Dokter Sarankan Masker Tetap Dipakai selama Penerbangan

07/07/2022 14.40.00

Dokter Sarankan Masker Tetap Dipakai selama Penerbangan

Penerbangan, Pakai Masker

Dokter Sarankan Masker Tetap Dipakai selama Penerbangan

Spesialis Kedokteran Penerbangan menyarankan calon penumpang pesawat untuk tetap melindungi diri dan sekitarnya dengan memakai masker selama penerbangan

“Tetaplah pakai masker saat penerbangan, meski saat makan atau minum boleh dibuka sebentar, karena udara dalam pesawat tak seperti udara bebas, udaranya itu-itu saja,” kata Daniel dikutip dari live streaming, Kamis (7/7).Setelah pintu pesawat ditutup saat berangkat hingga akhirnya tiba di tujuan, sirkulasi udara yang ada di dalam kabin adalah sirkulasi tertutup. Meski udara dibersihkan lagi dengan mesin penyaring HEPA (high efficiency particulate air) filter yang diklaim hampir 100 persen efektif, tetap ada sedikit kemungkinan penumpang bisa tertular infeksi di pesawat akibat sirkulasi tertutup.

Baca lebih lajut:
Jawa Pos »

Memperkenalkan eksotisme Pulau Labengki di Sultra - ANTARA News

ANTARA - Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Festival Labengki mulai 2-4 Desember menggelar Festival Labengki 2022. Di mana tidak hanya ... Baca lebih lajut >>

Mengenal Kusta, Penyebab hingga Cara Mencegahnya Menurut DokterKusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini bisa dialami siapa pun, baik kelompok usia anak hingga orang tua.

WMA Tegaskan IDI Satu-Satunya Organisasi Dokter di Indonesia'Bagi kami di WMA, keberadaan organisasi profesi juga haruslah tunggal karena menyangkut standarisasi etik kedokteran demi keselamatan pasien dan masyarakat, serta dokter.'

Cerita Dokter Kena Omicron BA.5, Badan Sakit, Kesemutan, Leher KakuSeorang dokter di Inggris bernama dr. Claire Taylor berbagi pengalaman saat tertular Omicron BA.5.

Punya HKI Terbanyak di Bidang Stem Cell, Dokter Purwati Dianugerahi Rekor MURI  |Republika OnlineMURI anugerani dokter Purwati penghagaan.

Dokter: Vaksinasi booster dapat mencegah risiko gejala beratDokter spesialis paru dari PDPI Jawa Tengah, dr Indah Rahmawati, Sp.P mengatakan vaksinasi dosis booster sangat bermanfaat untuk mencegah risiko gejala berat.

Dokter Paru: |em|Booster|/em| Bisa Cegah Risiko Gejala Berat Covid-19 |Republika Online'Booster' juga bisa mencegah risiko rawat inap Covid-19 .

JawaPos.kusta .SEPANJANG awal pekan ini, Asosiasi Dokter Medis Sedunia atau World Medical Association (WMA) menyelenggarakan International Code of Medical Ethics (ICoME) yang membahas mengenai  standarisasi etik kedokteran dan profesionalisme.JawaPos.

com – Spesialis Kedokteran Penerbangan Dr. M.487 kasus, dengan penemuan kasus baru sebanyak 7.D.  Sekjen WMA Otman Kloiber menjelaskan, “Organisasi medis, terutama dokter, termasuk organisasi yang cukup vital karena menyangkut kesehatan raga dan keselamatan nyawa. Daniel Hadinoto, Sp. Untuk diketahui, penyakit yang disebabkan oleh infeksi  Mycobacterium leprae dan bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak maupun orang lanjut usia (lansia).KP, DTM, CTH, FAsMA, FISTM dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan calon penumpang pesawat untuk tetap melindungi diri dan sekitarnya dengan memakai masker selama penerbangan. Namun, sang dokter mengatakan bahwa dia dan putranya yang juga tertular mengalami gejala yang mirip dengan tanda-tanda meningitis.

