Normal Baru Covid-19 - Editorial - koran.tempo.co

  • 📰 korantempo
  • ⏱ Reading Time:
  • 50 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 23%
  • Publisher: 51%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Normal Baru Covid-19

Penelusuran penularan dan pelaksanaan tes dalam jumlah memadai harus digenjot agar pemerintah bisa merumuskan kurva epidemiologi yang akurat.

Karena itu, langkah Presiden Joko Widodo memeriksa beberapa sarana publik yang akan menerapkan kebijakan normal baru di Jakarta dan Bekasi, kemarin, perlu dibarengi transparansi informasi yang memadai. Sumber data yang menjadi pegangan pemerintah untuk membuka ekonomi di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota harus disampaikan secara terbuka. Hanya dengan cara itulah kebijakan normal baru ini bisa didukung publik.

Skor R0 di bawah 1 tentu kabar baik. Angka itu menandakan kurva penularan sudah melandai dan penyebaran wabah sedikit-banyak telah terkendali. Namun, sayangnya, Jokowi tidak menjelaskan kapan dan di mana skor R0 itu persisnya terjadi. Selain itu, kredibilitas sumber data juga amat menentukan akurasi skor R0. Jika tes masif tidak dilakukan terhadap semua yang berpotensi terjangkit Covid-19 dan hasil tes tidak diproses dengan segera di lab, proyeksi matematis seperti skor R0 juga tidak bisa sepenuhnya merefleksikan situasi di lapangan dengan sahih.

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 38. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Normal Baru, Pengalaman Baru Masyarakat Baru – Kompas.idPandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Tantangannya bagaimana memanfaatkan hadirnya era masa depan itu saat ini. Lembaga McKinsey memberi nasihat kepada perusahaan cara menjadi lebih kuat setelah krisis Covid-19. Apanya yang baru min... Yang ngomong masih orang lama
Sumber: hariankompas - 🏆 8. / 70 Baca lebih lajut »

Penata Rambut Positif Covid-19, Tularkan Virus Kepada Puluhan Pelanggan: Siapkah The New Normal?Pola The New Normal di Amerika Serikat ternyata belum mampu menekan laju Covid-19, setelah penata rambut tularkan virus terhadap puluhan pelanggan. wiki Kebijakan pemerintah yg kacau dan aturan yg serba ngga jelas JokowiSilakanMundur indonesiaterserah wiki Harus siap dong semangat ya semua wkwkwk
Sumber: tribunnews - 🏆 37. / 51 Baca lebih lajut »

Mal akan Buka 5 Juni, Warga Khawatir Jadi Cluster Baru Covid-19Jakarta masih menjadi episentrum penularan covid-19. Kasus penyebaran virus tersebut di sebagian wilayah menyebabkan Ibu kota masih dinyatakan sebagai zona merah.
Sumber: mediaindonesia - 🏆 2. / 92 Baca lebih lajut »

YLKI: Selesaikan Dulu Masalah Covid-19, Baru Buka MalYLKI menilai pembukan mal pada 5 Juni 2020 dinilai terlalu dini sssip bneeer bgeeet bosQ👍 Mon maap nih. Soale lebih penting duid daripada copid ini bener, meskipun ada kewajiban mengaplikasikan protokoler kesehatan, apakah iya bakal diikuti? pemerintah lemahnya adalah menangkap dan menindak pelanggaran. Banyak sekali orang2 di jakarta yang melanggar lampu merah, jalan satu arah, dll tanpa ada sanksi. Apa ini berbeda?
Sumber: liputan6dotcom - 🏆 4. / 83 Baca lebih lajut »

New Normal Covid-19, Jokowi Kerahkan TNI dan Polri di KeramaianPresiden Jokowi memerintahkan aparat TNI dan Polri berjaga di setiap titik keramaian untuk memastikan kesiapan masyarakat menghadapi new normal atau tatanan baru di tengah wabah Covid-19. Apapun masalahnya tentara solusinya. 'New normal' ini semakin menyadarkan semua bahwa negara kita ini miskin. Pemerintah tdk mampu dan tdk punya modal untuk memerangi covid19..skrg rakyat yg dipaksa 'berdamai' dan langsung dihadapkan pada covid19..dgn kemungkinan tertular, mati atau beruntung melalui pandemi ini.. Gak paham cara berpikir plesiden
Sumber: tempodotco - 🏆 12. / 63 Baca lebih lajut »