Apakah tren bersepeda bakal berlanjut setelah pandemi?

Jumlah pesepeda di Jakarta disebut meningkat hingga 1.000% setelah pembatasan sosial dicabut. Apakah ini pertanda akan semakin banyak orang berpergian dengan sepeda sehari-hari?

05/07/2020 3:48:00

Di Jakarta, jumlah pesepeda yang berlalu-lalang meningkat hingga 1.000%. Apakah setelah pandemi Covid-19 berakhir bakal semakin banyak orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari?

Jumlah pesepeda di Jakarta disebut meningkat hingga 1.000% setelah pembatasan sosial dicabut. Apakah ini pertanda akan semakin banyak orang berpergian dengan sepeda sehari-hari?

Sebelum PSBB diberlakukan di Jakarta, awal April lalu, bersepeda tidak pernah masuk dalam daftar kegiatan Norman Valentino.Namun keharusan memindahkan seluruh aktivitas ke rumah mengubah hubungan warga Kelurahan Mampang, Depok, Jawa Barat, ini dengan sepeda.

Telkom Ungkap Penyebab IndiHome Down Tadi Pagi Cara Mengecek Nama Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan, Simak di Sini Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta Hingga 27 Agustus 2020

"Awalnya saya membeli sepeda untuk anak saya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (01/07)."Tapi karena harus mengawasi anak saat dia bersepeda, saya juga beli satu sepeda untuk saya. Belakangan kami beli satu sepeda lagi untuk istri," kata Norman.

Sepeda, kata Norman, merupakan opsi kegiatan luar ruang yang produktif. Selain sarana olah fisik, baginya, bersepeda menyegarkan pikiran yang terkungkung dalam tembok-tembok rumah.Norman berkata, berbagai manfaat bersepeda itu bisa didapatkannya sembari menjaga jarak sosial dengan orang-orang di luar rumah tangganya.

Sekarang, setidaknya dua kali dalam sepekan, Tino dan istrinya bersepeda hingga puluhan kilometer ke sejumlah lokasi yang mereka anggap asri."Jadi memang tidak perlu lagi ke mal. Kami ke tempat yang dulu tidak pernah kami datangi seperti Setu Babakan di Jakarta Selatan," ujar Norman.

Hak atas fotoNorman ValentinoImage captionBersepeda dapat membuang kejenuhan tinggal di rumah selama pandemi Covid-19, kata Norman Valentino, warga Depok, Jawa Barat.Merujuk data yang dihimpun Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), jumlah pesepeda yang berlalu lintas di Jakarta meningkat hingga 1.000%.

Persentase itu memuncak usai pembatasan sosial di ibu kota berakhir pada 18 Juni lalu. Pemprov DKI Jakarta melekatkan terminologi 'PSBB transisi' untuk periode tersebut.ITDP mencatat, setelah perkantoran diizinkan beroperasi kembali, dalam sehari jumlah pesepeda di kawasan bisnis Dukuh Atas naik, dari rata-rata 10 menjadi 235 pesepeda.

Sementara pada Minggu, 28 Juni lalu, sekitar 52.000 pesepeda diklaim melintasi 32 lokasi bebas kendaraan bermotor Jakarta.Hak atas fotoREUTERS/Sergio MoraesImage captionSeorang warga Rio de Janeiro, Brasil, bersepeda di pinggir pantai Recreio dos Bandeirantes, 12 Juni lalu, saat pandemi Covid-19 masih terjadi negara itu.

Anggota DPR Taufik Basari Positif Corona Ratusan Orang Tewas Gegara Informasi Keliru Terkait Virus Corona Senyum Pelajar Mengembang Usai Sri Mulyani Janjikan HP Baru dan Kuota Gratis untuk Murid Sekolah - Tribunnews.com

Di lingkup global, tren serupa juga muncul di sejumlah negara.Selama tiga pekan pertama April lalu, misalnya, jumlah pesepeda di kota Edinburgh, Skotlandia, meningkat 252% selama hari kerja. Pada akhir pekan, jumlahnya naik hampir dua kali lipat menjadi 454%. Data itu dihimpun organisasi Cycling Scotland.

Ledakan pesepeda juga terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat. Tren itu dicatat, lembaga pengumpul data yang berkaitan dengan pesepeda dan pedestrian.Menurut mereka, peningkatan lalu lintas pesepeda paling tajam terjadi di kawasan barat daya AS, hampir 100%.

Hak atas fotoANTARA/BUDI CANDRA SETYAImage captionMekanik memperbaiki sepeda di bengkel komersial, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (24/06). Tren bersepeda yang saat ini meningkat mendongkrak pendapatan sejumlah jasa reparasi sepeda.Namun tren ini belum tentu berujung pada masifnya penggunaan sepeda sebagai alat transportasi harian, menurut Toto Sugianto, pembina komunitas Bike To Work Indonesia.