“Tetaplah pakai masker saat penerbangan, meski saat makan atau minum boleh dibuka sebentar, karena udara dalam pesawat tak seperti udara bebas, udaranya itu-itu saja,” kata Daniel dikutip dari live streaming, Kamis (7/7). Baca juga: "Jadi awal gejalanya mungkin kalau diliat kayak panu, tapi bedanya menyerang saraf. Kami juga melihat IDI juga memiliki sejarah yang panjang dengan negara Indonesia. Setelah pintu pesawat ditutup saat berangkat hingga akhirnya tiba di tujuan, sirkulasi udara yang ada di dalam kabin adalah sirkulasi tertutup. Meski udara dibersihkan lagi dengan mesin penyaring HEPA (high efficiency particulate air) filter yang diklaim hampir 100 persen efektif, tetap ada sedikit kemungkinan penumpang bisa tertular infeksi di pesawat akibat sirkulasi tertutup. Selain itu, tidak gatal, dan tidak sakit sehingga kerap kali diabaikan oleh pasien. Baca juga:Masih Bergejala Berbulan-Bulan, Paru-Paru Penyintas Covid-19 RapuhIa menegaskan, memakai masker tetaplah penting.” Baca juga: IDI dan WMA Gelar Simposium Soal Standarisasi Etik Kedokteran Dunia Dalam konferensi itu hadir sejumlah tokoh kedokteran yang berperan penting dalam penyusunan kode etik kedokteran internasional, di antaranya; Sekjen WMA Dr Otmar Kloiber, Bendahara WMA Prof Ravindra yang juga mendalami etika kedokteran telemedis, dr Ramin Parsa-Parsi yang merupakan inisiator dari perubahan deklarasi Geneva dan International Code of Medical Ethics yang saat ini sedang direvisi, dan Prof Urban Wiesing yang merupakan bagian dari inisiator Deklarasi Helsinki yang saat ini menjadi rujukan seluruh komite etik penelitian seluruh dunia termasuk Indonesia, serta lebih dari 100 perwakilan asosiasi dokter medis dari berbagai negara. Saran dari Daniel, seperti yang sudah dianjurkan tenaga kesehatan sejak lama, adalah memakai masker bedah yang dilapisi dengan masker kain.com , edisi 1 Februari 2022, sensasi kesemutan terutama pada siku hingga jari-jari tangan maupun pada area sekitar punggung kaki, juga menjadi gejala kusta yang dapat muncul. “Demam, suhu badan naik dan rasanya sengsara,” katanya.

Selain masker, ia mengingatkan calon penumpang untuk tetap menjaga protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dengan orang lain. Mengingat udara di dalam pesawat yang berbeda dengan udara di alam bebas, ia menyarankan calon penumpang untuk betul-betul menjaga kesehatan dalam mempersiapkan perjalanan demi melindungi diri sendiri serta orang lain. Gejala lainnya adalah kelumpuhan kaki atau tangan mirip stroke, walaupun penyakit ini tidak berhubungan dengan stroke. Melalui peningkatan etika pedoman, kita harus memastikan hukum, adil, dan efisien kesehatan. Calon penumpang yang sedang terkena flu disarankan untuk menunda perjalanan naik pesawat. Selain karena akan terjadi ketidaknyamanan karena perbedaan tekanan udara di kabin pesawat, sirkulasi udara yang tertutup membuat penularan penyakit rawan terjadi. yang tidak ditangani sesegera mungkin, lanjut Pratama, berisiko menyebabkan cacat tingkat dua pada pasien. Baca juga:Dinkes Bogor Catat Grafik Kasus Positif Covid-19 Naik 1 2 . Dikatakan oleh Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi, ”Penyelenggaraan acara kolaborasi dengan WMA ini merupakan salah satu bukti penguatan sinergi IDI di kalangan kedokteran medis internasional.