematian satu keluarga tersebut.00 WIB.Mereka yang wafat adalah Rudyanto Gunawan (laki-laki 71 tahun), Renny Margaretha Gunawan (perempuan 68 tahun), Dian Febbyana Apsari Dewi (perempuan 42 tahun), dan Budyanto Gunawan (laki-laki 68 tahun). Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Ini kan ada dua, penyebab kematian dan motif," kata Kombes Hengki pada Rabu (23/11/2022).Mereka ditemui oleh Budyanto saat di depan rumah, namun tercium aroma busuk.

Bersama polisi, ketua RT akhirnya mendobrak masuk ke dalam rumah tersebut. Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah dan ruang belakang.Jenazah mereka ditemukan dalam keadaan membusuk. Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi. Polda Metro Jaya menegaskan, analisis awal penyidik terkait satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, bukan disebabkan oleh kelaparan. 'Namun, yakin ini bisa kami pecahkan, memang butuh kehati-hatian. Ketika pintu kamar dibuka, bau busuk makin tajam tercium oleh pegawai itu.

Penyidik Polda Metro Jaya juga mematahkan dugaan yang menyebut kematian satu keluarga itu adalah akibat aksi perampokan. Dugaan perampokan bisa dipatahkan setelah tim penyidik menemukan adanya bukti digital komunikasi dari salah satu penghuni rumah untuk menjual sejumlah barang dari rumah tersebut. Pihak kepolisian juga telah melacak dan memintai keterangan kepada pihak pembeli barang tersebut dan atas dasar keterangan dan temuan penyidik, maka dugaan perampokan bisa dipatahkan. Sedangkan sertifikat tersebut atas nama Renny Margaretha Gunawan, yang merupakan ipar dari Budyanto. Baca juga: .