KPK Jadwal Ulang Panggilan ke Sekretaris DPC Demokrat Balikpapan Terkait Suap PPU

KPK Jadwal Ulang Panggilan ke Sekretaris DPC Demokrat Balikpapan Terkait Suap PPU

Partai Demokrat Balikpapan

24/01/2022 18:44:00

KPK Jadwal Ulang Panggilan ke Sekretaris DPC Demokrat Balikpapan Terkait Suap PPU

Rencananya pemeriksaan terhadap Syamsudin akan dilakukan di Kantor Mako Brimob Polda Kaltim.

"Dijadwal ulang. Infonya lagi jalani pidana," tutur Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).Atas dasar itu, lanjut Ali, rencananya pemeriksaan terhadap Syamsudin akan dilakukan di Kantor Mako Brimob Polda Kaltim.KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis (NAB) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara.

Baca lebih lajut: Liputan6.com »

Cegah wabah PMK, pasar hewan di Magelang disemprot disinfektan - ANTARA News

ANTARA - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan, Rabu (25/5). Upaya ... Baca lebih lajut >>

FOTO: KPK Periksa Kakak Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin AnginIskandar, kakak kandung Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, diperiksa sebagai tersangka pengatur pemenang proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat.

Tito, Firli dan Azwar Berdiskusi Soal Kepala Daerah Terjaring OTT KPKMendagri Tito Karnavian berdiskusi dengan Ketua KPK Firli Bahuri dan Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas terkait keterlibatan kepala daerah dalam kasus tindak pidana korupsi. TitoKarnavian

KPK Tetapkan Tersangka pada Kasus Korupsi DID Tabanan, Siapa?KPK sudah tetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Insentif Daerah atau korupsi DID Tabanan, Bali. Ali Fikri memberi penjelasan begini. KorupsiDIDTabanan

Ssst, KPK Usut Potongan Dana ASN untuk Wali Kota Bekasi Rahmat EffendiPenyidik KPK tengah mengusut dugaan potongan dana ASN untuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi selaku tersangka penerimaan suap dan gratifikasi. potongandanaASN

KPK telusur aliran dana untuk Rahmat Effendi dari potongan dana ASNKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan adanya aliran dana untuk tersangka Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE) yang berasal dari ... Hajar terus KPK_RI

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang panggilan terhadap Sekretaris Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Balikpapan, Syamsudin alias Aco, terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, tahun 2021-2022. "Dijadwal ulang. Infonya lagi jalani pidana," tutur Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022). Atas dasar itu, lanjut Ali, rencananya pemeriksaan terhadap Syamsudin akan dilakukan di Kantor Mako Brimob Polda Kaltim. KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis (NAB) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara. Selain Abdul Gafur dan Nur Afifah, KPK juga menjerat Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro (EH), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman (JM), dan pihak swasta Achmad Zuhdi (AZ) alias Yudi. Kasus ini bermula saat Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengagendakan beberapa proyek pekerjaan yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang PPU dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU dengan nilai kontrak sekitar Rp 112 miliar. Kontrak itu yakni proyek multiyears peningkatan jalan Sotek-Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp 58 miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp 9,9 miliar. Atas adanya proyek itu, Abdul Gafur memerintahkan Mulyadi, Edi Hasmoro, dan Jusman untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten PPU. Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan. Ia diduga terlibat tindakan suap dan gratifikasi. 2 dari 2 halamanPenerimaan Abdul GafurSelain itu, Abdul Gafur juga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan, antara lain perizinan untuk HGU lahan sawit di Penajam Paser Utara dan perizinan bleach plant (pemecah batu) pada Dinas PUTR PPU. Abdul Gafur diduga bersama Nur Afifah menyimpan uang yang diterima dari para rekanan di dalam rekening bank milik Nur Afifah untuk keperluan Abdul Gafur. Abdul Gafur juga diduga menerima uang tunai sejumlah Rp 1 miliar dari Achmad Zuhdi yang mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak Rp 64 miliar di Kabupaten Penajam Paser Utara. Advertisement