Pemanfaatan Wolbachia untuk Melawan DBD Terus Dikembangkan

29/01/2022 15:00:00

Melawan nyamuk dengan nyamuk. Itulah inti dari strategi penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diterapkan di Yogyakarta. Bedanya, nyamuk baru ini telah dibekali bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya.

Lıne: Berita, Nyamuk

Melawan nyamuk dengan nyamuk. Itulah inti dari strategi penurunan kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD ) yang diterapkan di Yogyakarta. Bedanya, nyamuk baru ini telah dibekali bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya.

Melawan nyamuk dengan nyamuk. Itulah inti dari strategi penurunan kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD ) yang diterapkan di Yogyakarta. Bedanya, nyamuk baru ini telah dibekali bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya. Pemanfaatan wolbachia telah berhasil menurunkan jumlah kasus DBD di Kota Yogyakarta...

Melawan nyamuk dengan nyamuk. Itulah inti dari strategi penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diterapkan di Yogyakarta. Bedanya, nyamuk baru ini telah dibekali bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya.World Mosquito ProgrammeWMP Yogyakarta, dr. Eggi Arguni, Sp.A.(K), Ph.D memaparkan, dari ember inilah nyamuk baru akan menetas. Nyamuk baru itu memiliki kandungan bakteri wolbachia di dalamnya.

Butuh Riset PanjangNature’s 10: ten people who helped shape science in 2020Dalam pengembangan program ini di Sleman, Yogyakarta, tim menyampaikan bahwa secara akumulasi nyamuk ber-Wolbachia di wilayah tersebut telah berkembang dengan baik dan stabil dengan persentase yang tinggi. Secara alami, nyamuk yang terus kawin akan menaikkan persentase nyamuk ber-wolbachia di alam.

Baca lebih lajut: VOA Indonesia »

Pimpin upacara 17 Agustus di Monas, ini pesan Anies Baswedan - ANTARA News

ANTARA - Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (17/8), menggelar upacara Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik ... Baca lebih lajut >>

Kasus DBD di Tasikmalaya Masih Terus Bertambah |Republika OnlinePenambahan kasus DBD terjadi di Tasikmalaya.

Innalillahi, 2 Warga Cianjur Meninggal karena DBDDua warga yang meninggal karena DBD setelah sempat menjalani penanganan medis di RSUD Cianjur. DBD

Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah di Jatim Waspadai Ancaman DBD'Para kepala daerah harus meningkatkan kewaspadaan atas DBD , tapi juga tetap serius mencegah penyebaran Covid-19,' kata Khofifah di Surabaya.

Laga Persebaya Surabaya Vs PSS Sleman di Lanjutan Liga 1 Pekan ke-21Persebaya Surabaya terus mempersiapkan diri  jelang melawan PSS Sleman di lanjutkan Liga 1 pekan ke 21.

Pratama Arhan Nilai Permainan Timnas Indonesia Kurang MantapArhan menyebut ada sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki timnas Indonesia untuk laga kedua melawan Timor Leste. UjiCoba Indonesia Garuda TimorLeste

Dinas Kominfo Jayapura Beri Bantuan di Kampung NimbokrangDukungan dan bantuan terus dilakukan untuk kelangsungan pendidikan anak usia dini, tidak terkecuali di Kampung Nimbokrang.

share Print YOGYAKARTA (VOA) —  Melawan nyamuk dengan nyamuk.REPUBLIKA.Jumat, 28 Januari 2022 – 22:04 WIB Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, dr Irvan Nur Fauzy.Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu meminta bupati dan wali kota memantau perkembangan kasus Covid-19 dan DBD.

Itulah inti dari strategi penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diterapkan di Yogyakarta. Bedanya, nyamuk baru ini telah dibekali bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya.ID,TASIKMALAYA -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya masih terus mengalami penambahan. Pemanfaatan wolbachia telah berhasil menurunkan jumlah kasus DBD di Kota Yogyakarta sebesar 77 persen tahun lalu.com. Jumlah kasus yang harus masuk rumah sakit, bahkan turun hingga 86 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, penambahan kasus DBD masih terus terjadi di beberapa wilayah. Dalam enam bulan terakhir, tim World Mosquito Programme (WMP) Yogyakarta telah menyebar lebih dari 21 ribu ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti. Lalu, puskesmas dinas kesehatan kabupaten atau kota diminta melakukan fogging dan melaporkan temuan kasus DBD.

