Cek Fakta, Irak, Virus Corona Covıd-19, Virus Corona, Covıd-19

Cek Fakta, Irak

Irak Hadapi Tantangan Berat Hadapi Hoaks soal Covid-19

Irak Hadapi Tantangan Berat Hadapi Hoaks soal Covid-19

25/09/2020 9:13:00

Irak Hadapi Tantangan Berat Hadapi Hoaks soal Covid-19

Menangani infodemi terkait covid-19 menjadi masalah semua negara saat ini tak terkecuali di Irak .

Salah satu organisasi yang memerangi hoaks dan misinformasi di Irak adalah Ideas Beyond Borders (IBB). Sejak pandemi virus corona covid-19, IBB bersama organisasi lain seperti Tech4Peace fokus untuk menghadapi hoaks covid-19.Baca JugaApalagi di Irak penetrasi media sosial saat ini mencapai 53 persen. Khusus untuk Facebook, penggunanya mencapai 24 juta akun.

Survei: Polisi Makin Represif, Warga Takut Sampaikan Pendapat SBY Kirim Pesan ke Kader, Tetap Berjuang Menolak UU Ciptaker Spanyol Umumkan Keadaan Darurat Nasional Akibat Lonjakan COVID

"Sebelum covid-19 hanya beberapa kasus yang meminta opini kami terkait hoaks kesehatan. Mungkin hanya sekali dalam dua atau tiga pekan," kata seorang dokter yang juga bekerja di Tech4Peace seperti dilansir Alaraby.co.uk."Sekarang kami menerima dua ribu pesan dan tag di media sosial setiap pekannya untuk meminta penjelasan soal isu yang viral. Kebanyakan dari mereka membela kami dari komen haters," ujar praktisi medis lain yang juga tergabung dari Tech4Peace menambahkan.

2 dari 3 halamanPenyebabPendiri IBB, Faisal Saeed Al Mutar menyebut banyaknya orang yang percaya soal hoaks di Irak karena masa lalu yang tak terbuka."Dulu hanya ada dua stasiun televisi di sini dan keduanya milik pemerintah. Dan akibatnya sekarang rakyat hilang kepercayaan dari dalam dan luar sehingga konspirasi teori pun berkembang," ujar Faisal.

"Bahasa Arab adalah bahasa keempat terbanyak di seluruh dunia. Namun hanya dua persen konten khusus ilmu pengetahuan yang berbahasa Arab. Sehingga di Irak mereka tak banyak tahu tentang fakta sesungguhnya soal covid-19 karena mayoritas berbahasa Inggris."

3 dari 3 halamanTentang Cek Fakta Liputan6.comLiputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat. Baca lebih lajut: Liputan6.com »

Episode 50 feat. Robertus Robet: Siapa Bilang Tempo Cuma Kritik Pemerintahan Jokowi?

Listen to this episode from Apa Kata Tempo on Spotify. Setiap pemimpin akan melalui masa ‘bulan madu’ dengan pendukungnya pada tahun-tahun pertama menjabat. Begitu janji-janji politiknya tidak kunjung terealisasi, tahun-tahun berikutnya akan terisi oleh kritik. Apalagi jika kebijakannya tidak berpihak pada kepentingan publik. Hal ini juga berlaku pada presiden Joko Widodo. Di satu tahun periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo banyak ditempa kritik. Terkait pelemahan KPK, sengkarut penanganan pandemi COVID-19, kisruh omnibus law Cipta Kerja, hingga makin maraknya represi di ranah digital. Tempo mengambil peran untuk aktif mengkritik pemerintah. Hingga beberapa pihak beranggapan Tempo selalu ‘menyerang’ pemerintahan Jokowi. Namun faktanya, berdasarkan arsip, Tempo selalu mengkritik pemerintahan apabila tidak sejalan dengan kepentingan publik -terlepas dari siapapun presidennya. Di episode 50 ini, Arif Zulkifli (Azul) dan Lisa Siregar ditemani oleh Robertus Robet, membedah sejumlah opini yang pernah diangkat Tempo saat mengkritik Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, hingga Gus Dur. Selamat mendengarkan. Tautan arsip opini Tempo yang dibahas: Kapankah Gusdur Berhenti Terbang Jangan Perpanjang Darurat Militer Aceh SBY-JK, Duet atau Duel Rapor yang Tak Mengesankan Audio clips credit: Jokowi Bantah Dinasti Politik, Akui Gibran dan Bobby Susah Cari Partai © 2020 KOMPASTV Harga Masker Mahal, Menkes: Salahmu Sendiri Kok Beli Ya © 2020 KOMPASTV Menkominfo: Kalau Menurut Pemerintah Hoaks, Ya Hoaks (Part 4) | Mata Najwa © 2020 Najwa Shihab Temu Wicara Presiden Soeharto pada Hari Anak Nasional di Istana 13-07-1994 © HM Soeharto

India Kembali Hadapi Peningkatan Infeksi Covid-19 |Republika OnlineInfeksi Covid-19 di India sempat menyentuh angka terendah dalam sebulan

Puan dan Jokowi Kompak Serukan Pentingnya Kerja Sama Global Hadapi Pandemi Covid-19 - Tribunnews.comPuan Maharani mengatakan gotong royong dalam skala global sangat penting dilakukan menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini Puan nggak nangis2 lagi nih. Atau demo gitu, bareng PDIP menolak pilkada PSBB Membangun & menata Moral.& ahlak.mulia dlm ke-Adilan/Sejahtraan dg mengamalkan Pancasila & UUD45,Sumpah Pemuda,Pemersatu anak bangsa yg br-Agama,dlm Bineka Tunggal Ika;dr Sabang s/d Maroke,di Indonesia Merdeka.! Kerjasama pertama Tunda Pilkada

WHO Minta Seluruh Negara Lebih Keras Hadapi Hoaks soal Covid-19Infodemi menjadi musuh semua negara di tengah pandemi virus corona covid-19. Apalagi selama pandemi telah banyak korban akibat infodemi yang menyebar di seluruh dunia.

Pidato di Sidang Umum PBB, BTS Minta Anak Muda Tegar Hadapi Pandemi Covid-19Di Sidang Umum PBB, BTS juga berbagi cerita saat mereka merasa tertekan dan tidak berdaya selama pandemi. Bts itu siapa sihhh Kok dapat undangan sidang umum pbb Teu gableg ka-era😋

Hadapi Covid, Mentan Ajak Masyarakat Dukung Pertanian |Republika OnlineKerja sama harus ditingkatkan untuk kesejahteraan petani.

Dapat Wilcard, Andy Murray Hadapi Wawrinka di French Open |Republika OnlineMurray terakhir kali menghadapi Stan Wawrinka pada 2017.