Insentif dan Keluh Kesah Nakes Saat Pandemi Covid-19 |Republika Online

Insentif untuk tenaga kesehatan tak kunjung diterima

01/07/2020 10:02:00

Insentif untuk tenaga kesehatan tak kunjung diterima

Insentif untuk tenaga kesehatan tak kunjung diterima

Agung berpendapat, keterlambatan pencairan insentif kemungkinan besar karena prosedur yang rumit dari pemerintah. Padahal proses ini seharusnya bisa dipercepat dan dipermudah di masa pandemi Covid-19."Yang dijanjikan Rp 7,5 juta, (tapi itu) belum tentu dapat Rp 7,5 juta per bulannya karena tergantung dari tempat bekerja dan berapa lama bertugas," kata Agung saat dihubungi Republika, Rabu (1/7).

PKS Bingung Menhan Prabowo Ditugaskan Garap Proyek Lumbung Pangan Prediksi Meleset Akhir Pandemi Covid-19 di Indonesia DPR Rapat di KPK, Bekas Pimpinan KPK: Berpotensi Fraud

Besaran insentif nakes sangat penting untuk menafkahi keluarga dan anak. Pasalnya, ia dan para nakes lainnya harus berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Agung khawatir bisa menginfeksi keluarganya akibat virus yang dibawa dari tempat kerja.Kekhawatiran Agung semakin kuat di kala ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) mulai berkurang dengan kualitas seadanya. Ia pernah menggunakan pakaian kesehatan yang disterilisasi ulang untuk dipakai kembali. Padahal APD tersebut hanya bisa digunakan sekali sehingga membuatnya khawatir dapat terpapar Covid-19.

Selama bertugas di rumah sakit, Agung mengaku, mendapatkan berbagai pengalaman sulit. Pertama, terdapat pasien yang tidak teridentifikasi sejak awal. Ada pula keluarga yang tidak kooperatif dan salah paham terhadap nakes akibat termakan isu yang kurang valid.

"Misalnya, menganggap RS membisniskan kasus Covid dan mengambil untung," jelasnya.Saat ini banyak rekan kerja Agung yang telah terpapar Covid-19. Itu artinya, jumlah personil yang mengurus pasien positif sudah tidak sesuai. Agung sendiri bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sehingga jumlah pasien yang diurusnya tak menentu.

"Karena IGD enggak menentu, kadang sekali dinas hanya satu pasien, kadang kalau lagi full ya banyak pasiennya. Beda dengan ruang rawat inap yang biasanya sudah pasti," kata Agung.Selain itu, rumah sakit sudah tidak lagi menyediakan asrama karantina karena lain hal. Kondisi itu menyebabkan Agung dan nakes lainnya harus pulang-pergi antara tempat kerja dan rumah. Agung biasanya melakukan tugasnya selama tujuh jam di waktu pagi dan sore sedangkan malam bisa mencapai 11 jam.

Agung berharap, pandemi Covid-19 di dunia terutama Indonesia segera berakhir. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali. Masyarakat dan tetangganya bisa berkomunikasi lagi dengannya seperti sebelum pandemi."(Karena saat ini) banyak yang jarang komunikasi karena masyarakat dan tetangga tahu profesi saya," katanya.

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Ga' usah keluh kesah,,, Mentrinya aja lagi Terawang - awang.. Alias kaburrr saat pandemi 😉😜

Bakso Pandemi, Bisnis Kuliner Laris di Tengah COVID-19Di tengah pandemi COVID-19, bisnis kuliner online jadi peluang menjanjikan. Contohnya pengusaha Bakso Pandemi yang laris manis di tengah pandemi COVID-19. BisnisKuliner via detikfood

Ekonomi Diprediksi Baru Akan Pulih Setelah 2020Dampak pandemi covid-19 diperkirakan membuat pemulihan ekonomi berjalan lambat, dan bergelombang dan diprediksi baru akan...

Cegah Kehamilan Tak Direncanakan Saat Pandemi, BKKBN Bagikan Kontrasepsi GratisBKKBN membagikan alat kontrasepsi gratis ke masyarakat saat pandemi Covid-19. Bagus banget judulnya ...Kont...😛

Menkop: Warung Kelontong Jangan Sampai MatiMenkop menilai saat ini kondisi warung kelontong perlu dibantu karena terkana imbas pandemi Covid-19. Tapi ijin minimarket waralaba trs ditambah/diperbanyak Telat ih sadarnya heran... Mana ada warung kelontong yg mati, semua buka normal kecuali yg di pasar dan pasarnya kena lockdown ada yg positif. Jangan moduz pak mentri, ntar ngajuin anggaran buat warung kelontong pula, kasihan negara lagi susah jangan bikin tambah susah

[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo di Amerika Saat Pandemi Covid-19?[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo di Amerika Saat Pandemi Covid-19? CekFakta TempoCekFakta

Belajar dari Kedermawanan Juragan Bus Asal MalangSosok seperti Gilang bisa menjadi sosok inspirasi bagi generasi muda, baik dari perjuangannya dalam merintis usaha, sampai sikap dermawannya.