Kisah Pasien yang Dirawat 50 Hari di Wisma Atlet dan Dokter yang Dibohongi

  • 📰 temponewsroom
  • ⏱ Reading Time:
  • 87 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 38%
  • Publisher: 63%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Duel di Menara Ketujuh

KUE tart tiramisu bertulisan “Selamat 50 Hari di Wisma Atlet’ menandai lamanya Saepul Jamal tinggal di Rumah Sakit Darurat Penanganan Virus Corona, Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Merayakan momen tersebut, Jamal menyantap kue yang dipesannya dari toko roti itu bersama sejumlah pasien dan perawat pada Kamis, 14 Mei lalu. Belum ada tanda-tanda dia bisa pulang dari sana meski tubuhnya tak lagi bergejala terinfeksi corona.

Petugas memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri Dokter dan tenaga medis di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta,15 Mei 2020. TEMPO/Nurdiansah Jamal sempat menghubungi nomor pusat kontak rumah sakit darurat. Namun petugas di ujung telepon mengatakan hasil tes hanya boleh dibaca tim dokter. Kepala Laboratorium PCR Wisma Atlet Mayor Asep Tantula mengatakan kapasitas tes di tempatnya masih sekitar 100 spesimen per hari. Menurut dia, jumlah itu masih belum ideal karena pasien yang dirawat di Wisma Atlet mencapai lebih dari seribu orang. “Kami butuh minimal 5.000 cartridge tes agar lebih cepat mengolah sampel swab dari pasien,” ujar Asep.

Sejak itu, pola hidup Adisty berubah. Ia harus membungkus tangannya dengan sarung plastik dan memakai masker meski sekadar pergi ke toilet atau dapur. Setiap hari dia juga harus melaporkan suhu tubuhnya ke grup WhatsApp bernama “Lantai 32 Kita Bisa”, yang beranggotakan semua pasien di lantai itu, dokter, perawat, dan psikiater.

Setelah Adisty memprotes, tim perawat datang dan meminta maaf. Mereka memindahkan pasien positif itu dan menyemprot ruangan dengan disinfektan. Psikiater pun datang memberikan terapi dan mengirimkan musik relaksasi agar Adisty tak terbebani lagi. Menurut Tommy, tugas tenaga medis pada awal berdirinya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sangat berat. Selain administrasi rumah sakit itu belum rapi, ada pasien yang tak jujur menceritakan kondisi kesehatannya kepada dokter. Tommy pernah menangani pasien positif corona di Menara 7 yang juga punya gangguan jiwa. Saat ditanyai petugas pendaftaran, pasien itu hanya menyebut mengalami gejala Covid-19, tapi tak bercerita bahwa dia sedang mengonsumsi obat penenang.

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 13. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pangdam Jaya: Wisma Atlet untuk Karantina dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet BerbedaPanglima Kodam Jaya, Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyediakan tiga tower...
Sumber: SINDOnews - 🏆 40. / 51 Baca lebih lajut »

Pasien Rawat Inap di RSD Wisma Atlet Berkurang 50 Orang |Republika OnlineTotal pasien yang masih rawat inap di RSD Wisma Atlet 963 orang Kok lambat ya proses penyembuhanya? Di negara lain kok relatif cepat
Sumber: republikaonline - 🏆 16. / 63 Baca lebih lajut »

Pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet Kemayoran berkurang 50 orangPasien rawat inap yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta berkurang 50 orang pada Minggu, berdasarkan data yang dihimpun ...
Sumber: antaranews - 🏆 6. / 78 Baca lebih lajut »

Tak Pulang Saat Lebaran, Ini Kisah Perawat Pasien Covid-19 di Wisma Atlet KemayoranPerawat adalah garda terakhir dalam peperangan melawan Covid-19. Banyak dari mereka masih harus bertugas saat perayaan Idul Fitri. Mohon maaf lahir Dan bathin kepada paramedis. Terima kasih, Tuhan yg membalas kebaikan dan pengorbanan kalian.... 🙏🙏🙏 KamidiRumahAja Selamat Hari Raya Idul Fitri buat Anda sekalian para tenaga medis, yang tak mengenal lelah, siang-malam bahkan rela tidak bertemu keluarganya, istri/suami, anak2 Salam Hormat dan Cinta saya bagi Anda sekalian 🙏 Saya aja ga pulang biasa aja
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »

Cerita Dokter Lebaran di RS Wisma Atlet Kemayoran, Tak Tahu Kapan Pulang ke Rumah...Para tenaga medis tak tahu entah kapan akan pulang ke rumah. Sebab saat ini pandemi Covid-29 di Indonesia belum terlihat ujungnya. Covid-29 🙃 Iyaa menyebalkan emang.. buset dahh.. pasiennya covid maju terus pantang mundur lagii. Cape dehh. Rm sakit pada gak praktek juga lagi dokter spesialis nya. Ehmm parahh 🤦‍♂️ Pakai sistem seperti di tambang saja... Kerja 8 minggu, libur 4 minggu .. Untuk karantina 2 minggu, bisa diisi untuk riset penanganan covid...
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »

Pemerintah: Pasien Corona RS Wisma Atlet Cemas Ingin Lebaran dengan KeluargaPemerintah menyebut pasien positif di sana saat ini sedang diselimuti kecemasan karena ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Iya sih, takutnya tahun depan ngga ikut lebaran lagi Vak 😤🙄 Terus dirawat bareng bareng?
Sumber: detikcom - 🏆 29. / 51 Baca lebih lajut »