Diagnostic Team Leader WMP Yogyakarta, dr. Baca Juga "Kemarin ada penambahan cukup banyak itu di salah satu pesantren yang terpapar DBD secara bersamaan sehingga penambahannya sangat tinggi," kata dia, Jumat. Eggi Arguni, Sp.A. Sebab, saat ini aktivitas anak-anak banyak dilakukan di sekolah dan pesantren, lantaran pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mulai dilaksanakan.(K), Ph.D memaparkan, dari ember inilah nyamuk baru akan menetas. Para petugas di kecamatan dan kelurahan diminta mulai melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "Kami meminta masyarakat bila ada kecurigaan DBD lebih baik rawat inap, karena terapi demam berdarah yang paling penting salah satunya cairan infus.

Nyamuk baru itu memiliki kandungan bakteri wolbachia di dalamnya. Seekor nyamuk Aedes aegypti betina terlihat dalam foto Center for Disease Control (CDC) 2006 ini pada 30 Oktober 2013. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dari total 255 kasus DBD selama Januari 2022, sebanyak empat orang meninggal dunia. (Foto: via Reuters) “Dia akan terbang keluar dari ember, akan kawin dengan nyamuk lain di sekitarnya dan wolbachia akan diturunkan ke anakan nyamuknya. Dalam enam bulan kita harapkan proporsi nyamuk ber-wolbachia ini sudah cukup tinggi, sehingga bisa kita stop pelepasannya,” kata Eggi di Yogyakarta, Jumat (28/1). Sebaran berdasarkan wilayah kecamatan, kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Mangkubumi dengan 52 kasus. Butuh Riset Panjang Bakteri wolbachia berfungsi menghambat perkembangan virus demam berdarah.

Nyamuk yang menetas dari telur-telur yang dikembangkan di laboratorium WMP Yogyakarta ini, memang sengaja dilepas agar kawin dengan nyamuk demam berdarah. BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika. Proses itulah yang pelan-pelan akan mengeliminasi virus demam berdarah. Penelitian ini pertama kali dikembangkan di Australia.id, Klik di Sini. Prof Adi Utarini merintis penerapannya di Yogyakarta sejak 2011. Dalam sepuluh tahun, teknik ini membuahkan hasil, terutama pada penerapan skala wilayah kecil di Yogyakarta.

Adi Utarini sendiri dipilih oleh majalah TIME sebagai satu dari seratus orang paling berpengaruh di dunia pada 2021. Sementara pada 2020, jurnal ilmiah dunia Nature, mempublikasikan Nature’s 10: ten people who helped shape science in 2020 , dengan Adi Utarini menjadi salah satunya. Staf Diagnostik WMP Yogyakarta menunjukkan sampel nyamuk proses ekstraksi DNA untuk mengetahui kandungan Wolbachia dalam Aedes aegypti. (Foto: Dok WMP Yogyakarta) Dalam pengembangan program ini di Sleman, Yogyakarta, tim menyampaikan bahwa secara akumulasi nyamuk ber-Wolbachia di wilayah tersebut telah berkembang dengan baik dan stabil dengan persentase yang tinggi. Secara alami, nyamuk yang terus kawin akan menaikkan persentase nyamuk ber-wolbachia di alam.

“Wilayah-wilayah yang sudah tidak dilepaskan nyamuk, walaupun dengan persertase 60 persen, tetapi karena wilayah di sekitarnya lebih tingi, maka wilayah ini nanti persentasenya akan tinggi juga,” kata Eggi. Tim WMP Yogyakarta bersama warga melakukan pemantauan jentik di Dusun Kronggahan, Sleman. (Foto: Dok WMP) WMP telah menitipkan ember berisi telur nyamuk sejak Agustus 2021. Warga yang menerima ember ini, disebut sebagai Orang Tua Asuh. Selain di rumah warga, sebaran ember telur nyamuk juga ditempatkan di sejumlah fasilitas umum.

“Setelah penarikan ember yang telah dititipkan di rumah Orang Tua Asuh dan fasilitas umum dalam periode enam bulan, masih akan dilakukan monitoring wolbachia sebanyak dua kali, untuk melihat bagaimana perkembangan nyamuk ber-wolbachia,” tambah Eggi. Penitipan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta. (Foto: Dok WMP Yogyakarta) Berhasil di Sejumlah Tempat Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengaku tidak mudah memahamkan masyarakat, bahwa nyamuk bisa dilawan dengan menyebarkan nyamuk. “Riset ini memerlukan waktu yang lama dan tidak mudah. Banyak masyarakat awalnya menolak karena lucu, mengatasi demam berdarah dengan nyamuk.

Namun, setelah riset ini berjalan, hasilnya bahkan bisa melebihi target,” kata Danang. Ember itu sendiri telah disebut di 13 kapanewon (kecamatan), 20 Puskesmas, dan 39 kalurahan. Sleman berharap, upaya ini akan membawa hasul. Pada 2020, kabupaten ini masih harus bergelut dengan 810 kasus DBD, dengan kematian dua di rumah sakit. .