CLS UGM: Diskusi soal Pemberhentian Presiden Bersifat Akademis, Tak Terkait Politik

  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 40 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 19%
  • Publisher: 68%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Diskusi yang digelar oleh Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM sempat menuai polemik terkait dengan tajuk yang diusung.

. Kemudian diubah menjadi, Presiden Constitutional Law Society UGM Aditya Halimawan mengatakan, penggantian judul diskusi itu disebabkan adanya penggunaan diksi yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945."Kami ingin meluruskan persepsi masyarakat juga, memang ada kesalahan dari kami penggunanaan itu tidak sesuai dengan yang diatur di UUD. Nah kami mengganti itu supaya kami meluruskan sesuai dengan UUD," ucap Aditya saat dihubungi, Jumat .

"Seperti klarifikasi yang sudah kami sampaikan, bahwa kami bersifat akademis. Tidak berkaitan oleh politik manapun atau agenda politik manapun," tuturnya.Aditya mengakui ada pemberitahuan melalui pesan berantai WhatsApp yang menyebut diskusi dibatalkan."Informasi itu tidak benar," tegasnya. Menurutnya, ada dugaan peretasan akun WA salah satu panitia. Sehingga muncul informasi pembatalan acara tersebut dari akun WA salah satu panitia."Ada indikasi peretasan. Informasi itu hoaks, itu akibat dari peretasan akun narahubung kami," ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menjelaskan jika acara diskusi tersebut bukan acara dari Fakultas Hukum maupun UGM.Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.

Sudah², rakyat semua mengerti apa itu makar dsb, tetapi saat sekarang ini yg kita butuhkan hanyalah berjalan dengan mengawal proker pemerintahan saat ini, karena Indonesia negara tercinta kita ini sudah banyak kaum intelektual namun masih minim pengembang dan penemu asli pribumi.

Sebenarnya kalo diterusin justru dijelasin kalo hukum pemakzulan bersifat limitatif, sulit untuk dilakukan, tpi buzzer keburu kebakar wkw

kalo diskusi akademik kenapa di share ke seluruh nusantara dan kenapa topiknya 'makar' ?

Bukti dunia pendidikan di kotori oleh oposan....

UU itu ilusi bagi rakyat ia hanya berguna untuk melindungi kekuasaan ...

Cuci tangan itu dianjurkan pake air mengalir dan sabun,, bukan pake ganti judul ya,,,,

Ahh paling jg seminar UNDERGROUND...

Ky kurang kerjaan saja

Kebebasan akademikan dijamin konstitusi..!

UGM kan sarangnya HTI..sgt munafik klo bilang gak terkait politik.

buzzerp pada berisik

yg makar jeblosin saja

Cah pekok, nek mundur opo seketika semua akan sesuai keinginanmu wahai tikus2, nggak usah kalian perkeruh suasana di saat pandemi ini, tolong gunakan otakmu

Enak aje suruh mundur,dh capek2 lakukan apa aje biar jd presiden,eh suruh mundurrr...sorry yeee

Itu udah di ralat, cuma judul yg slah..kalau di bawa hukum pun takbisa judul multitafsir, pemilihan satu tafsir sama aja mengimplementasikan subyektifism dalam hukum

Itu jelas makar. Pihak UGM sudah membantah, itu bukan program kampus.

UGMYogyakarta Pansos tapi Melanggar Hukum Makar yang tak boleh selesai hanya dengan permintaan maaf!!! DivHumas_Polri yanmas_reskrim

Jangan sampai diskusi kampus di awasi lagi, bisa mundur demokrasi kita

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Tuai Polemik, CLS FH UGM Ganti Tema Diskusi 'Pemecatan Presiden'Rencana Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum (FH) UGM yang akan menggelar diskusi dengan tema 'Persoalan Pemecatan... fh ugm
Sumber: SINDOnews - 🏆 40. / 51 Baca lebih lajut »

CLS FH UGM Minta Maaf Tema Diskusi Pemecatan Presiden MultitafsirConstitutional Law Society Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada meminta maaf soal diskusi bertema pemberhentian presiden yang rencananya digelar siang ini, Jumat, 29 Mei 2020. Ketakutan amat.... Untuk orang2 akademisi uda biasa mengkaji bukan berarti makar... Segala rupa makar, makar, makar Amiin... Doaku menyertai dr tema.. Maaf lagi maaf lagii...opini udah telanjur nyebar, busa dihapus dng maafkah?
Sumber: tempodotco - 🏆 12. / 63 Baca lebih lajut »

Denny Sesalkan Dugaan Teror Terhadap Panitia Diskusi di UGMMantan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada atau UGM Denny Indrayana menyesalkan dugaan peretasan dan teror terhadap panitia dan pembicara diskusi Constitutional Law Society (CLS) FH UGM. betul kan, udah molaik digoreng 🤣 SaveRuslanButon SaveRuslanButon sdh kena sikat Ada yg merasa tersindir kah?
Sumber: tempodotco - 🏆 12. / 63 Baca lebih lajut »

Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina Jokowi soal Status Kelulusan di UGMES diduga menyebarkan konten yang mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Jokowi melalui akun twitter yang dimilikinya, IntelBuahbuahan. IntelBuahbuahan masalah kecil aja di tangkepin, kan kasian setelah di penjara hancur hidupnya gk bisa dapet kerja,,, di tinjau ulang UU ITE ini bahaya banget lama2,,,, jaman SBY dulu penghina preaiden paling banyak kader2 siapa
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »

Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM: Harus DipertahankanPemeriksaan spesimen Corona memenuhi target dalam 2 hari berturut-turut. Pakar Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad meminta capaian tersebut dipertahankan.
Sumber: detikcom - 🏆 29. / 51 Baca lebih lajut »

Guru Besar UGM: Normal baru tak sama dengan kondisi sebelum COVID-19Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tri Wibawa mengatakan bahwa situasi normal baru tidak bisa ...
Sumber: antaranews - 🏆 6. / 78 Baca lebih lajut »