Kepuharjo Sport Center, Gunung Merapi, Birojatengdiy

Kepuharjo Sport Center, Gunung Merapi

Keren! Ada Lapangan Standar Internasional di Desa Lereng Merapi

Warga Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman kini patut berbangga. Kini, mereka memiliki fasilitas olahraga dengan kualitas jempolan lho! via: DetikTravel

04/07/2020 17:33:00

Warga Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman kini patut berbangga. Kini, mereka memiliki fasilitas olahraga dengan kualitas jempolan lho! via: DetikTravel

Warga Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman kini patut berbangga. Kini, mereka memiliki fasilitas olahraga dengan kualitas jempolan, Kepuharjo Sport Center (KSC).

(KSC).Memanfaatkan lahan tanah kas desa, yang awalnya berupa tanah lapang tak terurus, para pemuda di desa itu berinisiatif untuk berbenah. Kini, sepetak tanah itu disulap menjadi lapangan sepak bola mini, dan lapangan futsal outdoor. Dengan ditanam rumput zoysia matrella, membuat lapangan KSC menjadi lapangan berkelas layaknya di Eropa.

Telkom Ungkap Penyebab IndiHome Down Tadi Pagi Daftar Lengkap Pemenang Soribada Awards 2020 Catat! 30 Pekerjaan yang Banyak Dicari di Era New Normal

"Jadi ini namanya Kepuharjo Sport Center. Dahulu lapangan yang merupakan tanah kas desa dan tidak terurus dengan tanah tidak rata dan rumput jarang-jarang. Lalu 23 Oktober 2019 kami dari karang taruna mengajukan izin ke desa untuk pengelolaan lapangan desa," ujar inisiator pembuat lapangan, Gani Sadat, saat ditemui di KSC, Dusun Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (4/7/2020).

Gani menjelaskan, butuh biaya hampir Rp 1 miliar untuk membangun lapangan ini. Beruntung, ada kucuran dana dari pihak desa melalui dana desa dan bantuan keuangan khusus dari Kabupaten Sleman serta CSR dari Koperasi Petruk."Total rencana anggaran itu Rp 950 juta sampai pembangunannya selesai karena ini masih terus berproses. Untuk lapangan habis Rp 264 juta. Untuk dana desa sebesar Ro 450 juta sisanya dari CSR," ungkapnya.

Gani menceritakan, berbagai fasilitas pendukung sedang dibangun di lapangan yang terletak di sebelah selatan Merapi Golf itu. Saat ini baru ada dua lapangan, jogging track dan kamar mandi saja.GaniSadatinsiatorKepuharjo Sport Center. Foto:detikcom/Jauh HariWawan S _

Salah satu sudut dari Kepuharjo Sport Center, lapangan berstandar internasional di lereng Gunung Merapi. Foto: detikcom/Jauh Hari Wawan SKe depan, tribune penonton, ruang ganti pemain, cafe, lampu, dan kantor juga akan turut dibangun. Termasuk segera merampungkan lapangan voli di sebelah utara lapangan futsal.

Baca juga:Stadion Mandala Krida Batal Gelar Piala Dunia U-20 akibat Gunung Merapi"Target kami Agustus 2020 semua sudah selesai. Kalau saat ini baru lapangan dan toilet yang siap digunakan. Progresnya sudah 80 persen, nantinya akan dikelola secara penuh oleh karang taruna desa," ujarnya.

Kehadiran lapangan ini disambut antusias oleh warga sekitar. Gani dan rekannya bercita-cita untuk membangun lapangan sepakbola berukuran standar. Namun, keterbatasan lahan membuatnya hanya bisa membuat lapangan mini soccer."Ini keterbatasan lahan karena sisa pembangunan hunian untuk warga terdampak erupsi Merapi. Saat kami ukur hanya sesuai dengan standar lapangan mini soccer. Ukuran lapangan untuk mini soccer 60x40 meter, futasl 38x25 meter," jelasnya.

