Tn Meru Betiri, Polda Jatim, Polisi Hutan, Pembalakan Liar

Tn Meru Betiri, Polda Jatim

Polda Jatim Ambil Alih Kasus Polhut Tembak Pembalak Liar

Polda Jatim Ambil Alih Kasus Polhut Tembak Pembalak Liar

09/10/2019 23:52:00

Polda Jatim Ambil Alih Kasus Polhut Tembak Pembalak Liar

Kepolisian Daerah Jawa Timur mengambil alih kasus penembakan mati pembalak liar oleh petugas polisi hutan (polhut) di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jember.

overmacthitu adalah jika seseorang saat melakukan tugasnya mendapati sesuatu hal yang bisa memaksa dirinya mengambil langkah membela diri, sehingga dilakukan penembakan. Barung mencontohkan seperti ancaman dan penyerangan."Prosedur penggunaan senjata api dan kemungkinan-kemungkinan tewasnya seseorang itu diakibatkan senjata api itu dikarenakan apa. Nah kita tangani sementara, dan yang bersangkutan masih ada di Polda, polisi lagi menyelidikinya apakah penembakan itu dilakukan karena

Anak Buah Erick Thohir Minta Ahok Tak Berlagak Seperti Dirut Tiba-tiba Giring, dari Capres lantas Ketua Umum PSI Pengumuman! Indonesia Tak Akan Ikut Miss Universe 2021 di Israel

overmacth," kata Barung.Kendati demikian, dalam pemeriksaan tersebut Barung juga menambahkan pihaknya akan mendalami apakah penembakan ini dilakukan secara sengaja, tanpa unsurovermacth."Kalau sengaja melakukan penembakan dan kemudian meninggalnya seseorang tentu ada ancaman hukuman yang diberikan yaitu 338 KUHP, karena seseorang yang sengaja ditembak, walaupun dia melakukan pencurian ini tidak sebanding dengan apa yang terjadi di lapangan," katanya.

Selain itu, Barung menyebut penyidik juga melakukan formulasi, sebab sebagaimana diketahui, petugas tersebut juga berstatus polisi hutan."Karena yang bersangkutan ini adalah polisi hutan yang diberikan wewenang oleh undang-undang juga untuk melakukan pengawasan terhadap hutan dan memang di lengkapi dengan senjata api dalam rangka untuk melakukan tugas-tugas ya. Nah itu juga nanti akan diformulasikan," kata dia. headtopics.com

Lihat juga:Sebelumnya seorang Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) diketahui telah menembak mati seorang terduga pelaku pembalakan liar (illegal loging) di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember, Jawa Timur.Polisi kehutanan sendiri adalah nama sebuah jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkungan pegawai instansi kehutanan pusat maupun daerah. Polisi ini bukan merupakan bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Direktur Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dyah Murtiningsih mengklaim peristiwa penembakan pelaku pembalakan liar di Jember yang dilakukan polisi khusus hutan sudah sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP).

"Saat itu, ada operasi tangkap tangan pelaku pembalakan liar. Kemudian petugas memberikan peringatan, tetapi pelaku memberikan perlawanan, sehingga terjadilah peristiwa penembakan itu dan pelaku meninggal dunia. Petugas saat itu juga sudah memberikan tembakan peringatan," katanya, Sidoarjo, Selasa (8/10) seperti dilansir

Antara.Ia menjelaskan, kegiatan pembalakan liar di wilayah konservasi Meru Betiri itu dinilai sudah berlangsung cukup lama, yakni sekitar tahun 2001."Dari saat itu, sampai sekarang kerusakan hutan yang terjadi akibat pembalakan liar sekitar 2.700 hektare," katanya. headtopics.com

Indonesia Tak Ikut Miss Universe 2021 di Israel Mobil Mercy Nekat Lawan Arah Bikin Kecelakaan di Jalan Tol JORR Cerita Pemotor Perempuan Ikut Tes SIM: Prosedural hingga Kayak MotoGP

Dyah menerangkan usai peristiwa penembakan itu, polisi khusus hutan kemudian diamankan petugas kepolisian untuk dimintai keterangan. Ia pun menegaskan pihaknya juga akan memberikan pendampingan hukum kepada polisi khusus hutan yang saat ini masih dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di Polda Jatim.

Terkait pemeriksaan di Polda Jatim, Barung menyatakan tak dilakukan penahanan terhadap polhut berinisial DS tersebut.Saat ini, kata dia, Polda Jatim telah memeriksa tiga orang saksi terkait kasus tersebut dan berdasarkan keterangan saksi, DS melakukan penembakan karena rekannya akan dibacok terduga pelaku pembalakan hutan.

Baca lebih lajut: CNN Indonesia »

100 hari Taliban berkuasa: Kemiskinan dan kelaparan menghantui Afghanistan - BBC News Indonesia

Seberapa jauh Afghanistan berubah sejak Taliban menggulingkan pemerintahan yang didukung Barat? Akankah masyarakat Afghanistan mendapatkan kedamaian yang mer...

Polri Pindah 7 Tahanan Polda Papua ke Polda Kaltim, Alasannya...Tujuh tahanan dari Polda Papua itu dipindah pada 4 Oktober 2019. Pemindahan ini diduga dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Polri Pindah 7 Tahanan Polda Papua ke Polda Kaltim, Alasannya...Tujuh tahanan dari Polda Papua itu dipindah pada 4 Oktober 2019. Pemindahan ini diduga dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Puluhan Kades Tersandung Kasus Hukum, Inspektorat Jatim Buka Klinik Kades LawasApa saja kegunaan klinik Kades Lawas?

Tuntut Usut Kasus Randi-Yusuf, Mahasiswa 'Berkemah' di Polda SultraPuluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari melakukan aksi solidaritas untuk dua rekannya Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19) yang tewas saat aksi demo menentang RUU Kontroversial pada 26 September 2019 lalu. Aksi solidaritas digelar dengan cara 'berkemah' di depan Polda Sultra.

Manajer PT SSS Ditahan Polda Riau Terkait Kasus KarhutlaManajer perusahaan perkebunan sawit PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) ditahan terkait kasus karhutla di Riau. Bos perusahaan sawit ini ditahan Ditreskrimsus Polda Riau. Karhutla Riau Basa basi kah Publikasikan smua perusahaan yg maen bakar2 hutan demi keuntungan pribadi tanpa peduli kesehatan org lain. Klo ditutup nanti jg buka lg dgn nama lain dgn dalih lahan sdh dijual dan dikelola pihak lain... Smg tdk ada SP3 saat musim berganti 😂

Polda Papua Terus Kejar 3 DPO Kasus Kerusuhan WamenaPolda Papua terus mengejar tiga orang yang masih berstatus DPO kasus kerusuhan Wamena, Papua. Sementara 10 orang lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.