Komplotan Penjambret di Pagutan Mataram Digulung Polisi

Komplotan Penjambret di Pagutan Mataram Digulung Polisi

23/01/2022 20:21:00

Komplotan Penjambret di Pagutan Mataram Digulung Polisi

Tim opsnal Polsek Pagutan menangkap tiga pelaku masing-masing berinisial AM, 21 tahun; SF alias Rudi, 18 tahun; dan JH alias Keril, 17 tahun, Jumat (21/1) lalu.

“Korbannya seorang gadis,” kata Kapolsek Pagutan Iptu Putu Sastrawan.Sastrawan menerangkan, sebelum kejadian korban berinisial GRR, 17 tahun di Jalan Banda Seraya Pagutan. Tanpa disadari ia dibuntuti para pelaku. Setiba di Gang Gili Layar I, korban dipepet dan diberhentikan. “Saat itu kondisi jalan sepi. Para pelaku menodongkan senjata tajam,” ujarnya.

Para pelaku kemudian meminta korban menyerahkan barang-barang dan uangnya. Namun korban hanya memberikan uang pecahan Rp 10 ribu yang ada di kantong celananya. Sementara handphone yang dipegang tetap dipertahankan.Di bawah todongan senjata tajam, korban segera mencabut kunci kontak motornya dan lari meninggalkan para pelaku sambil berteriak minta pertolongan. “Saat korban teriak meminta tolong, para pelaku kabur dan mengambil tas milik korban,” terang Sastrawan.

Baca lebih lajut: Jawa Pos »

Atap Penonton Formula E di Ancol Ambruk, Diduga Akibat Badai

Atap grand stand atau tribun penonton di area sirkuit Formula E, Ancol Pademangan, Jakarta Utara ambruk. Baca lebih lajut >>

Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Agen BRI Link di Rokan Hilir, Gelapkan Rp400 Juta | merdeka.comML diciduk aparat di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. ML kemudian dibawa oleh tim Opsnal Polsek Kubu setelah mengakui sebagai pemilik rekening dan penerima uang dari R.

Gasak Rp 400 Juta, Komplotan Pembobolan Uang Agen BRI LINK di Rokan Hilir DitangkapKomplotan pembobol Rp400 juta dari agen BRI Link berhasil diamankan Aparat Polsek Kubu dibantu tim dari Kepolisian Resor Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau dalam waktu terpisah.

Gasak Rp 400 Juta, Komplotan Pembobol Uang Agen BRI LINK di Rokan Hilir DitangkapKomplotan pembobol Rp400 juta dari agen BRI Link berhasil diamankan Aparat Polsek Kubu dibantu tim dari Kepolisian Resor Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau dalam waktu terpisah.

Imbauan Buat Warga Surabaya, Komplotan W dan Z Masih Berkeliaran, Waspada!Komplotan W dan Z biasa beraksi di kawasan elite Kota Surabaya. Pelaku punya peran masing-masing. Surabaya

Tawuran Anak Panah, 18 Remaja di Makassar Ditangkap PolisiPolisi mengamankan 18 remaja di Makassar, Sulsel, karena tawuran anak panah. Kayaknya abis pada ntn Hawkeye....

Meski Rencana Masjid Gantikan Kantor Polisi di Cardiff Disetujui, Tapi Masih ada Penolakan |Republika OnlineKantor polisi di Cardiff Wales akan dirobohkan diganti masjid

Tiga pemuda asal Jempong, Mataram, ini ditangkap di rumahnya masing-masing. Sebelumnya mereka teridentifikasi sebagai pelaku penjambretan di Jalan Banda Seraya Gang Gili Layar I, Pagutan, Mataram. “Korbannya seorang gadis,” kata Kapolsek Pagutan Iptu Putu Sastrawan. Sastrawan menerangkan, sebelum kejadian korban berinisial GRR, 17 tahun di Jalan Banda Seraya Pagutan. Tanpa disadari ia dibuntuti para pelaku. Setiba di Gang Gili Layar I, korban dipepet dan diberhentikan. “Saat itu kondisi jalan sepi. Para pelaku menodongkan senjata tajam,” ujarnya. Para pelaku kemudian meminta korban menyerahkan barang-barang dan uangnya. Namun korban hanya memberikan uang pecahan Rp 10 ribu yang ada di kantong celananya. Sementara handphone yang dipegang tetap dipertahankan. Di bawah todongan senjata tajam, korban segera mencabut kunci kontak motornya dan lari meninggalkan para pelaku sambil berteriak minta pertolongan. “Saat korban teriak meminta tolong, para pelaku kabur dan mengambil tas milik korban,” terang Sastrawan. Karena trauma, korban tidak berani mengambil sepeda motornya. Dia lantas melapor ke Polsek Pagutan. Hasil penyelidikan, polisi mengantongi identitas para pelaku. Mereka diburu dan tangkap di rumahnya masing-masing. Kini mereka terancam hukuman paling lama 12 tahun penjara. Mereka dijerat pasal 365 KUHP. Kepada polisi, ketiganya mengaku beraksi empat orang. Satu orang lagi berinisial J belum tertangkap. “Sudah kita tetapkan menjadi DPO (daftar pencarian orang),” jelasnya. Dua pelaku langsung diproses oleh Polsek Pagutan. Seorang lagi yakni Keril diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram. “Karena penanganan kasus anak yang berada di bawah umur berbeda,” kata Sastrawan. Dari pengakuannya, para pelaku baru kali pertama melakukan aksi jambret. Namun, polisi masih mengembangkan apakah pernah melakukan tindakan tersebut di TKP lain. “Saat beraksi pelaku dipengaruhi miras. Sehingga berani melakukan tindakan tersebut,” bebernya. (arl/r1)