Darurat Penumpukan Pasien Wabah - Berita Utama - koran.tempo.co

  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 71 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 32%
  • Publisher: 63%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Rumah sakit di Jawa Timur tak siap menghadapi lonjakan jumlah pasien Covid-19.

JAKARTA – Sejak awal Mei lalu, penambahan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur, tak kunjung surut. Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Arief Bakhtiar, melaporkan bahwa lonjakan jumlah pasien semakin menjadi pada Lebaran lalu.

Tugas tenaga medis di Surabaya kian berat, menurut Arief, karena sejumlah koleganya juga terjangkit Covid-19. Sebagian tenaga medis yang terjangkit virus tapi kondisi kesehatannya cukup baik masih bisa melakukan isolasi mandiri. Kemampuan daerah dalam menangani pasien kian rendah setelah Rumah Sakit Universitas Airlangga menghentikan penerimaan pasien corona sejak Selasa lalu. Pasalnya, menurut pihak Universitas, rumah sakit sudah penuh. Kasus serupa terjadi di Rumah Sakit Dr. Soetomo, dengan pasien yang menumpuk hingga di ruang gawat darurat.

Berdasarkan perhitungan Windhu per 22 Mei lalu, puncak pandemi di Surabaya Raya bisa meningkat hingga 6.000 kasus kumulatif pada akhir pekan ini. Prediksi tersebut dapat berubah menjadi lebih banyak karena pergerakan warga sangat tinggi saat Idul Fitri. Dia memperkirakan tenaga medis bakal kewalahan karena jumlah tempat tidur isolasi di semua rumah sakit rujukan hanya 1.800 unit.

Sebelumnya, Khofifah menerangkan bahwa pemerintah Jawa Timur telah menambah jumlah tempat tidur di ruang isolasi dari 1.613 menjadi 3.276 unit di 99 rumah sakit. Rinciannya, 950 unit tempat tidur di ruang observasi, 551 unit di pengembangan ruang isolasi tekanan negatif, 950 unit di ruang isolasi tanpa tekanan negatif, 693 unit di ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator, dan 132 unit di ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator.

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.

Klau ringan, isolasi mandiri. Klau berat n kritis, ke rumah sakit. Jgn lp jaga kesehatan, lakukan protokol kesehatan n berdoa.

Yang diperkirakan jauh hari kini terjadi...😔

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ragu Menjelang Normal Baru - Cover Story - koran.tempo.coPemerintah terus mengkampanyekan rencana kebijakan normal baru dengan alasan menyelamatkan perekonomian. Karena banyak syarat yang belum terpenuhi, para ahli ragu akan keampuhan strategi hidup berdampingan dengan wabah itu.⁠ Kalo mau berdampingan gitu, ya harus nerapin gaya hidup sehat new normal = abnormal Ragu boleh tapi pasrah jangn..
Sumber: korantempo - 🏆 38. / 51 Baca lebih lajut »

Langkah Berat Joe Hart - Olah Raga - koran.tempo.coSiap bermain di luar Inggris.
Sumber: korantempo - 🏆 38. / 51 Baca lebih lajut »

WHO: Pelonggaran Berpotensi Picu Puncak Kedua Covid-19 - Internasional - koran.tempo.coWHO: Pelonggaran Berpotensi Picu Puncak Kedua Covid-19 WHO benar
Sumber: korantempo - 🏆 38. / 51 Baca lebih lajut »

Tatanan Baru untuk Atlet Bulu Tangkis - Olah Raga - koran.tempo.coTurnamen bulu tangkis internasional pada tahun ini akan dimulai lagi pada Agustus.
Sumber: korantempo - 🏆 38. / 51 Baca lebih lajut »

Menguji Eksistensi Antibodi - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.co
Sumber: korantempo - 🏆 38. / 51 Baca lebih lajut »

Moratorium Utang Negara Berkembang - Opini - koran.tempo.coKetika wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebar ke seluruh penjuru dunia, bencana ekonomi dan ledakan pengangguran global merupakan suatu keniscayaan.
Sumber: korantempo - 🏆 38. / 51 Baca lebih lajut »