Kawasan Industri Brebes Siap Tampung Relokasi Pabrik AS |Republika Online

  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 54 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 63%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Indonesia bersaing dengan sesama anggota ASEAN meraih peluang relokasi industri ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kesiapan kawasan industri Brebes, Jawa Tengah untuk menjadi area relokasi sejumlah pabrik perusahaan Amerika Serikat dari China sebagai dampak perang dagang. Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Baca Juga Agus mengatakan, pengembangan KI Brebes harus terus didorong untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, Kemenperin melihat peluangnya sangat besar.

"Kalau kita tidak bisa pergunakan atau tangkap peluang ini, sangat sayang sekali. Rencananya ada relokasi perusahaan industri dari Jepang dan AS yang akan keluar dari China," kata Agus dalam keterangannya, diterima Republika.co.id, Sabtu . KI Brebes ditargetkan menjadi basis industri untuk sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman, industri mebel, serta industri farmasi dan alat kesehatan.

Khusus untuk sektor farmasi, kebutuhan yang disampaikan oleh industri itu yang akan relokasi dari China kepada Kemenperin adalah keinginan untuk berbisnis di Jawa. Sehingga Brebes menjadi tujuan yang memang sangat masuk akal untuk mengarahkan industri yang melakukan relokasi ke sana. Agus melanjutkan, harus pahami bahwa bukan hanya Indonesia yang akan melakukan pendekatan ke pemerintah dan perusahaan Jepang dan Amerika Serikat yang ingin merelokasi industrinya."Ada negara-negara tradisional yang menjadi kompetitor kita, seperti negara-negara di kawasan ASEAN," kata Agus.

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Tampung Relokasi Pabrik AS, Pengembangan Kawasan Industri Brebes DipercepatKawasan Industri Brebes ditargetkan menjadi core-industry untuk sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman.
Sumber: liputan6dotcom - 🏆 4. / 83 Baca lebih lajut »

Pengembangan Kawasan Industri Brebes Dipercepat untuk Tampung Relokasi Pabrik AS - Tribunnews.comKawasan Industri Brebes ditargetkan menjadi core-industry untuk sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki
Sumber: tribunnews - 🏆 37. / 51 Baca lebih lajut »

Brebes Bakal Tampung Relokasi Pabrik Jepang, Korea, dan ASPemerintah berharap pengembangan kawasan industri di Brebes akan menarik pengusaha asal Jepang, Korea Selatan dan Amerika Selatan (AS). Asal jgn dari China aja BoycottMadeInChina Akankah terjadi impor beras dan bawang merah besar2an nantinya? Setiap DAERAH berkompetisilah MENARIK INVESTOR, AKOMODATIF thd DUNIA USAHA, memberi lapangan PEKERJAAN, meningkatkan KEGIATAN Ekonomi agar SEJAHTERA & MAJUNYA DAERAH2 akan memajukan NEGARA .. aamiin jokowi airlangga_hrt bahlillahadalia idafauziyah kemenkomarves KSPgoid
Sumber: CNN Indonesia - 🏆 27. / 53 Baca lebih lajut »

Sempat Berhenti, Pabrik Suzuki Kembali Beroperasi |Republika OnlinePengoperasian pabrik guna memenuhi kebutuhan ekspor.
Sumber: republikaonline - 🏆 16. / 63 Baca lebih lajut »

Masjid di London Tampung Jenazah Covid-19 Warga Siprus Utara |Republika OnlineMasjid Ramadhan Hackney London tampung jenazah Covid-19.
Sumber: republikaonline - 🏆 16. / 63 Baca lebih lajut »

Pabrik Rokok Liburkan 890 Pekerja Guna Cegah Covid-19 |Republika OnlinePerusahaan rokok tersebut meliburkan seluruh pekerja selama seminggu ke depan.
Sumber: republikaonline - 🏆 16. / 63 Baca lebih lajut »