Selama pandemi, kata Toto, masyarakat memandang sepeda sebagai sarana olahraga dan rekreasi semata.Untuk mengubah nilai guna sepeda, Toto menilai pemerintah perlu memperbanyak kemudahan bagi pesepeda, salah satunya jalur khusus.Di sejumlah jalanan Jakarta kini tersedia jalur sepeda sementara yang dibuka beberapa jam pada pagi dan sore hari. Namun, kata Toto, jalur itu kerap ditutup petugas Dinas Perhubungan maupun polisi lalu lintas sebelum tenggat waktu yang semestinya.

Di Jakarta juga terdapat jalan khusus sepeda yang disebut-sebut terpanjang di Indonesia, yaitu jalur di sisi Banjir Kanal Timur (BKT). Tapi Toto menyebut jalan itu sudah sejak lama tak dapat dilintasi."Jalur sepeda sementara sangat menarik bagi pesepeda baru. Kalau kebijakan itu dijalankan secara konsisten dan tegas, pasti pesepeda baru akan terbiasa menggunakannya," ujar Toto.

"Di BKT, setiap persimpangan jalan dipasang portal beton. Memang sudah dibongkar, tapi malah diganti portal besi. Jadi sama saja bohong. Setiap satu kilometer kami harus berhenti untuk angkat sepeda," tuturnya.Hak atas fotoEPA/ANTONIO BATImage caption

Hujan Lebat Jabodetabek Masih Akan Terjadi Dua Hari ke Depan Jangan Dibuang, Air Rebusan Mi Instan Punya Manfaat Mengejutkan Morris Garage HS Meluncur, Harganya Rp 300 Jutaan

Sejumlah turis bersepeda di Pulau Krk, Kroasia, 20 Juni lalu, saat pemerintahan setempat membuka kembali industri pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Limpo, mengakui pihaknya mesti lebih giat memastikan fasilitas pesepeda berfungsi. Ia berjanji akan memastikan kepolisian turut menjaga operasional jalur sepeda sementara di pusat Jakarta.

Sementara di jalur sepeda di BKT, kata Syafrin, akan tetap ada penghambat lintasan. Walau dikritik, Syafrin menyebut strategi itu dibutuhkan untuk mencegah pengendara motor masuk ke jalur tersebut."Jalur sepeda di BKT, portalnya akan dibuka, diganti dengan NCB. Pesepeda memang harus turun, tapi tidak perlu mengangkat sepedanya karena jalurnya zig-zag," ujarnya.

Syafrin mengklaim Pemprov DKI memiliki sejumlah program agar tren bersepeda warga ibu kota tak berhenti pada tataran hobi. Salah satunya adalah target menyediakan jalur sepeda sepanjang 545 kilometer."Kami mendorong agar penggunaan sepeda sebagai alat transportasi terus meningkat. Sepeda satu-satunya alat transportasi efisien dan ekonomis," kata Syafrin.

"Kami harap dengan pola mobilitas ini, tujuan membangun kota yang berkelanjutan dan ramah bagi warganya bisa tercapai," tuturnya.Hak atas fotoImage captionPengendara sepeda motor melintas di jalur khusus sepeda di Ciamis, Jawa Barat, Selasa (30/06).

Di tingkat pusat, Kementerian Perhubungan mengklaim akan segera menyusun regulasi yang bisa menjamin keselamatan para pesepeda di jalanan. Bukan cuma soal jalur khusus, tapi juga standar keselamatan yang mesti dipatuhi pesepeda."Dalam masa transisi adaptasi kebiasaan baru memang ada peningkatan jumlah pesepeda, terutama di kota besar seperti Jakarta," kata Adita Irawati, juru bicara Kemenhub, dalam pernyataan tertulis.

"Oleh karena itu, regulasi ini nanti akan mengatur hal-hal seperti alat pemantul cahaya bagi para pesepeda, jalur sepeda serta penggunaan alat keselamatan lainnya oleh pesepeda," tuturnya. Baca lebih lajut: BBC News Indonesia »

Diindonesia bersepeda bukan untuk kesehatan tau keperluan. Tapi hanya untuk gaya semata.... Nanti jga ilang pas covid berakhir Aamiin Jalur sepedanya dong Saya juga pengen bersepeda.tapi di cirebon ga ada jalan khusus pesepeda seperti di jakarta jadi males.semoga di cirebon ada jalan khusus untuk sepeda.

