Bpjs Kesehatan, Bpjs, Apbd, Apbn, Jkn

Bpjs Kesehatan, Bpjs

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bertahap, Segmen PBI yang Pertama

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan diterapkan untuk segmen peserta PBI terlebih dulu, yakni mulai September 2019.

12.9.2019

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan diterapkan untuk segmen peserta PBI terlebih dulu, yakni mulai September 2019.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan diterapkan untuk segmen peserta PBI terlebih dulu, yakni mulai September 2019.

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan memastikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang dikelolanya akan naik secara bertahap. Kenaikan iuran yang pertama diterapkan adalah untuk segmen peserta PBI, yakni mulai September 2019, sementara segmen lain mengikuti pada Januari 2020. Segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta program Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan Undang-Undang. Selama ini, iuran PBI dibayarkan oleh pemerintah. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menjelaskan pihaknya mengapresiasi langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menyesuaikan besaran iuran BPJS Kesehatan. Hal tersebut menurutnya dapat mengatasi akar masalah penyebab defisit badan tersebut.'Iuran ini bukan dinaikkan, tetapi belum sesuai hitungan yang seharusnya. Tentu pada saat ini disesuaikan, tentu kami melihat apakah iuran tersebut affordable, artinya terjangkau oleh semua segmen [peserta],' ujar Fahmi dalam konferensi pers Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendukung Penyesuaian Iuran JKN–KIS, di Jakarta, Rabu 11 September 2019.Terkait dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta PBI, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang hadir dalam saat rapat dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan menyatakan akan menyiapkan alokasi anggaran untuk peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).'Saat berbincang tadi, saya bertanya kepada Pak Dirut apakah [kenaikan iuran] jadi atau hanya isu? Jadi, beliau menjawab akan diterapkan nanti awal 2020,' ujar Rusli.Berdasarkan prerhitungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, dana APBD yang perlu dialokasikan pasca kenaikan iuran BPJS Kesehatan mencapai Rp 45 miliar. Selain PBI yang dibayarkan dengan APBD masing-masing daerah, ada pula PBI yang dibiayai dari APBN oleh pemerintah pusat.BISNIS Baca lebih lajut: TEMPO.CO

PMII Manado demo tolak kenaikan iuran BPJS KesehatanPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Manado, Sulawesi Utara menggelar aksi demo di depan kantor gubernur, ... BPJS naik stop bayar pajak

Dirut BPJS Kesehatan beberkan fakta kenaikan iuranDirektur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris membeberkan sejumlah fakta terkait rencana kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat ...

BPJS: Kenaikan Iuran BPJS Sama Seperti Bayar Toilet Per HariBPJS Kesehatan sedang menganalisa potensi peserta JKN -KIS memilih turun kelas. 😒 Asbun, kl ngk ke toilet ngk bayar pak..? Iuran BPJS ngk dipakai juga bayar... Tolol boleh goblok jgn 😤

Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan Berpotensi Turun KelasFahcmi menilai kenaikan iuran sebesar 100% pada kelas 1 dan kelas 2, dan 65% pada kelas 3 tersebut masih dianggap mampu bagi masyarakat. Dimana mana juga cari yg murah meriah beda harga dikit pindah toko sebelah Itu akan jadi kenyataan besar. Turun ke kelas 2, turun ke kelas 3, turun ke tanpa kelas alias ngambek tak mau bayar lagi.

Kenaikan Iuran BPJS Menuai KontroversiKenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% menuai kontroversi. Sasaran pun ditujukan kepada Kementerian Keuangan. Namun,...

DPR Usul Satu Persen Transfer ke Daerah untuk BPJS KesehatanDi R APBN 2020, pemerintah menganggarkan Rp 786,8 triliun untuk dana transfer daerah

Yang Harus Diperhatikan Saat Mau Kasih 'Kado Cinta' Saham ke Pasangan

Polisi Gagal Jemput Paksa Pelaku Kasus Dugaan Cabul di Jombang

Cek, 5 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Datangkan Penyakit

Shin Tae Yong Tak Suka Pemain Banyak Protes

Empat Tewas Sekeluarga, Karantina 'Dirumahkan' Dianggap Sangat Jahat - VIVA

Indeks Pembangunan Manusia Jatim Naik pada 2019, Surabaya Masuk Kategori Tertinggi

Tulis Komentar

Thank you for your comment.
Please try again later.

Berita Terbaru

Berita

12 September 2019, Kamis Berita

Berita sebelumnya

BJ Habibie Wafat, Ini Riwayat Penyakit yang Pernah Dideritanya

Berita selanjutnya

BJ Habibie dan Ainun, Cinta dalam Foto Kenangan
TNI Gadungan Tipu dan Setubuhi 5 Janda, Begini Modusnya BPS Butuh 400 Ribu Orang Buat Sensus Penduduk 2020 Cegah Virus Corona Menyebar, China Musnahkan hingga Cuci Uang Tunai Polisi Akui Kasus Kawin Kontrak di Bogor Tertunda Bencana Pemprov DKI Siapkan Taman dan Ruang Terbuka untuk Ondel-ondel Menaker: Buruh Tolak RUU Ciptaker karena Miskomunikasi
Yang Harus Diperhatikan Saat Mau Kasih 'Kado Cinta' Saham ke Pasangan Polisi Gagal Jemput Paksa Pelaku Kasus Dugaan Cabul di Jombang Cek, 5 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Datangkan Penyakit Shin Tae Yong Tak Suka Pemain Banyak Protes Empat Tewas Sekeluarga, Karantina 'Dirumahkan' Dianggap Sangat Jahat - VIVA Indeks Pembangunan Manusia Jatim Naik pada 2019, Surabaya Masuk Kategori Tertinggi