Komisi Vııı Dpr, Pembatalan Haji, Haji Batal, Haji

Komisi Vııı Dpr, Pembatalan Haji

DPR: Bagaimana Kalau Arab Saudi Tiba-Tiba Membolehkan Ibadah Haji Tahun Ini?

DPR: Bagaimana Kalau Arab Saudi Tiba-Tiba Membolehkan Ibadah Haji Tahun Ini?

02/06/2020 8:53:00

DPR: Bagaimana Kalau Arab Saudi Tiba-Tiba Membolehkan Ibadah Haji Tahun Ini?

Dia menyebut belum mengetahui kepastian apakah Arab Saudi akan terus menutup akses jemaah haji atau akan kembali membuka akses.

"Iya ada kekeliruan Pak Menteri, harusnya itu segala sesuatu tentang haji itu diputuskan bersama DPR, termasuk hal yang sangat penting seperti ini, harus bersama-sama DPR untuk memutuskan batal atau tidak," kata Yandri di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Hasil Klasemen Liga Spanyol: Menang di Derbi Catalan, Barcelona Selisih 1 Poin dengan Real Madrid - Tribunnews.com Kisah Mbah Tarso dan Istri Tinggal di Gubuk Karung di Purwokerto Apakah Keluarga di Dunia akan Kembali Berkumpul di Akhirat? |Republika Online

Baca Juga"Kita kan belum tahu laporan Arab Saudi bagaimana? Gimana kalau Arab Saudi tiba-tiba minggu depan membolehkan berangkat jemaah haji kita, gimana?" tanya Yandri."Berarti kan pemerintah nggak bertanggung jawab dong, oleh karena itu kita sudah mengagendakan rapat kerja hari Kamis lusa tangga 4 Juni jam 10 atas izin pimpinan DPR," tambahnya.

Pengumuman Menag menurut Yandri menandakan yang bersangkutan tidak paham undang-undang."Tapi kan Menteri Agama umumkan hari ini, mungkin Menag nggak tahu undang-undang. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 jelas itu. Ada tata aturannya tentang haji dan umrah. Jadi haji dan umrah ini bukan sepihak diputuskan oleh pemerintah," terangnya.

Keputusan yang terburu-buru dinilai Yandri tanda ketidaksiapan pemerintah mengelola haji tahun ini."Tapi kalau Pak Menteri begini, saya nggak tahu Pak Menteri ngerti nggak tata aturan bernegara. Sekarang kan kelihatannya pemerintah buang badan, emang nggak siap," ucapnya.

"Kemenag baca undang-undanglah. Jangan grasak-grusuk," ia menandaskan.2 dari 3 halamanHaji Tahun Ini BatalMenteri Agama Fachrul Razie mengumumkan keputusan dalam penyelenggaraan haji di tahun 1441 H atau 2020 Masehi. Menurut dia, pemerintah memutuskan untuk membatakalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi.

"Keputusan ini diambil dikarenakan Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun, akibatnya pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan Jemaat," kata Menag Fahchrul Razie dalam jumpa pers, Selasa (2/6/2020).

"Berdasarkan pernyataan tersebut pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2020 atau tahun 1441 Hijriah," tegas Menag Fachrul.Dia menambahkan, keputusan pembatakan ini sudah dipikirkan dan dipertimbangkan sebaik-baiknya dan telah dituangkan dalam surat keputusan menteri.

Kisah Jenderal Besar TNI Soedirman di Lereng Gunung Slamet Tommy Soeharto Ancam Pecat Kader Berkarya yang Desak Munaslub Dipercepat Catatan Harian Ekspedisi Republikopi Hari Ketiga |Republika Online

"Keputusan ini saya sampaikan melalui keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada pembatalan ibadah haji tahun 1441 Hijriah atau tahun 2020 masehi," Menag menandasi. Baca lebih lajut: Liputan6.com »

Mustahil Kita nggak bisa intervensi kebijakan negara lain, tapi kita bisa mengatur kebijakan negara sendiri....Mereka memberikan ijin masuk....tapi kita melarang keluar demi melindungi kesehatan masyarakat kita....gitu ajah dech

Serang Arab Saudi, 2 Drone Houthi Dicegat Koalisi Arab |Republika OnlineKoalisi Arab cegat drone Houthi yang diluncurkan ke permukiman di Arab Saudi

Indonesia Tidak Berangkatkan Jemaah Haji 2020, Menag: Arab Saudi Tidak Membuka AksesMenteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan bahwa pemerintah tidak akan memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020 ini atau... Karna menteri agamanya elo jd ga dipercaya 🤣🤣😂😂😂

DPR Sebut Belum Ada Kepastian Pelaksanaan Haji dari Saudi |Republika OnlineDibutuhkan persiapan satu bulan sebelum haji dilaksanakan.

Kasus Baru Virus Corona di Arab Saudi Bertambah 1.881Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada Senin, 1 Juni 2020, melaporkan ada 1.881 kasus baru virus corona di negara itu. Dengan demikian, total ada 87.142 kasus virus corona terkonfirmasi di Arab Saudi. Urus aza kasus virus korona dalam negerimu sendiri ya om🙄 Semoga segera berakhir

Ekspresi Warga Arab Saudi, Setelah Masjid Dibuka KembaliTahap pertama pelonggaran di Arab Saudi membuat warga terharu, karena mereka bisa kembali salat berjamaah di masjid.

Arab Saudi Jadi Negara Donor Terbesar untuk Rakyat Yaman |Republika OnlineArab Saudi memberikan bantuan kemanusiaan buat pemerintah dan rakyat Yaman.