Sabu, Warga Negara Asing

Sabu, Warga Negara Asing

Dua Warga Asing Sembunyikan Hampir 1 Ton Sabu di Kardus Rokok

Dua Warga Asing Sembunyikan Hampir 1 Ton Sabu di Kardus Rokok

23/05/2020 22:00:00

Dua Warga Asing Sembunyikan Hampir 1 Ton Sabu di Kardus Rokok

Dua warga asing asal Pakistan dan Yaman tertangkap menyembunyikan sabu dengan total berat nyaris 1 ton di kardus rokok.

Bagikan :  Polisi grebek ruko yang jadi tempat penyimpanan hampir 1 ton sabu yang disembunyikan di kardus rokok (CNNIndonesia/Yandhi)Serang, CNN Indonesia -- Dua warga negara asing asal Pakistan dan Yaman tertangkap membawasabudengan berat hampir satu ton. Sabu tersebut di masukkan ke dalam kardus rokok berukuran besar.

YouTuber Ferdian Paleka Bebas! Hasil Autopsi Tunjukkan George Floyd Terinfeksi Virus Corona Lagi, Studi Baru Temukan Virus Corona Dapat 'Merusak' Testis

Kedua pelaku, yakni BA asal Pakistan dan AS asal Yaman, memasukkan sabu Dimana, sabu ditaruh terlebih dahulu, kemudian ditutupi oleh asam kuranji untuk mengelabui pemeriksaan."Mereka menyamarkan dengan mencampur buah asam Kuranji di kardus bekas rokok. Adapun pelaku yang di amankan, BA dari Pakistan dan AS dari Yaman," kata Kabareskrim, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, ditemui dilokasi penggrebekkan, Sabtu (23/05).

Lihat juga:Polisi Tangkap WN Pakistan Diduga Pemilik 821 Kg SabuSebelumnya, tim khusus Bareskrim Polri menggrebek sebuah ruko pada Jumat (22/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Ruko tersebut diduga menjadi gudang penyimpanan sabu seberat 821 kilogram (sebelumnya tertulis 862 kg) di Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Kedua bandar narkoba jaringan internasional ini kerap berpindah tempat tinggal dan kota untuk menghindari pengejaran petugas kepolisian. Beberapa daerah yang sempat mereka singgahi yakni Jakarta dan Surabaya."Mereka berpindah-pindah ke beberapa kota, seperti Surabaya, Jakarta dan biasanya tinggal di apartemen sewa," terangnya.

Lihat juga:Polisi Bongkar Sabu 71 Kg dalam Brankas di BakauheniSabu tak hanya di dapatkan dari dalam ruko, namun ada juga di apartemen yang mereka sewa dan juga di dalam mobil. Untuk keterlibatan WNI, pihak kepolisian masih mendalaminya."Sabu sudah ada yang bergeser, 10 kg di apartemen dan 15 kg di mobil. Untuk keterlibatan WNI, masih kita kembangkan," jelasnya.

Baca lebih lajut: CNN Indonesia »

Barang haram yang wajib dimusnahkan. Wah CNN kriminalisasi tokoh agama ini namanya..... Orang lain nimbun gula, nyetok masker sampe akhirnya langka dipasar lah neh orang lebih greget yg ditimbun Sabu. Dia berharap setelah keadaan normal bisa jadi pemasok utama bisa naikin harga 😁 Usut Tuntas, Jgn sampai Lolos!

Orang PAKISTAN dan Orang YAMAN Cie nyanyur 862kg MAKANYA KALAU MINTA DISEMBUNYIKAN ITU SAMA WEWE GOMBEL GAK BAKAL KETEMU

Warga Khawatir Bentrok Dua Ormas di Perbatasan Jaktim-Bekasi |Republika OnlineApi sempat muncul akibat empat sepeda motor dibakar di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Bubarin ormas yg bikin resah,bukan malah di pelihara jadi cupu polisi. ormas taek

Tidak Mudik, Dua Prajurit TNI AL Bantu Warga Pesisir di FlotimSerka Muhammad Sangidun mengatakan sengaja menyisihkan dana yang dipakai untuk mudik, untuk membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak Covid-19.

Pemkot Batu Pertimbangkan Karantina Lokal Dua Rukun Warga – Bebas AksesPemkot Batu berencana melakukan karantina lokal di dua RW di Desa Giripurno, Kecamatan Batu. Langkah ini dilakukan karena di wilayah itu terdapat tiga kasus positif dan dua warga meninggal. Nusantara adadikompas

Dua Orang Ditangkap karena Provokasi Warga Tolak PSBB : Okezone NewsDua Orang Ditangkap karena Provokasi Warga Tolak PSBB TauCepatTanpaBatas BeritaTerkini BeritaDaerah .

Motor Raib Digondol Maling, Robby Purba: Saatnya Warga Bekasi BersatuRobby Purba berharap motor miliknya yang hilang bisa segera ditemukan berserta pelakunya. RobbyPurba

Warga Padati Mal, Dokter Khawatirkan Lonjakan Covid-19 hingga RS Tak Mampu Tampung Pasien - Tribunnews.comMasyarakat mulai memadati mal di tengah PSBB. Dokter mengkhawatirkan terjadinya lonjakan kasus yang berisiko membuat RS tak mampu menampung pasien. berarti klo begitu bisa jadi ada pembedaan prioritas dong dalam penannganan pasien klo itu terjadi.. Wah.... Kan kasian mereka yg ke mall