Bisakah Stres Menyebabkan Ketombe? Ini Penjelasan Pakar

  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 24 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 59%

Indonesia Berita utama Berita

Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Percaya atau tidak, stres ternyata bisa memengarhui kesehatan kulit kepala, salah satunya dengan munculnya ketombe. Stres

jpnn.com, JAKARTA - Stres bisa menyebabkan tubuh Anda bereaksi dalam banyak cara yang tidak terduga. Percaya atau tidak, stres ternyata bisa memengaruhi kesehatan kulit kepala Anda. Anda mungkin pernah mendengar tentang rambut rontok yang berkaitan dengan stres. Tetapi apakah Anda tahu ada juga hubungan antara stres dan ketombe? Jika Anda sering memperhatikan ada serpihan berlebih dirambut Anda akhir-akhir ini, inilah alasannya.

Sangat mudah untuk berpikir bahwa ketombe disebabkan oleh kulit kering, tetapi sebagai dokter kulit Gilberto Alvarez, MD, mengatakan bahwa itu bukan itu masalahnya. "Kondisi ini terjadi di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar penghasil minyak, dan kulit kepala menjadi area yang paling umum.Baca Juga: Namun, beberapa orang bisa mendapatkan ketombe di alis, dada, dan punggung bagian atas," kata Dr. Alvarez, sepert dilansir laman MSN, Selasa . Menurut Dr.

 

Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda akan dipublikasikan setelah ditinjau.
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

 /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

5 Tips Atasi Stres di Era New NormalKarena harus mulai bekerja di era new normal, stres pasti menghinggapi karyawan karena masih khawatir akan adanya virus corona. Yuk lihat tips atasi stres di era new normal disini: NewNormal Stres via wolipop wolipop 'Norma Baru Hidup Sehat anti-Covid19' Meski Lelah Namun tetap Semangat
Sumber: detikcom - 🏆 29. / 51 Baca lebih lajut »

Gelombang Tinggi di Pantai Selatan DI Yogyakarta, Ini Penjelasan BMKG - Tribun JogjaPenjelasan BMKG soal gelombang tinggi di pantai selatan wilayah DIY. Sejumlah bangunan di Gunungkidul dihantam gelombang tinggi
Sumber: tribunnews - 🏆 37. / 51 Baca lebih lajut »

Kenapa Angka Kematian Akibat Corona di Negara Kaya Sangat Tinggi?Tidak ada penjelasan tunggal untuk memahami hal ini. Namun ada beberapa pengamatan umum yang masuk akal.
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »

'New normal' untuk perkantoran disambut pengusaha namun dipertanyakan pakar epidemiologiPakar epidemiologi mengatakan aturan normal baru 'tidak tepat jika itu diterapkan di Jakarta'. Seorang pekerja swasta di Jakarta mengatakan tetap terjadi penularan virus corona di kantornya walau telah diterapkan protokol jaga jarak dan pakai masker. Dengar tuh pak jokowi setkabgoid KemensetnegRI KemenkesRI kemenhub151 DPR_RI DPDRI Dengarkan itu semuanya... JANGAN berlagak BEGO 🤭🤭🤭 Protokol cuma jaga jarak dan masker. Apakah sampai saat ini pemerintah gak aware sama penularan lewat benda2 sekitarnya? Karyawan yg brangkat kerja naik transportasi umum, yakin ditempat yg dia duduki gk ada virusnya? Yakin dia gak pegang2 benda2 di luar?
Sumber: BBCIndonesia - 🏆 42. / 50 Baca lebih lajut »

Merasa Gerah Beberapa Hari Terakhir? Ini Penjelasan BMKGDi Jabodetabek, wilayah Bekasi bagian utara serta sebagian Jakarta disebut sudah memasuki musim kemarau, sehingga suhu udara semakin tinggi.
Sumber: kompascom - 🏆 9. / 68 Baca lebih lajut »

Udara Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKGDalam beberapa hari terakhir suhu udara terasa lebih panas. BMKG menyatakan kondisi ini biasa terjadi saat memasuki musim kemarau.
Sumber: mediaindonesia - 🏆 2. / 92 Baca lebih lajut »