Covid-19, bukannya membuat manusia menjadi lebih bersih dan rapi, justru bikin manusia tambah gila.. JakartaStar Sepedanya mahal2 pula, ternyata ekonomi sebagian warga Indonesia gak pengaruh sm pendemi, Alhamdulillah Pengen beli sepeda tapi takut besok ganti musim kuda :( Semoga Harapannya sih sepeda jadi sarana ttansportasi tapi entahlah apa mereka bisa konsisten, palingan juga ntr kalo badai covid mereda mereka pake kendaraan bermotor lagi krn males gowes,udah cape,panas,keringetan dan berantakan ntr

dari angka 1000% Akan meningkat terus, tidak hanya di Jakarta tp di daerah juga, yg penting mau hidup sehat dan ramah lingkungan jangan dipungut pajak, masyarakat dimotivasi dan diedukasi, dan lbh baik jika difasilitasi. Sepeda buat gaya, nanti udah pandemi pada di jual Semoga bertahan🙏🏻, bukan cuma jadi ajang gaya-gayaan semata aja🙂

Life style, trandy. Semoga 😁 Paling angat² tai ayam, Cuma the real goweser yg bertahan Lagi musim. Kebanyakan orang Indonesia itu follower. Cuma bisa ikutan. Trend sepeda berakhir, ganti trend yg lain. Sebulan lagi juga keder tu kaki...'pegel kaki gue, capek bgt, panas, ribet dll...' Tentunya mereka juga mendegarkan diskusi kebijakan pemprov di podcast ini.

Semoga pd di jual'in biar gw punya bnyk pilihan. Semoga Indonesia : naik sepeda buat hits, bahan update status di Ig, Whatsapp Selesai pandemi liat aja berapa banyak yg balik naik mobil pribadi. Alesannya : 'males ah, panas, capek, polusi'. Orang +62 kan gemar buang2 duit buat euforia sesaat daann...demi status sosial.

musiman Sulit, infrastruktur harus mendukung juga 'gak lah, setelah bosan, tuh sepeda parkir di pojokan, berdebu, berkarat, akhirnya dijual murah ke tukang abu gosok.... Pada masuk ke mall dih .. takut panas kali Tentu saja tidak Leh uga, ngurangin polusi Mana cocok... Belanda mah kelembaban nya rendah... Berkeringat langsung kering... Disini mah banjir ama keringat....

PriyoBudiS Bagus lah. Kan jadi mengurangi polusi di jalan raya Lagi musim sepedaan. Kalo dah ngga musim ya cuma sepeda-lovers yang make. 🤣 semoga terwujud, yang seperi itu lebih bagus untuk 'keseimbangan' Berharap bnyk krn dpt mengurangi polusi skaligus menyehatkan jg.. Atau hanya musiman saja, seperti akik ,ingatkan ! 😂

Semoga aj biar kyk di belanda sana Ya harusnya sih begita... Naik Sepeda apa transportasi Umum lebih asik semogaa

15 Negara Ditandai 'Aman' Masuk Eropa, Apakah Indonesia Termasuk?Situasi Covid-19 di 15 negara tersebut dianggap sudah aman sehingga wisatawan diperbolehkan memasuki Eropa.

Mengapa Facebook ramai diboikot, apakah media sosial ini akan mati?[Terpopuler] Sejumlah perusahaan global menghentikan memasang iklan di Facebook, mulai dari Honda, Ford, Microsoft, hingga Coca-Cola. Dapatkan ini membunuh Facebook? Doubt it, it will hurt facebook in the short term yes. But in the long run still wait n see.

Viral Uang Kertas Tercetak Foto Diri, Apakah Masih Berlaku?Sebuah unggahan berisi angkapan layar dari kondisi uang kertas pecahan Rp 2.000 yang tercetak foto perempuan, apakah masih berlaku? Kompas.. aku suka kamu yg cetak. Di sosmed kamu gajauh beda sama tribun. Bnyk gak mutu nya. Bye

Usai Diusir Anggota DPR, Erick Berpesan 3 Hal pada Orias: Apakah Itu?Menteri BUMN Erick Thohir mewanti-wanti Orias Petrus Moedak setelah MIND ID menguasai saham PT Freeport Indonesia. Ada tiga...

Jebakan untuk Lihat Apakah Hotel Ganti Seprai Selama Pandemi, Bagaimana Hasilnya?Salah satu hotel yang diuji coba dalam jebakan ini adalah milik presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump Banggakan Kinerja Tangani Covid-19, Jumlah Kasus di AS Terus MelonjakSementara Amerika terus mengalami rekor harian infeksi baru COVID-19, Presiden Amerika Donald Trump hari Kamis (2/7) sekali lagi memuji tindakan pemerintahannya terhadap pandemi itu, dan membanggangak Itu karena Dia tahu kapan waktunya tidur dan kapan waktunya bangun. Kalau kita ya.. jangan ditanya.. Sabang hari si Penguasa hanya beryanyi dan berdongen ya rakyatnya mager dan tidur nyayak.