KCIC: Pemindahan Ibu Kota tak Pengaruhi Potensi Penumpang Kereta Cepat |Republika Online

13/02/2022 7:07:00
KCIC: Pemindahan Ibu Kota tak Pengaruhi Potensi Penumpang Kereta Cepat |Republika Online

Potensi penumpang tetap ada karena Jakarta masih akan menjadi pusat ekonomi.

Potensi penumpang tetap ada karena Jakarta masih akan menjadi pusat ekonomi.

Potensi penumpang tetap ada karena Jakarta masih akan menjadi pusat ekonomi.

Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, kereta cepat ini akan melalui daerah industri yang sedang tumbuh di sepanjang jalur Jakarta-Bandung."Pemindahan IKN tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penumpang mengingat Kota Jakarta masih tetap menjadi kota perdagangan utama dan akan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya," ujar dia dalam pernyataan di Jakarta, Ahad (13/2/2022).

Baca Juga Ia juga memaparkan hasil riset Polar UI pada 2021 mengenai potensi penumpang dari kereta cepat yang diperkirakan bisa mengangkut 30.000 penumpang harian. Namun, Dwiyana mengatakan perkiraan jumlah penumpang ini lebih rendah dari riset LAPI ITB yang sempat merilis angka pengguna 61.000 penumpang per hari.

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Wakapolri Pimpin Langsung Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

'Timsus semuanya langsung dipimpin oleh Pak Wakapolri, Pak Irwasum' Baca lebih lajut >>

Ibu Kota Pindah Tak Ngaruh Banyak ke Proyek Kereta Cepat!Bukan pemindahan ibu kota negara, tapi pandemi yang jadi tantangan bagi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Proyek Kereta Cepat Diklaim Sumbang Penerimaan Negara Rp 5,34 Triliun

Proyek Kereta Cepat Diklaim Sumbang Penerimaan Negara Rp 5,34 TriliunPT KCIC menyampaikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) telah menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 5,3 triliun hingga akhir 2021 Bayangkan kalau sudah jadi.. pasti meroket... masih belum apa-apa beroperasi saja sudah berhasil triliunan.. ? Ah, nanti kedepannya di claim restitusi kembali itu!!!.coba cek nanti..cuma pnrimaan pph 22 import barang modal dari China yg dpt minta kembali/ kreditkan krn pasti 10 thn kdpn masih rugi itu. Tapi pengeluarannya lebih dari 100 triliun?

Kepala BIN: IKN Nusantara Akan Memperkuat PertahananPemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara di Kaltim memiliki implikasi penguatan pertahanan.

Soal Ibu Kota Negara, Pemuda Hidayatullah Diingatkan Jangan Pragmatis |Republika OnlineGenerasi muda jangan menjadi penonton dalam menyongsong IKN.

KCIC: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sumbang Rp 5,34 Triliiun ke Penerimaan Negara

KCIC: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sumbang Rp 5,34 Triliiun ke Penerimaan NegaraProyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah menyumbang penerimaan negara sebesar Rp5,34 triliun hingga akhir Desember 2021. Kenapa gak dibuat sampe Surabaya aja sih, kan penerimaan negara bisa lebih besar lagi, ayo bisa Wuuuiiihhh hebat juga ni.. belum beroperasi udah nyumbang negara..!!! Mantap, Ini kan bagus,, ada penjelasan dari kcic,, klu nggk ya tuduhannya utang utang trus,, apa lagi yg tdk setuju🙈🤣

Masyarakat Diminta Kawal Terus Pemindahan Ibu Kota Negara Baru | merdeka.com

Masyarakat Diminta Kawal Terus Pemindahan Ibu Kota Negara Baru | merdeka.comAgus mengatakan, setelah disahkannya Undang-Undang Ibu Kota Negara oleh DPR RI pada Januari 2022, tentu akhirnya aturan tersebut mengikat bagi setiap warga negara. cuan cuan

REPUBLIKA.Heboh TKA China Jadi Tukang Las Kereta Cepat JKT-BDG Hal ini merespons hasil studi yang menyebutkan pemindahan ibu kota negara bisa menekan potensi penumpang KCJB hingga 50%.kereta cepat menggunakan barang modal lokal yang memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi daerah.Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki implikasi penguatan pertahanan.

CO.ID, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menilai rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur tidak mempengaruhi potensi penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung.215 penumpang per hari. Potensi penumpang tetap ada karena Jakarta masih akan menjadi pusat ekonomi, bisnis, dan perdagangan, yang ramai dikunjungi masyarakat. Selanjutnya, KCIC juga telah mendapatkan setoran sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku konsorsium BUMN Indonesia untuk proyek kereta cepat pada akhir Desember 2021. Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, kereta cepat ini akan melalui daerah industri yang sedang tumbuh di sepanjang jalur Jakarta-Bandung.157 penumpang per hari," jelasnya."Pemindahan IKN tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penumpang mengingat Kota Jakarta masih tetap menjadi kota perdagangan utama dan akan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya," ujar dia dalam pernyataan di Jakarta, Ahad (13/2/2022). BACA JUGA Ilham Habibie: IKN Menuju Indonesia Emas 2045 Dibentuknya Aukus, ujar dia, juga hadirnya kekuatan beberapa anggota NATO di kawasan, semakin menegaskan bahwa konstelasi geopolitik kekuatan negara-negara di dunia bergeser ke Asia Pasifik.

Baca Juga Ia juga memaparkan hasil riset Polar UI pada 2021 mengenai potensi penumpang dari kereta cepat yang diperkirakan bisa mengangkut 30. "Di antaranya adanya Tol Layang Jakarta-Cikampek dan dampak akibat kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020. Halaman Selanjutnya.000 penumpang harian. Namun, Dwiyana mengatakan perkiraan jumlah penumpang ini lebih rendah dari riset LAPI ITB yang sempat merilis angka pengguna 61. Kondisi ini diprediksi masih akan berimbas pada demand dan forecast KCJB hingga 5 tahun ke depan.000 penumpang per hari. "Penurunan permintaan ini terjadi karena riset Polar UI didasari pada kondisi pandemi Covid-19 dan dampak turunan lainnya yang berimbas pada turunnya mobilitas warga," katanya. Baca:.

Ia juga mengakui jumlah penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan terdampak pandemi Covid-19 dan mempengaruhi proyeksi pengangkutan hingga lima tahun ke depan."Perhitungan demand forecast yang terkini menggunakan pendekatan serta asumsi pertumbuhan yang konservatif, terutama di lima tahun pertama masa pengoperasian, dan tentu kami terus berharap pandemi ini segera usai sehingga mobilitas warga bisa kembali normal," katanya. Kendati demikian, ia meyakini potensi perekonomian yang membaik dan kembalinya aktivitas manusia bisa menjadi harapan adanya peningkatan jumlah penumpang kedepannya."Walaupun dalam lima tahun pertama pertumbuhan penumpang diasumsikan kecil (konservatif), namun di tahun berikutnya diharapkan akan ada masa mobilitas orang akan membaik seiring dengan menggeliatnya perekonomian kita pasca-Covid-19," kata Dwiyana. sumber : AntaraBACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.

co.id, Klik di Sini .