Cara Mengecek Nama Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan, Simak di Sini Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta Hingga 27 Agustus 2020 Menag Terapkan Sertifikasi Dai dalam Waktu Dekat

Ide ini juga tak lepas dari kultur masyarakat Kepuharjo yang cinta dengan dunia si kulit bundar. 90 persen warga merupakan penggila sepakbola. Oleh karena itu, respon masyarakat sangat antusias dengan hadirnya lapangan ini."Warga antusias dengan kehadiran lapangan ini, apalagi untuk lapangan futsal. Kalau warga Kepuharjo 90 persen suka dengan sepakbola, warga antusias ke bola daripada olahraga lain," ungkapnya.

Lapangan ini sudah mulai dimanfaatkan. Tentunya ada harga sewa yang harus dibayarkan. Wajar saja, perawatan lapangan membutuhkan biaya yang tak sedikit.Gani Sadat insiator Kepuharjo Sport Center. Foto: detikcom/Jauh Hari Wawan SBaca juga:Merapi Meletus, PS Tira Vs PSMS Tanda Tanya

"Ini untuk olahraga warga sekitar tapi disewakan untuk umum. Tarif nya per dua jam untuk mini soccer Rp 1 juta, futsal Rp 500 ribu saat sore dan kalau pagi mini soccer Rp 800 ribu, futsal Rp 300 ribu. Kenapa harus sewa? Perawatan mahal, sebulan habis Rp 5-6 juta untuk perawatan lapangan," kata Gani menerangkan.

Harga yang ditawarkan tentu sebanding dengan yang didapatkan. KSC punya nilai lebih yang tidak akan bisa didapatkan di lapangan lain. Yaitu pengalaman berolahraga dengan suasana sejuk pegunungan. Pasalnya jarak lapangan dari puncak Merapi sekitar 11 kilometer.

"Kami menyewakan untuk hari Jumat-Minggu sisanya untuk perawatan. Bahkan untuk bulan Juli sudah ada 12 kelompok yang booking lapangan," terangnya.Kendati ada harga sewa, sebagian besar hasilnya akan dikembalikan ke masyarakat. Bentuknya yakni pembinaan pemain usia dini.

Baca lebih lajut: detikcom »

Apik tenan iki, utk klas kampung... wis josssd Seneng bgt bacanya, semua direncanakan G4, Flu Babi Jenis Baru yang Muncul di China dan Bisa Jadi Pandemi G4, Flu Babi Jenis Baru yang Muncul di China dan Bisa Jadi Pandemi oh kirain lapangan uii Besok di lereng sumbing wowww Lapangan Mersika? A_YuanaPutra salah banget dah diviralin, ntar banyak orang kesana terus jadi ga bagus lagi kek sebelum viral

Para 'tabib' yang melindungi desa-desa India dari Covid-19Para dokter tanpa ijazah diam-diam menjadi pejuang di garis depan pemantauan virus corona di India.

Pemprov Bali Siapkan Insentif Bagi Desa Adat |Republika OnlinePimpinan desa adat Bali sepakat usulkan insentif dengan jumlah seragam

Bendungan Meluap, Sejumlah Desa di Bolaang Mongondow Terendam BanjirHujan lebat yang terjadi di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara sejak Jumat (3/7/2020) dini hari menyebabkan sejumlah desa...

Menanam Bibit Tembakau di Desa Tuksongo |Republika OnlineDaerah Tuksongo adalah salah satu penghasil tembakau sawah berkualitas tinggi.

Pembangunan Desa di Sikka Terhambat Akibat Terbentur Zonasi TWALProses pembangunan di desa kepulauan di wilayah Kabupaten Sikka, NTT dipastikan bakal berjalan lambat sebab berada dalam kawasan konservasi Taman Wisata Alam Laut teluk Maumere.

Kades Positif Corona, Kantor Desa di Blitar Ini Ditutup SepekanKantor Desa Selopuro ditutup selama sepekan. Penutupan kantor desa ini menyusul diterimanya hasil tes swab kades yang positif terinfeksi virus Corona. Blitar VirusCorona