BNPB Dorong Sistem Peringatan Dini Bencana di Smartphone

Peringatan dini melalui telepon genggam tepat khususnya di era serba teknologi.

26.1.2020

Peringatan dini melalui telepon genggam tepat khususnya di era serba teknologi.

Peringatan dini melalui telepon genggam tepat khususnya di era serba teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencanna (BNPB), Wisnu Wijaya, mengatakan sistem peringatan dini paling baik berada di genggaman masyarakat. Artinya, sistem peringatan dini tersebut bisa disematkan di telepon genggam atau smartphone masyarakat. Menurut Wisnu, sudah bukan saatnya sistem peringatan dini dilakukan hanya melalui menara-menara komando lalu disampaikan ke masyarakat. Peringatan dini melalui telepon genggam adalah hal yang tepat khususnya di era serba teknologi. Ia mencontohkan sistemnya bisa seperti google map."Early warning yang terbaik saat ini saya pikir itu ada dalam bentuk genggaman. Menurut saya, early warning terbaik itu google map. Misalnya, saya mau ke Thamrin merah semua, tidak perlu pakai polisi, tidak perlu pakai tentara, saya akan belok ke yang tidak merah," kata Wisnu, dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (25/1) lalu. Ia menjelaskan, distribusi penggunaan telepon genggam di Indonesia sangat padat. Hampir seluruh daerah masyarakatnya memiliki telepon genggam, khususnya masyarakat Pulau Jawa. Ia juga mengatakan, potensi bencana banyak terjadi di Pulau Jawa. Selain itu, ia menambahkan, sebuah peringatan dini mestinya tidak bisa hanya disampaikan. Masyarakat juga harus dipastikan paham terkait peringatan dini yang diberikan. Selanjutnya, sebuah peringatan dini haruslah mendorong masyarakat untuk melakukan sesuatu. Ia mencontohkan sistem peringatan dini banjir di Filipina. Di dalam peringatan dininya, ditampilkan tiga segmen yakni warna kuning yang artinya ada ancaman banjir. Di dalam peringatan dini tersebut, juga ada perintah apa yang harus dilakukan masyarakat selanjutnya. Selanjutnya adalah warna oranye yang artinya banjir mengancam masyarakat. Lalu, peringatan dininya juga menyarankan agar masyarakat melakukan persiapan evakuasi segera. Segmen terakhir yang paling berbahaya adalah segmen merah, yakni artinya pasti akan terjadi banjir. Oleh sebab itu, masyarakat diarahkan untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang aman dari ancaman banjir. Baca Juga BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini Baca lebih lajut: Republika.co.id

BNPB-ITB Temukan Zona Sesar Baru Penyebab Gempa MalukuBNPB-ITB temukan zona duga sesar utama gempa yang menguncang tiga wilayah di Maluku

BNPB akan Rekomendasikan Upaya Mitigasi Gempa MalukuTelah ditemukannya zona duga sesar baru penyebab terjadinya gempa Maluku

BNPB Luncurkan Layanan Operasional Call Center 24 JamBNPB luncurkan uji coba operasional call center 24 jam

BNPB Berikan Penghargaan untuk Pilot Militer dan JurnalisBNPB memberikan penghargaan kepada pilot beserta kru Helikopter MI 35 dari Markas Besar TNI Angkatan Darat.

BNPB Sebut Titik Terdampak Banjir di Bogor dan Lebak Sudah Dapat Bantuan Logistik'Sejauh ini hampir semua ya hampir semua daerah sudah mendapat bantuan logistik jadi kebutuhan mininal sudah terpenuhi,'

BNPB Beri Penghargaan ke Pilot Heli yang Selamatkan Insiden Gagal TerbangPilot Kapten Faris Affandi dinilai mampu mengendalikan helikopter gagal terbang dalam keadaan kritis, namun semua penumpang selamat. Pilot BNPB Admin ko ga bobok?



Kata Jokowi Calon Ibu Kota Baru Tidak Ada Banjir, Tapi Buktinya? - VIVA

3 WNI Kru Kapal Pesiar Jepang Positif Terinfeksi Virus Corona

Tiga WNI positif mengidap penyakit virus corona di kapal pesiar Diamond Princess

Dilaporkan ke KPK, Edy Rahmayadi Ancam Polisikan Pelapornya

Pakar IT Kritik Nadiem Makarim soal Bayar SPP Pakai Gopay

Rumah Dilempari Batu, Ketum PA 212 Duga Teror Jelang Aksi

Cara Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda Seperti Ashraf

Tulis Komentar

Thank you for your comment.
Please try again later.

Berita Terbaru

Berita

26 Januari 2020, Minggu Berita

Berita sebelumnya

Update! 13 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Berita selanjutnya

Gubernur: Turis Asal China di Sumbar Diperiksa dengan Ketat
Data Bocor Ungkap China Tahan Uighur dengan Alasan Agama DPR Minta Kenaikan Iuran BPJS Dicabut, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani Sindir BPJS: Kewajiban 1 Tahun Lebih Tak Dibayar KPK Minta Maqdir Ismail Hadirkan Nurhadi Jelang Persebaya vs Arema, Polisi Amankan Suporter Bawa Keris 7 Gejala Serangan Jantung Pada Pria Map of The Soul: 7 BTS Telah Dipesan Lebih dari 4 Juta Kopi Berkerudung Putih, BCL Antar Jenazah Ashraf Sinclair ke Pemakaman Yusuf Mansur Tanggapi Pembubaran Salah Satu Produk Paytren Pawang Buaya Minta Izin Gantikan Ahli Australia Selamatkan Buaya Acara televisi yang memprediksi masa depan dengan tepat 58 Juta Pelaku UMKM Belum Bayar Pajak
Kata Jokowi Calon Ibu Kota Baru Tidak Ada Banjir, Tapi Buktinya? - VIVA 3 WNI Kru Kapal Pesiar Jepang Positif Terinfeksi Virus Corona Tiga WNI positif mengidap penyakit virus corona di kapal pesiar Diamond Princess Dilaporkan ke KPK, Edy Rahmayadi Ancam Polisikan Pelapornya Pakar IT Kritik Nadiem Makarim soal Bayar SPP Pakai Gopay Rumah Dilempari Batu, Ketum PA 212 Duga Teror Jelang Aksi Cara Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda Seperti Ashraf Rumah Ketua PA 212 Diteror, Slamet Maarif Juga Dilempar Saat Salat - VIVA Draf RUU Ketahanan Keluarga: Istri Wajib Mengurus Rumah Tangga Serangan Jantung Usia Muda, Apa Penyebabnya? Mahfud: Kesalahan Ketik Omnibus Law di Kemenko Perekonomian Menkeu: BPJS Defisit Rp15,5 Triliun