Di AICIS 2019 langkah deradikalisasi ditawarkan akademisi IAIN Palu

Di AICIS 2019 langkah deradikalisasi ditawarkan akademisi IAIN Palu

04/10/2019 9:56:00

Di AICIS 2019 langkah deradikalisasi ditawarkan akademisi IAIN Palu

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Dr Lukman S Thahir menawarkan langkah baru berdasarkan hasil penelitiannya tentang ...

Lukman Thahir menyampaikan pendekatan deradikalisasi yang tertuang dalam makalah berjudul"Transformasi Identitas Dari Terorisme Menjadi Pelopor Perdamaian, Studi Fenomena Komunitas Bekas Narapidana Terorisme Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah" dalam kegiatan AICIS tahun 2019, di Jakarta, Kamis (3/10/2019) malam. (FOTO ANTARA/Muhammad Hajiji)

Windy Cantika, Mojang Bandung Pembuka Jalan Medali Indonesia Pengusaha Kecam Seruan Demo 'Jokowi End Game' di Tengah PPKM Profil Windy Cantika Aisah, Atlet Angkat Besi Penyumbang Medali Perdana Indonesia di Olimpiade Tokyo - Tribunnews.com

Hasil penelitian saya dalam upaya mencegah tumbuh dan berkembangnya radikalisme dengan studi tersebut, sekaligus membantah teori-teori yang selama ini digunakan dalam upaya deradikalisasiPalu (ANTARA) - Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Dr Lukman S Thahir menawarkan langkah baru berdasarkan hasil penelitiannya tentang mekanisme deradikalisasi dalam rangka mencegah tumbuh kembang gerakan radikalisme di Tanah Air dalam dalam konferensi intelektual Muslim bertajuk "Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS)  2019.

"Hasil penelitian saya dalam upaya mencegah tumbuh dan berkembangnya radikalisme dengan studi tersebut, sekaligus membantah teori-teori yang selama ini digunakan dalam upaya deradikalisasi," katanya saat  dihubungi dari Palu, Jumat. headtopics.com

Menurut dia sebelum masuk pada bekas narapidana terorisme (napiter) perlu mengetahui proses transformasi identitas, yaitu siapa mereka para terorisme tersebut.Berdasarkan hasil penelitiannya, sebelum di cap oleh negara sebagai teroris dan terpidana kasus itu, sekelompok orang di Poso menamakan dirinya sebagai jihadis.

Mengenai bagaimana proses pembentukan transformasi identitas dari bekas napiter Poso menjadi perjuang perdamaian, ia melihatnya ada tiga pendekatan.Harus penanganan luar biasa untuk terorisme Pertama, kata dia, memahami diri mereka. Jadi setiap orang termasuk pemerintah harus mampu memahami dengan utuh para bekas napiter.

"Untuk dapat memahami mereka, maka harus ada proses membaur bersama napiter dulu. Memaknai mereka, bukan perkara mudah, butuh berbagai pendekatan," katanya.Kedua, setelah memahami diri bekas napiter, maka harus ada memaknai. Setelah paham dengan diri mereka, lalu dilakukan pemaknaan terhadap mereka.

Dalam proses ini meliputi tiga pendekatan, pertama membangun kepercayaan antara napiter dan peneliti bahkan pemerintah."Nah, di sini perlu saling percaya, jadi harus betul-betul melebur dengan mereka sehingga bisah terbangun solidaritas dan kebersamaan," katanya. headtopics.com

Sabet Perunggu, Windy Cantika Raih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo Kemurnian Aspirasi Rakyat di Mata Pemerintah |Republika Online Mahfud: Tindak Tegas Demo Tak Sesuai Prokes Covid-19

Baca juga:Peniliti katakan banyak radikalis Indonesia tinggalkan kekerasanKemudian, membangun kemandirian mereka para bekas napiter dalam lingkaran hidup mereka yang mau atau tak mau pasti akan ada saling ketergantungan."Ada proses determinan sejarah. Dalam lingkaran hidup bekas napiter, mereka tentu mendengar para tokoh-tokoh mereka, mendengar para orang-orang tua mereka," katanya.

Lalu, membentuk sikap dan karakter, yaitu bagaimana merespon proses transformasi idetitas dari jihadis atau napiter ke pejuang perdamaian.Pendekatan ketiga, setelah memahami, memaknai yakni aktualisasi diri. "Di sinilah para bekas napiter bermain peran sebagai kafilah pejuang perdamaian, setelah mereka memaknai diri mereka," kata Lukman S Thahir.

IAIN Palu mengirim tiga akademisinya untuk menyampaikan hasil penelitian dalam AICIS tahun 2019 di Jakarta. Mereka adalah Dr Lukman S Thahir, Prof Rusli dan Mohammad Nur Ahsan.Prof Rusli menyampaikan makalah tentang "Pengaruh Akuisisi Pengetahuan Hukum Islam Online terhadap Kebiasaan Produksi Fatwa oleh Ulama Generasi Milenia (Studi Kasus Ulama Junior di Majelis Ulama Indonesia di Sulawesi Tengah".

Sementara Moh Nur Ahsan menyampaikan makalah tentang "Pilih Yang Berpihak Pada Islam : Karakteristik Pesan dan Sumber Hadis di Dalam Ceramah Daring Abdul Somad".Rektor IAIN Palu Prof Dr KH Sagaf S Pettalongi M.Pd yang juga hadir dalam kegiatan AICIS tahun 2019 di Jakarta, mengapresiasi penyelenggara kegiatan tersebut, sekaligus memberikan apresiasi kepada akademisi IAIN Palu yang tampil dalam ajang tersebut. headtopics.com

Baca lebih lajut: ANTARANEWS.COM »

RS Penuh, Korban Kecelakaan Telantar di Ambulan - SINDOnews Video

Video Pria korban kecelakaan hanya bisa terbarik di dalam sebuah ambulan PMI dan menunggu konfirmasi ketersediaan IGD di beberapa RS di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Seorang pria korban kecelakaan hanya bisa terbarik di dalam sebuah ambulan PMI dan...

Jumlah Warga Miskin Kota Palu MenurunRapat Evaluasi dan Pelaporan Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah tahun 2018...

Bambang Soesatyo Ketua MPR periode 2019-2024Bambang Soesatyo Ketua MPR periode 2019-2024. Ketua MPR Bambang Soesatyo mengangkat palu sidang usai pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat ...

BNN Gandeng Akademisi Farmasi Perangi Narkoba Jenis BaruBNN menggandeng kalangan akademisi khususnya di bidang farmasi untuk ikut andil memerangi narkoba.

Setnov: Pemilihan Puan Sebagai Ketua DPR Sangat TepatSetya Novanto mengapresiasi langkah PDIP menunjuk Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI Periode 2019-2024. Clbk 😂

Wajib Pajak Enggan Lunasi Tanggungan, Begini Jurus DJP JatengPartisipasi Wajib Pajak (WP) di Jawa Tengah untuk membayar pajak masih belum optimal sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkannya.

12 Akademisi Raih Penghargaan Tertinggi dari KemenristekdiktiPenghargaan Academic Leader 2019 diberikan untuk para akademisi, khususnya dosen yang telah berkontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan tinggi di Tanah Air.