Anak Anda Lagi di Fase Pilih-Pilih Makanan? |Republika Online

Tak semua anak akan selamanya jadi pemilih dalam hal makanan.

01/06/2020 14:23:00

Tak semua anak akan selamanya jadi pemilih dalam hal makanan.

Tak semua anak akan selamanya jadi pemilih dalam hal makanan.

Dokter anak Megan Pesch yang fokus pada bidang perkembangan perilaku di Michigan, Amerika Serikat, menenangkan orang tua agar tidak terlalu khawatir. Semakin orang tua mencoba mengendalikan anak, efeknya justru membuat anak kian rewel."Pilih-pilih makanan adalah hal yang umum selama masa kanak-kanak. Orang tua sering mendengar bahwa anak-anak mereka pada akhirnya akan tumbuh dengan kebiasaan yang sama, tapi itu tidak selalu terjadi," kata Pesch, dikutip dari laman EurekAlert.

Disebut Jadi Obat Corona, Daging Kucing Hitam Diburu di Vietnam Ulah Tak Termaafkan Pegawai Starbucks Berujung Pemecatan British Airways Akan PHK 350 Pilot

Pesch dan timnya menggagas studi yang melibatkan 317 pasang ibu-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Selama periode empat tahun, tiap keluarga melaporkan kebiasaan makan anak dan sikap ibu saat memberikan makanan.Kebiasaan pilih-pilih makanan tercatat stabil pada usia prasekolah hingga usia sekolah. Perilaku demikian dikaitkan dengan indeks massa tubuh anak yang lebih rendah, sekaligus beriring dengan tekanan untuk makan dari orang tua dan pembatasan makanan tertentu.

Pesch menyoroti, anak yang suka pilih-pilih makanan cenderung memiliki ibu yang banyak membatasi makanan dan permen. Ibu barang kali berusaha membentuk preferensi makan anak, tapi itu tidak selalu menghasilkan efek yang diinginkan.Hasil studi yang terbit di jurnal Pediatrics/ itu menunjukkan sisi positif dari anak yang pilih-pilih makanan. Rata-rata memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, tetapi sebagian besar masih dalam kisaran sehat.

Itu artinya, mereka tidak kekurangan berat badan dan lebih kecil kemungkinannya mengalami obesitas dibandingkan teman sebayanya. Pesch berharap orang tua membiasakan pola makan sehat pada anak sejak dini, tetapi tidak dengan pendekatan penuh kendali."Perlu penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami bagaimana pilihan makanan terbatas anak-anak berdampak pada kenaikan berat badan yang s

Baca lebih lajut: Republika.co.id »

Eks Napi Asimilasi Ditangkap Lagi karena Kasus yang Sama, Perkosa Anak di Bawah Umur - Tribunnews.comSeorang napi yang dibebaskan karena program asimilasi kembali ditangkap. Ia memperkosa anak di bawah umur yang merupakan anak dari calon istrinya. Hukum mati Bebasin kayak gini, eh malah nangkap pemakai narkoba (menuh²ini penjara aja) mending tetep rehabilitasi di RS ditunjuk Polri, tapi tetep pulang rumah

Anak-anak dan Lansia Masih Dilarang Pergi ke Rumah IbadahHal itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas. Kalau ke mall boleh gak pak Gak papa...biar aja kita dirumah... kita diam2 kerja cari makan...anda tau sendiri kan golongan siapa yg suka ke mall.biar modar mereka dimall itu....insya Allah kita tetap dalam lindungan Nya.. perbanyak cari ilmu...sukak ati mau ngapain...kita lemah dan tak mereka perdulikan

Khofifah Permudah Anak-anak Nakes Corona Masuk SMA/SMK NegeriKuota khusus sebesar 1 persen disediakan khusus bagi anak-anak dari tenaga kesehatan agar mereka lebih fokus menangani pasien. Smua profesi pekerjaan...asal itu halal dan dikerjakan dg benar...smua jg penting....tenaga kesehatan memang pnya tanggung jawab krjanya ya merawat pasien.. mreka digaji dn mreka sblmnya skolah kuliah dibidangnya..jd sdh paham resikonya.. terlepas dr pandemi corona saat ini . Apresiasi buat profesi nakes.. tp jgn lebay..seakan profesi lain sprti ga ada harganya..misal petani. Nelayan.. pedagang..kryawan swasta..buruh pabrik..ojol..supir truk dll..mreka jg penting bagi masyarakat.. cb klw ga ada profesi itu. Emng masyakat bs hidup..

APVI Kampanyekan Larangan Penjualan Produk Tembakau Alternatif Bagi Anak-AnakPara karyawan toko juga diedukasi untuk menolak pembeli yang belum berusia 18 tahun, serta para anggota APVI di seluruh Indonesia juga secara aktif menyampaikan komitmen ini kepada konsumen. ProdukTembakauAlternatif

Pembukaan Sekolah Saat Pandemi, Netty Heryawan DPR: Jangan Jadikan Anak-anak Kelinci PercobaanPembukaan sekolah di saat pandemi sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa karena hingga kini transmisi Covid-19 belum terkendali. DPRRI

Dominggus Sebut Pasien Positif COVID-19 di Kupang Berusia Anak-anakKepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dominikus Minggu Mere menyebutkan pasien positif COVID-19 dari transmisi lokal di Kota Kupang masih berusia anak-anak. jumlahpasienpositifcorona