Tni, Konflik Agraria, Urut Sewu, Petani, Bentrok Tni-Warga, Kebumen

Tni, Konflik Agraria

Bentrok Sengketa Lahan di Kebumen, TNI Bersenjata Pukul Warga

Bentrok Sengketa Lahan di Kebumen, TNI Bersenjata Pukul Warga

12.9.2019

Bentrok Sengketa Lahan di Kebumen , TNI Bersenjata Pukul Warga

Sejumlah personel TNI memukuli warga Urutsewu, Kebumen , yang menolak pemagaran di lahan sengketa. TNI represif karena warga dianggap tak bisa dikendalikan.

"Warga yang melihat aksi tersebut langsung berbondong-bondong ke lokasi menghalau pemagaran itu, terjadi sekitar pukul 08.00. Sesampainya di lokasi, warga disuruh bubar dan diadang oleh TNI bersenjata lengkap," kata Teguh kepada

Teguh mengatakan, TNI tak hanya menyuruh bubar tetapi juga memukuli warga. Akibatnya, warga yang sebelumnya berbondong-bondong pun bubar. Mereka menuju kantor Bupati Kebumen untuk mendesak agar pemagaran tersebut dihentikan.

"Sesampainya di lokasi warga disuruh bubar dan diadang oleh TNI bersenjata lengkap untuk menjaga pemagaran tersebut. TNI yang menjaga, memukuli warga supaya bubar," kata Teguh.

Atas konflik tersebut, sedikitnya 16 warga terkena pukulan. Mereka di antaranya Wiwit Herwanto (30) terkena luka pukul di kaki dan dinjak-injak; Imam Suryadi (25) terkena pentungan di punggung; Haryanto (38) terkena luka tembak di pantat akibat peluru karet; Edi Afandi (32) dipukul di kepala; Supriyadi (40) dipukul di kepala, punggung dan kaki.

Selain itu, Wawan (26) terkena luka pukul di kepala; Manto (34) luka pelipis kanan; Partunah (42) ditendang-tendang kakinya dan diseret; Saikin (53) dipukul di kepala; Sartijo (52) luka paha di belakang; Sartono (45) luka pukul di kepala; Wadi (27) ditendang kakinya; Tolibin (30) luka pukul di kaki; Sumarjo (70) luka pukul di punggung; Martimin (35) luka pukul kepala; Saryono (34) luka pukul di kepala.

Dia menjelaskan, kejadian itu bermula dari pekerjaan proyek pemagaran tahap III areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di Desa Brencong. Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah.

Menurutnya, kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro untuk mengamankan aset negara. Selain itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak.

Susanto mengatakan pengusiran warga yang dilakukan oleh aparat dengan tindakan keras di lapangan karena masyarakat tidak mau meninggalkan area tersebut dengan cara baik-baik. Menurutnya, masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan dan cenderung berbuat onar. Tindakan represif pun dilakukan agar warga dapat meninggalkan lokasi.

Baca lebih lajut: CNN Indonesia

TNI sdh Mulai tak tau diri, apakah Tidak Sadar bahwa Senjata,Seragam,Gaji Dari Anggota TNI itu di ambil dari Pajak Rakyat termasuk Petani& Pekebun Lalu jika TNI itu menindas, memukul, menyiksa Ini menurut saya Tindakan2 Biadab Yg tdk bisa di biarkan. Dari kejadian ini kita diberitahu bahwa kesalahan terbesar manusia adalah membuat negara.

Tidak putus2 permasalahan di Negeri ini... TNI mengklaim lahan tersebut peninggalan KNIL, padahal warga setempat dulu pun ikut berjuang... Bagaimana kalo warga berbuat anarkis?! agus_noor Bersama rakyat TNI kuat pemandangan ini akrab qta kihat saat orba dlu, iya kan Puspen_TNI ? Maklum udah lama latihan binggung mau melampiaskan ke mana .? Jadinya rakyat sendiri jadi samsak.

Bersamarakyat katanya Mohon ditindak pak Puspen_TNI Menurut pendapat pak ganjarpranowo pripun di vid emang pada di pukulin? ga usah jauh2 ke papua KomnasHAM urusin yg deket2 aja dulu

Bentrokan TNI dan Warga di Kebumen, Belasan Orang Luka-lukaTeguh mengatakan seharusnya TNI tidak main hakim sendiri memagar tanah rakyat dan melakukan kekerasan.

TNIbersamaRakyat katanya 😒

Bentrok TNI dan Warga, Belasan TerlukaDalam bentrokan tersebut 11 warga terluka karena tertembak peluru karet.

Upacara HUT ke-74 TNI AL Dipimpin Laksamana TNI Siwi Sukma AdjiVideo Terkini - Angkatan laut memperingati HUT ke-74 upacara di gelar dengan hikmat di Kompleks Dermaga...

TNI Siap Kembalikan 835 Mahasiswa EksodusWiranto mengemukakan penyebab pelajar dan mahasiswa eksodus dari daerah ke kampung halaman mereka lantaran khawatir ada perlakuan sewenang-wenang dari masyarakat di tempat menimba ilmu.

Prajurit TNI AU Juara Tinju Kelas Dunia Usai Pukul KO Ronde 4Pukulan keras yang mendarat rusuk kanan lawan membuat prajurit satu TNI AU Ongen Saknosiwi meraih juara kelas bulu versi WBC Asian Boxing Council Continental. 😀😀😀👏💚🌺😊😊😊

BKKBN dan Kodam IV Diponegoro Canangkan TNI Manunggal KBBKKBN mencanangkan TNI Manunggal KB Kesehatan. Yaitu untuk mendukung program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga yang digalakkan pemerintah daerah

Tulis Komentar

Thank you for your comment.
Please try again later.

Berita Terbaru

Berita

12 September 2019, Kamis Berita

Berita sebelumnya

Ini Spesifikasi Samsung A50s

Berita selanjutnya

DPR Terima Surpres Jokowi Soal Revisi UU MD3
Berita sebelumnya Berita selanjutnya